kunci-produktivitas

6 Langkah Meningkatkan Produktivitas Berkarya

Siapa yang tidak ingin menjadi lebih produktif? Orang semangat berkarya pasti ingin meningkatkan produktifitas dari hari ke hari. Menjadi produktif dan meningkatkan produktivitas berkarya maka itu berarti fokus pada pekerjaan penting dan menyelesaikan semua pekerjaan tanpa terganggu dengan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Ada tantangan besar dalam langkah meningkatkan produktivitas berkarya, salah satunya adalah disiplin. Tanpa disiplin kuat, seorang pengusaha besar tidak akan pernah berhasil menguasai produknya. Tanpa disiplin yang kuat, seorang programmer tidak akan pernah berhasil menguasai kemampuan pemrograman yang bagus dan cenderung masuk dalam kategori “yang penting bisa”.

Jika tidak disiplin, tidak akan pernah ada kerja cerdas dan kerja lebih cepat.

Mempertahankan kedisiplinan berkarya semakin berat belakangan ini. Karena seakan-akan lingkungan melawan semua itu. Status teman di sosial media, bisa menjadi pemicu hancurnya fokus akan pekerjaan hari-hari itu. Belum lagi godaan video yang tersaji di sosial media, sanggup mengganggu pikiran yang seharusnya bekerja fokus saat itu. Dan banyak lagi.

Semua teknologi terkini telah berhasil mengangkat diri kita menjalani kehidupan modern, namun perlu diingat juga bahwa ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi dengan segala kemudahannya membawa kemajuan dalam kehidupan berbisnis maupun berkarya, namun juga bisa membunuh kehidupan bisnis serta karya kita dengan cepatnya informasi yang mampu mengganggu pikiran.

Sekarang ini adalah jaman dimana lingkungan “bertindak melawan” kita dalam usaha untuk meraih kedisiplinan dan produktifitas. Anda bisa menghindari facebook hari ini, namun Anda tak bisa mengelak dengan cuitan seseorang di twitter yang memancing emosi Anda. Dan begitu seterusnya.

Setiap usaha yang sudah dibangun, selalu menuntut produktifitas melalui kedisiplinan yang tinggi.

Membangun (kembali) produktivitas merupakan solusi terbaik dalam berkarya. Langkah meningkatkan produktivitas merupakan solusi terbaik dalam berkarya. Bila Anda adalah karyawan atau pegawai negeri, hindari bermain sosial media ketika jam kerja kecuali itu bagian dari tugas pekerjaan Anda. Bila Anda seorang wirausahawan, maka semakin penting bagi Anda untuk mulai berhenti melihat sosial media, luangkan waktu lebih besar untuk melihat pekerjaan atau bisnis Anda.

Kembalilah melihat apa gol masa depan yang akan dibangun, bangun dari ketertinggalan yang semakin jauh. Berikut ini ada 6 langkah meningkatkan produktifitas berkarya:

1. Perjelas mimpi masa depan

Mungkin ini sudah biasa, tapi sangat penting bagi kita untuk terus mengingat kembali apa mimpi masa depan yang ingin dicapai. Kembalikan semangat meraih masa depan ke dalam jalur yang lebih tepat. Jangan biarkan “distraksi” membawa pikiran / fokus Anda menjauh dari frame mimpi masa depan yang sudah dibangun.

Dengan kembali memperjelas mimpi masa depan, maka kita bisa lebih mudah melihat kembali jalur masa depan. Ini bisa membantu produktifitas, mengembalikan semangat produktif dalam berkarya. Dengan begitu, semua tujuan masa depan bisa lebih cepat terwujud.

Jangan lupa, pikiran adalah penipu tercanggih didunia. Pikiran bisa memanipulasi semangat serta keinginan untuk tidak mengerjakan apapun secara semestinya. Ambil waktu 1-2 jam untuk terus memperjelas impian masa depan.

Ini seperti pemanasan ketika akan melakukan sesuatu. Bila dalam olahraga golf, kita perlu melakukan stretching pemanasan agar badan tidak kaget manakala melakukan swing.

2. Mengubah lingkungan kerja

Bekerja dengan ponsel ada disebelah laptop atau buku Anda, tentunya sangat mengganggu. Benar?

Mulailah memaksakan diri untuk mengabaikan banyak hal yang muncul dari ponsel ketika sedang melakukan pekerjaan. Hindari godaan SMS, chatting BB dan sejenisnya. Apalagi sampai berhenti hanya untuk berkelana dalam ponsel, hindari itu. Kalau perlu berhenti Online. Lupakan semua status di sosial media apapun.

Terus disiplin untuk mengerjakan sesuatu, buang penundaan yang muncul dalam pikiran dengan berbagai alasannya. Fokus saja mengerjakan pekerjaan Anda. Tentu saja, sesuai dengan kaidah wirausaha, kerjakan sesuatu sesuai kemampuan, tidak dengan mengerjakan semuanya.

3. Waktu istirahat

Seringkali kita mengatur jadwal secara padat dan terlalu ambisius. Kenyataannya, saat mulai mengerjakannya semua menjadi berantakan. Ketika waktunya berhenti, kita kehilangan momen untuk menyelesaikan hal-hal penting dan kadang muncul keheranan apa saja sebenarnya yang sudah kita lakukan.

Manusia bukan mesin, tentu begitu juga kita. Kita manusia memiliki emosi, lelah serta mental yang turun naik dalam menghadapi kehidupan. Bekerja keras tanpa istirahat justru akan mengurangi produktivitas. Pastikan kita memiliki jadwal untuk beristirahat secara reguler.

4. Membagi Tugas

Menumpuk serta membuat pekerjaan menjadi dalam waktu yang sama bukan produktivitas yang disarankan. Ini sama mirip dengan penundaan. Pekerjaan disatukan dalam waktu yang sama dan bahkan banyak diluar sana, orang yang menimpakan pekerjaan dalam satu waktu yang sama dan mepet. Ini sangat tidak disarankan.

Bila Anda harus menjawab email, maka buatlah batasan ketika menjawab email, misalnya hanya 3-4 kali sehari. Atau menelpon klien sebanyak 4-5 klien dalam sehari. Mengapa begitu? Karena emosi dalam pikiran kita mudah berubah dalam satu waktu ke waktu lainnya. Maka ini bisa mengurangi produktivitas berkarya.

5. Memantau hasil pekerjaan diri sendiri

Buat daftar pekerjaan yang bisa dilakukan ceklis. Apapun yang sudah selesai atau belum, Anda bisa menambahkan data keterangan hasil pekerjaan hari ini. Bisa juga melakukan pembuatan jadwal apa yang akan dikerjakan sekalian setelahnya.

Ambil secarik kertas, tuliskan semua pekerjaan hari ini, dan buat keterangannya begitu selesai mengerjakannya. Jangan tunggu semua pekerjaan selesai. Ingat, kita perlu mengembalikan kedisiplinan agar produktivitas semakin meningkat.

Baca juga:

  1. Pencuri Waktu
  2. Aturan 80/20: Bekerja Lebih Cerdas

6. Membuang pikiran yang tidak perlu

Tanpa kemauan untuk membuang pikiran atau keinginan yang tidak perlu, kita akan berada dalam kondisi dimana kita kehilangn efisiensi serta efektifitas. Makan siang tidak harus sesuai dengan keinginan yang tiba-tiba muncul, sementara keberadaan makanan tersebut jauh dari wilayah pekerjaan kita bukan?

Tidak jarang, kita juga akan mendapati pikiran kita berkata, “oh pekerjaan ini mudah, masih bisa dikerjakan esok hari”. Inilah pikiran yang tidak perlu.

Kembali ke poin 5, selesaikan pekerjaan yang sudah direncanakan pada hari ini dan tidak ada penundaan (procastination) sehingga kita akan lebih efektif menyelesaikan beban pekerjaan serta meningkatkan produktivitas berkarya untuk esok hari dan esok harinya lagi.

Bila keputusan tidak bisa dilakukan dengan baik dalam membuang pikiran atau keinginan, bukan tidak mungkin, kita akan bertemu dengan situasi dimana kita akhirnya dipaksa untuk memutuskan banyak hal dalam waktu yang sama. Tentu ini tidak disarankan.

Mulailah hari ini juga. Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, segera!

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

Salam Kreatif

1 thought on “6 Langkah Meningkatkan Produktivitas Berkarya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *