6 Langkah Membangun Bisnis Model

Business Model haruslah adaptif dan dapat berubah secara bertahap atau bahkan secara radikal. Ketika bisnis masih dalam tahap awal usaha biasanya akan banyak berhadapan dengan inovasi yang begitu banyak mengganggu pikiran atau kecepatan perubahan yang terjadi dalam lingkungan maupun pasar.

Kemudian akan muncul pertanyaan, bagaimana pebisnis bisa membedakan atau menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengubah bisnis modelnya? Dan kenyataan yang terjadi dimana banyak peristiwa yang mengambil alih bisnis dengan caranya sendiri, dan bagaimana membuat pilihan yang bagus/bijak antara tetap melakukan model bisnis yang sudah disusun di awal atau segera memunculkan bisnis model baru?

Saya ambil contoh dari produk saya yang sedang dalam proses pembangunan, yaitu pingpoin. Dimana konsep yang diusung mempunyai tingkat inovasi tinggi, sehingga saya harus memperhatikan arus kas yang sudah dan akan muncul. Kemudian ideasi yang dilakukan untuk pingpoin pun mempunyai banyak perubahan, apalagi manakala muncul ide yang yang begitu menggoda untuk merubah alur konsep pingpoin. Haruskah saya merubah konsep itu segera?

Di area ini, mungkin kita harus bisa belajar bagaimana membuat management tentang strategi. Dimana arus informasi yang begitu cepat, tentu akan membawa perubahan strategi yang strategis untuk kita. Konsep yang relevan dengan ini adalah tetap waspada dan menyadari segera perubahan yang terjadi agar tidak terlambat.

Transformasi model bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang besar dan mapan, belum tentu cocok untuk diterapkan di perusahaan yang masih start-up. Karena start-up dan perusahaan besar mempunyai skala kebutuhan yang berbeda.

Berikut ini beberapa pemikiran awal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat pilihan, apakah akan tetap meneruskan prinsip business model yang sudah ada atau merubahnya segera.

6 Langkah Bisnis Model;

Konsistensi

Adakah unsur-unsur bisnis model yang konsisten dengan satu sama lain? Apakah mereka cocok satu sama lain dan masih saling memperkuat sehingga terjadi sinergi yang bagus?

Skalabilitas

Pikirkanlah skala; pilih salah satu potensi terbesar yang bisa terjadi dalam produk atau bisnis anda. Dan pikirkanlah sebelum dan setelah di launching. Bentuk model produk yang mampu mengoptimalkan skalabilitas, sering bisa menjadi sebuah perusahaan start-up menjadi perusahaan besar jauh lebih cepat dari model konsultansi atau jasa.

Fleksibel

Pilih model bisnis yang masih menyimpan potensi terbuka dan mudah beradaptasi dengan keadaan, perubahaan, lingkungan hingga anda mengenal lebih jauh pelanggan Anda dan calon pelanggan Anda.

Inovatif

Cari bisnis model yang berbeda dari model bisnis yang ada, terutama ketika Anda butuh membedakan diri dari yang lain atau apa yang ingin Anda capai dari penawaran yang berbeda dari situasi yang ada.

Kesederhanaan

Anda bisa memilih bisnis model yang paling lurus ke depan. Beserta kompleksitas yang secara otomatis mengikuti manakala Anda mulai masuk ke rincian implementasi.

Pengulangan

Apakah mungkin bisnis model bisa menjadi sebuah formula yang dapat di ulang-ulang hingga menjadi sebuah ketetapan? Ini akan memungkinkan kombinasi produk yang tumbuh diluar pasar yang ada, yang bahkan mungkin ketika memasuki fase industry lebih besar, bisnis model baru yang diterapkan sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis model yang lama.

Salam kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *