7 Sifat Buruk Manusia untuk Marketing

7 Sifat Buruk Manusia
7 Sifat Buruk Manusia

Dalam keseharian kita, tentu saja sebagai personal sosial yang lebur dan berada dalam masyarakat, kita sering menemukan hal-hal yang menjadi kebiasaan orang lain. Dengan sifat dan sikap masing-masing, seseorang tidak jarang akan mempertunjukkannya dengan sengaja (high profile) ada pula yang sengaja menutupinya (low profile).

Dari setiap hal yang dibawa, benda yang menempel hingga cara bicara yang dikeluarkannya, berguna untuk membuat orang (lawan bicara atau yang melihat) “menilai” bahwa ada sesuatu (hebat atau tidak) dalam diri orang tersebut. Sikap-sifat seperti ini memiliki makna dan juga area sendiri dalam dunia bisnis. Perhatikan sejenak; Handphone terbaru yang digenggamnya, baju branded yang dikenakannya sampai juga sepatu yang dipakainya. Dan tanyakan pada diri Anda; mengapa orang memilih memakai benda-benda ber-merk tersebut?

Berikut ini ada 7 sifat buruk manusia yang bisa dijadikan landasan untuk memaksimalkan pemasaran;

1. Kebanggaan

Steve Job, berhasil membangun Apple menjadi produk yang berdiri dalam posisi “kebanggaan”. Setiap orang yang memiliki iPhone, iPad, iPod dan semua produk Apple, merasakan kebanggaan tersendiri lebih dari produk yang lainnya. Konsep marketing yang diterapkan fokus untuk membangun kebanggaan yang memang ada dalam diri manusia.

Manusia, memang suka untuk menonjolkan diri bahwa dirinya memiliki sesuatu yang lebih atau “wah” dibanding orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga orang yang memiliki sifat bangga yang besar akan dengan mudah masuk ke dalam lingkaran pasar “mereka”.

2. Tamak

Sifat tamak ini lebih menjurus kepada ingin memiliki semuanya tanpa batas. Dan tidak membiarkan orang untuk boleh memilikinya.

3. Iri

Sering bukan kita melihat orang lain memiliki sesuatu kemudian kita tertarik untuk punya?. Banyak dijumpai hal ini. Dan marketing hanya perlu menerapkan waktu yang pas untuk memasukkan produknya ke dalam pikiran orang-orang yang sedang diliputi iri.

4. Amarah

Sifat yang ini, sering digunakan untuk membuat orang yang sering tidak puas dengan produk satu dan produk lainnya. Orang yang memiliki sifat ini, tidak mudah puas untuk memiliki “sesuatu”.

5. Nafsu

Hampir mirip dengan sifat amarah. Sifat penuh nafsu juga memudahkan orang untuk terus membeli tanpa menghitung kemampuan.

6. Rakus

“Beli 1 dapat 2”

Sering kita melihat promosi atau iklan yang menampangkan tulisan seperti itu. Dan, itu berhasil!. Tanpa sadar, kita akan dengan suka membeli hanya agar mendapatkan produk tersebut 2 kali lipatnya (meski kadang yang 1 akhirnya tidak digunakan). Dengan sifat yang seperti ini, marketing atau pengkonsepnya bisa menerapkan manajemen pemasaran sesuai dengan produk dan targetnya.

7. Malas

Sifat terakhir ini (malas) paling sering kita jumpai. Orang cenderung malas melakukan hal-hal yang dianggapnya sepele atau tidak berkelas. Dan sering juga, sifat malasnya manusia ini dijadikan standard procedure untuk berbagai layanan. Contohnya; Delivery service.

7 sifat buruk manusia diatas bisa dijadikan standard untuk membuat konsep pemasaran produk Anda. Kita bisa mengolahnya saling menyilang dari 1 point ke point lainnya dan akan menghasilkan banyak konsep untuk produk kita. Bila Anda ingin menambahkan contoh-contoh dari setiap point di atas, silahkan masukkan di kotak komentar.

Salam kreatif.

 

2 thoughts on “7 Sifat Buruk Manusia untuk Marketing”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *