Info Grafik usia 40 tahun

15 alasan untuk tidak menjadi Pengusaha (selesai)

Di artikel sebelumnya, sudah disebutkan beberapa alasan untuk tidak menjadi pengusaha, dan tentang mengapa banyak orang cenderung tidak mau menjadi pengusaha. Berikut ini lanjutannya, selamat menikmati ;):

9. Aku tidak bisa mengambil risiko.
Apapun resiko yang sudah dipilih, yakinkan diri bahwa nantinya kita juga akan pulih dari hal yang sama. Waktu akan mengembalikan apa saja yang sudah terjadi, entah itu kemunduran, kegagalan ataupun hal lainnya. Malah kita akan menjadi semakin kuat ke depannya.

Kemauan untuk mencoba yang akan membuka banyak jalan. Tidak pernah mencoba akan meninggalkan penyesalan. Jangan sampai kita bertanya kepada diri kita dikala sudah menua dan tidak bisa melakukan banyak hal. “Andai saja waktu itu aku…. ”

10. Aku hanya pandai berencana tidak pandai memulai.
Tidak, sama sekali tidak benar. Itu hanya pikiran yang muncul berdasarkan kemalasan, karena (mungkin) tidak mau bekerja kasar, sudah dalam kondisi tenang dan lain sebagainya.
Atau mungkin lebih parahnya kita mengargumenkan dimana setiap pengusaha yang ditemui tidak pernah menyingsingkan lengan bajunya untuk bekerja dan dibantu oleh banyak orang.

Sebuah asumsi yang terlalu jauh. Tidak ada pengusaha sejati yang tiba-tiba berhasil, semua tentu dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Kita hanya perlu untuk terus berdisiplin dalam menjalankan tujuan.

11. Aku harus sempurna.
Sebuah anggapan yang sama sekali tidak benar. Seringkali kita terlalu mengejar kesempurnaan, padahal tidak ada kesempurnaan yang bisa kita kejar, kecuali memenuhi pendekatan kebutuhan usaha atau konsumen .

Mungkin saja ketakutan untuk ditolak atau dikritik itu memang mengganjal pikiran. Namun coba saja dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu. Lakukan saja yang terbaik, kritikan itu tanda bahwa diri kita masih diperhatikan oleh banyak orang.

Satu pendapat yang mungkin sangatlah penting buat kita, yaitu pelanggan.

12. Aku tidak nyaman melakukan itu.
Semenjak kecil, Aku dibesarkan untuk menjadi rendah hati dan tidak menonjolkan diri, jadi aku benci untuk mengatakan aku lebih baik siapa pun atau apa pun.

Sangat benar, namun antara menonjolkan diri (sombong) dengan meningkatkan kepercayaan diri itu sangatlah berbeda. Percaya diri juga bukan untuk kemudian tidak rendah hati. Namun merupakan bentuk mindset yang dibutuhkan untuk membuat diri kita mampu menemukan kesempatan dan menjalankannya dengan baik.

Namun bila kita mengeluarkan banyak alasan yang intinya hanya takut keluar dari zona nyaman, itu hanya bentuk rasionalitas, perlu sedikit merubahnya.

13. Aku tidak melihat orang lain bisa.
Oh, mereka mendapatkannya.

Kita tidak pernah tahu bahwa untuk mendapatkannya itu selalu dalam perjuangan yang tiada henti. Hingga muncul semua dalam kondisi hebat. Ide yang hebat dan produk yang hebat.

Ketika kita berharap tidak ada yang bisa mendapatkannya selain kita, justru saat itulah hanya kita yang sedang tidak mendapatkan apapun. Karena kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain dan lupa dengan apa yang seharusnya kita kerjakan.

14. Ini terlalu keras.
Perjalanan yang sungguh sulit.

Betul. Bila kita selesai duduk dan langsung berlari jauh tanpa berhenti. Cobalah untuk membuat langkah menjadi lebih kecil. Jalankan satu per satu dengan baik, selangkah demi selangkah dan terus disiplin menjalankannya.

Maka kita tidak akan pernah menyangka bila ternyata kita sudah sangatlah jauh.

15. Aku malu jika gagal.
Secara umum, kegagalan orang lain atau kemalangan orang lain itu adalah hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Dengan berbagai ekspresinya, ada yang pura-pura peduli namun sebenarnya mensyukuri, ada yang terang-terangan membicarakan dengan banyak orang.

Orang yang membicarakan kita, pada dasarnya karena mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kesukaan orang membicarakan orang lain itu tidak dalam konteks peduli, karena bila peduli tentunya mereka tidak akan membicarakannya, namun langsung membantunya menemukan solusi atas kesulitan kita.

Oleh karenanya, tidak perlu untuk malu dalam melakukan usaha. Kehidupan kita ada ditangan kita masing-masing bukan ditangan orang lain. Itulah alasan untuk tidak menjadi pengusaha bagian terakhir. Bagaimana pendapat Anda?

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

Salam Air.

Pencarian yang datang:

  • alasan seseorang tidak berminat menjadi wirausaha

8 thoughts on “15 alasan untuk tidak menjadi Pengusaha (selesai)”

  1. Salam kenal gan, kalimat ini yang sangat inspiratif buat saya:
    “Orang yang membicarakan kita, pada dasarnya karena mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kesukaan orang membicarakan orang lain itu tidak dalam konteks peduli, karena bila peduli tentunya mereka tidak akan membicarakannya, namun langsung membantunya menemukan solusi atas kesulitan kita.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *