Meme-Client-Budget

Alasan-alasan Mengapa Pembuatan Aplikasi Mobile Mahal

“Kok bisa mahal ya Mas, padahal aplikasi ini sederhana”

Kalimat seperti ini, baik persis sama maupun mirip-mirip sering sekali saya dapat setelah diskusi tentang brief pembuatan web aplikasi maupun aplikasi mobile. Sebagai developer aplikasi, hal ini tentu saja lumrah. Semua dikarenakan faktor pemahaman tentang seperti apa development yang belum dimengerti, juga karena banyak sekali yang asal jual murah dalam pembuatan aplikasi.

Bisa mahal karena pada kenyataannya ada fitur-fitur yang membutuhkan development secara native (custom), sehingga memudahkan pengguna. Juga ditentukan oleh konsep aplikasi yang akan dibangun. Angka pembuatan aplikasi memang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Dan angka yang memang (sangat) normal. Aplikasi statis dengan konsep yang sangat sederhana tentu akan menelan biaya hanya beberapa juta (tetap saja bernilai jutaan), misalnya aplikasi radio streaming dengan menarik IP ke template statik yang sudah ada bukan dibuat ulang dengan phonegap maupun template siap pakai.

Sebuah aplikasi permainan (game) bisa mencapai biaya lebih dari 100juta, apalagi dengan development yang kontinyu, tentunya akan menambah biaya operasional. Sebuah aplikasi native berkonsep media bisa memerlukan biaya hingga puluhan juta. Saya pernah mendevelop aplikasi untuk golf dengan metode real time scorecard, bila dihargai mungkin akan mencapai 200jutaan. Selain fitur interaktif juga pemrograman yang membutuhkan algoritma rumit.

Pedagang template siap pakai yang menamakan diri sendiri sebagai programmer memang bisa saja memberikan harga ratusan ribu rupiah, dan inilah yang merusak dan menurunkan nilai keilmuan dari programmer yang sebenarnya, yang mendevelop, membangun algoritma dari awal dan menyatukannya dengan tampilan (User Interface) dengan hasil yang halus dan akses aplikasi yang cepat. Dan dasar dari semua itu adalah nilai gaji atau biaya perjam dari programmer yang memang tinggi.

Biaya pembuatan maupun gaji yang menuntut tinggi, telah membawa programmer-programmer yang hebat di Indonesia ini lari ke perusahaan-perusahaan diluar negeri, tentu saja selain prestige. Belum lagi, edukasi tentang pemrograman aplikasi yang memang tidak semudah menggoreng tempe, ditambah biaya sekolah yang tinggi.

Komponen biaya pembuatan aplikasi tidak hanya dari pemrograman, namun juga dari komponen pembuatan desain. Dari mulai desain logo, ikon, hingga gambar contoh untuk desain aplikasi itu membutuhkan biaya. Biaya desain dari desainer aplikasi tetaplah berharga jutaan rupiah. Terakhir harga pasar untuk desain aplikasi adalah 20jt untuk 15 halaman.

Belum lagi, aplikasi mobile akan butuh untuk di update demi menyesuaikan core update dari OSnya, kalau tidak dilakukan update maka aplikasi tidak akan jalan di OS yang baru. Maka sudah tentu Aplikasi Web maupun APInya akan ikut disesuaikan. Dan ini akan terus berkesinambungan, tidak hanya berhenti sekali jadi. Maka biaya akan terus muncul selama aplikasi belum dimatikan.

Silahkan dilihat di beberapa situs pengecek harga, semua akan menunjukkan biaya sesuai dengan konsep yang akan dibangun;

http://www.kinvey.com/app-cost-estimator
https://www.otreva.com/calculator/#
http://howmuchtomakeanapp.com/

Silahkan dilihat pula estimasi rata-rata kebutuhan pembuatan aplikasi mobile dalam hitungan jam dalam tabel berikut;

Tabel Rate

Kelas atau pengalaman perusahan maupun programmer akan menentukan biaya yang muncul dari pembuatan aplikasi mobile mahal atau tidak. Pemula tentu saja sadar untuk menghargai diri sendiri, begitu juga dengan yang berpengalaman.

Mari belajar saling menghargai, bila produk kerajinan buatan tangan Anda langsung dan dihargai murah atau bahkan asal-asalan tentu saja Anda tidak akan bersedia. Begitu juga dengan jasa/perusahaan pembuat aplikasi mobile. Semua ada hitung-hitungannya, tidak asal hitung. Saya sendiri sering menolak kalau diminta estimasi asal-asalan. Selain demi profesionalitas, juga demi menghindari kerepotan dikemudian hari.

Ada rupa ada harga, dan biaya menentukan hasilnya. Perlu diingat, semakin mudah pengguna menggunakan aplikasi maka semakin sulit pembuatannya. Ada unsur user experience dalam pembuatan desain dan itu mahal.

Salam Kreatif.

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *