kaya mental miskin

5 Ciri Mental Miskin

Mental miskin. Siapa yang mau punya mental miskin? Tidak ada satu pun akan menjawab mau memiliki mental miskin. Setiap orang yang berpikir normal akan menolak memilikinya, sehingga banyak yang menolak mengakui punya mental yang miskin meskipun sebenarnya bermental miskin.

Seperti Apa Sebenarnya Mental Miskin itu?

Mental ini sebenarnya penyakit masyarakat yang berasal dari pendidikan, cara mendidik hingga pergaulan. Apakah bisa diubah? Bisa. Namun butuh proses ajar yang tidak sebentar, dan butuh lingkungan yang tepat untuk mengubahnya.

Ada beberapa ciri-ciri orang bermental miskin, yang banyak serta bisa dengan mudah ditemukan. Baik itu dilingkungan keluarga hingga lingkungan pergaulan serta lingkungan masyarakat sekitar. Penyakit mental miskin ini bukan hanya dimiliki oleh orang Indonesia, diberbagai negara lain mental seperti ini juga menjadi bagian kehidupan mereka.

Ketakutan pikiran, tidak mau membantu, senang dengan kesusahan orang lain (terutama) dalam hal harta benda merupakan ciri utama mental ini. Pemilik mental ini bukan berarti orangnya miskin secara harta, malah banyak sekali orang-orang bermental miskin ini justru memiliki harta benda yang berlimpah.

Ciri-ciri Mental Miskin

1. Pelit dan Pikiran Takut

Ada ungkapan “kalau tidak pelit tidak bisa kaya”. Ungkapan yang sering dijadikan alibi untuk membuat perilakunya jadi tampak wajar. Ini sebenarnya masalah pribadi orang tersebut, namun sifat pelit yang berlebihan akan mengganggu perputaran dunia. Baik dunia pertemanan maupun tetangga.

Pelit tidak selalu diartikan tidak mau menyumbang harta, namun juga bisa diartikan tidak mau menyuguhkan air minum saat ada teman, tidak bersedia mengeluarkan tenaga untuk kerja bakti dan sejenisnya. Ini biasanya dikuasai pikiran takut kehilangan atau kehabisan sesuatu.

Kalau Anda merokok kemudian selalu meminta rokok temannya dan tidak mau membagi rokoknya, tentu saja ini akan jadi menyebalkan lama kelamaan. Bukan begitu?

2. Tidak Menghargai Karya Teman Sendiri atau Orang Lain

Pernah saya tuliskan tentang orang mental miskin yang selalu meminta gratisan produk temannya. Orang-orang dengan ciri mental ini, tidak pernah paham atau bahkan tidak mau tahu untuk menghormati jerih payah teman dan orang lain dalam menghasilkan karya.

Baca: Stop Minta Gratisan Produk Temanmu, Stop Mental Miskin

Bagi mereka, meminta-minta sudah seperti budaya yang wajar. Mereka yang seperti ini bahkan tidak akan pernah memahami bahwa berkarya itu membutuhkan banyak tenaga, waktu bahkan uang. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan pertemanan untuk mencari gratisan.

Bagaimana perasaanmu kalau sudah 3 tahun berkarya kemudian datang seorang teman dengan enteng bilang “minta?”.

3. Merendahkan Orang Lain

Saat kamu datang kepada mereka menawarkan produkmu, biasanya mereka akan menyepelekanmu, menganggapmu tidak berkompeten dengan produk itu, hingga dengan mudah mengatakan “ah aku juga bisa bikin seperti itu”. Seakan-akan saat datang dengan produk, kita sedang akan merampok mereka. Begitulah mental miskin.

Orang-orang ini tidak akan rela melihatmu berhasil, mereka akan terus menerus membuatmu gagal melalui berbagai cara dan berbagai alasan. Orang seperti mereka ini akan langsung sakit hati saat melihat kita berhasil bahkan sukses, mereka tidak akan bersedia melihat bagaimana susah payahnya kita berusaha.

4. Susah Menerima Kenyataan dan Mudah Curiga

Terus menerus menganggap bahwa dirinya pasti lebih baik dari orang lain, terus menerus menganggap bahwa orang lain hanya beruntung bisa seperti ini atau itu, dan sejenisnya.

Tidak ada keinginan untuk mengakui kenyataan serta kemampuan diri dan menerima atas apa yang terjadi. Ciri yang seperti ini biasanya bisa dilihat dari responnya saat mendengar keberhasilan orang lain.

5. Suka Memfitnah

Sering ketemu atau melihat orang suka memfitnah? Nah sebenarnya dia sedang ingin mengatakan kepada banyak orang bahwa dirinya sedang iri dengan keberhasilan orang lain yang difitnahnya.

Bahkan orang-orang atau kelompok yang suka menikmati fitnah juga bagian dari mental miskin. Dan ajaibnya, di Indonesia ini ada saja fitnah berjamaah dan mereka ini menikmatinya.

—|

Penyakit orang banyak ini, bukan untuk dijauhi. Kita harus paham dan tidak meninggalkan mereka. Karena mereka ini sebenarnya sedang sakit, maka sudah selayaknya yang memiliki mental kaya untuk ikut andil menyembuhkannya. Sakit hati? Sudah pasti. Sabar ya.

Salam Kreatif

Pencarian yang datang:

  • Mental miskin
  • ciri ciri orang miskin
  • ciri-ciri orang miskin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *