Amien Rais Nyapres? Tidak, Baca Ini Dulu

Amien Rais Nyapres? Tidak, Baca Ini Dulu

Amien Rais nyapres? Tahan dulu, jangan langsung percaya dan telan mentah-mentah. Ingat bro, ini soal politik. Besok kawan, lusa lawan. Apapun bisa terjadi. Saya termasuk yang suka mengamati gerak-gerik Pak Amien Rais ini. Dari mulai era reformasi, pasca reformasi hingga era revolusi mental sekarang ini. Bagaimanapun beliau termasuk yang pernah berjasa menanamkan spirit perubahan.

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis dengan judul “Pak Jokowi, Tolong Carikan Pak Amien Rais Mainan” di blog ini untuk mencoba menganalisa bagaimana respon orang-orang Muhammadiyah dan PAN melihat pergerakan dari mantan ketua MPR ini.┬áPraktis dari semua komentar yang saya dapatkan ternyata masih juga gagap dan gugup melihatnya. Ini bukti sebuah kecerdasan dari Pak Amien, dalam percobaannya untuk berkelit akan situasi yang sedang membelitnya.

Situasi apa yang membuatnya harus berkelit? PAN ingin gabung ke Pemerintah saat ini di pemilihan presiden tahun 2019 nanti.

Ini merupakan situasi yang menyulitkan bagi Pak Amien Rais, karena gaya kritisnya yang terlanjur menghantam pemerintahan selama ini. Terutama karena sudah seringnya bergabung kesana kemari bersama dengan kelompok oposisi (Gerindra – PKS) dan terus menerus menyerang Pemerintah.

Niatan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk merapat ke kubu Presiden Jokowi sampai membuatnya mengancam akan gabung ke Partai Bulan Bintang bila itu terjadi. Bagaimana pun PAN adalah hasil karyanya, kalau boleh dibilang, PAN adalah taman bermainnya Pak Amien Rais dalam berpolitik, maka hegemoninya masih sangatlah besar. Namun apa mau dikata, semua itu hasil didikannya sendiri. Dalam beberapa kali kesempatan (terutama di dalam pemerintahan pusat) saya menemukan kader PAN yang tidak “sembodo” dengan koalisinya sekarang yaitu pemerintah.

Namun jadinya kontraproduktif, kader Muhammadiyah atau PAN terutama generasi milenial yang memang malas membaca, bisa dengan mudah beririsan dengan PKS atau bahkan HTI (organisasi terlarang) untuk terus menerus memposisikan diri sebagai oposisi (kalau tidak bisa dikatakan menyerang pemerintah padahal saat ini koalisinya pemerintah). Hanya karena tidak sanggup membaca atau boleh saya katakan Gagap bahwa semua ini hanya politik. Sesuatu yang sangatlah dinamis. Pegangan utama untuk tetap mendukung pemerintah yang sah pun terlupakan hanya karena gugup melihat situasi politik yang serba cepat, ditambah isu di media begitu cepat laksana peluru.

Untuk bisa keluar dari kelompok oposisi yang selama ini menjadi gerbongnya, Pak Amien butuh menciptakan harga yang tinggi dan pasti ditolak oleh Gerindra yaitu dengan menyatakan diri sebagai Capres!!. Bagi Gerindra, Prabowo adalah Capres tunggal dan abadi. Partai ini kan didirikan oleh Prabowo, sulit baginya menerima orang lain sebagai capres meskipun bukan tidak mungkin bisa terjadi.

Maka kemungkinan strategi nyapres ini sebagai jalan keluar dari oposisi dan kelompok 212 sangatlah besar. Karena besar kemungkinan juga PAN akan bergabung ke koalisi pendukung Pemerintah, dan Amien Rais butuh cara keluar yang jitu dari kelompok oposisi sekarang ini.

Pergerakan serta perubahan Pak Amien Rais seperti ini sudah sangat biasa, seperti yang saya tuliskan sebelumnya tentang beliau. Baginya memahami semua ini hanya sebagai ladang permainan politik, namun tidak bagi para pendukungnya sehingga ikut banyak terdistorsi dalam bagaimana bersikap, (sekali lagi) terutama pendukungnya dari generasi milenial.

Namun, apapun itu politik harusnya dipahami sebagai jalan untuk membangun kebaikan bukan untuk kerusakan. Tetap saja, bagi saya berpolitik dengan mengorbankan kemaslahatan tidaklah baik, apalagi sekaliber Pak Amien Rais. Kasihan pendukung yang harus bersusah payah membenarkan diri saat suatu waktu nanti Pak Amien Rais dengan mudahnya berubah arah.

Dibawah ini adalah ucapan dari teman akrab, yang secara garis besar persis mirip seperti pikiranku.

amien rais nyapres?

yang saya lihat, beliau sedang membuat pintu keluar dari koalisi dg gerindra dan PKS..
sudah lama terdengar kabar, zulkifli hasan akan merapat ke jokowi. tentu saja niatan itu ditentang keras amien rais. bahkan, amien mengancam akan gabung ke PBB jika PAN merapat ke jokowi..

itu kabar shahih dari sejumlah elit PAN yg saya dengar lebih sebulan lalu. seiring waktu, siapa tahu amien rais terdesak dan terpaksa ikut arus gerbong zulkifli hasan..

untuk bisa keluar dari koalisi “212” dengan elegan, satu-satunya cara adalah pasang harga tinggi: capres!

kalau ditolak, ada alasan yang cantik untuk keluar dari koalisi. dan seperti publik sudah mafhum, harga capres untuk amien rais dari koalisi “212” sudah pasti akan ditolak, karena buat gerindra prabowo capres harga mati dunia akhirat, tidak bisa diganggu gugat bahkan oleh imam besar umat FPI.

Tulisannya tidak sepenuhnya saya munculkan disini, ada beberapa yang saya potong sebagai bagian penghormatan saya kepada Pak Amien Rais.

Salam

2 comments found

  1. Menurut saya alamnya pak Amin Rais itu diluar pemerintahan sebagai kritikus. Kalo gak ada yang mengkritik pemerintahan, -pada membeo aja- bisa gak karuan pemerintahan saat ini.

    1. Poinnya bukan pada itu Mas.

      Yang saya khawatirkan adalah banyaknya pendukung atau pengidola beliau yang jadi kurang tanggap atas apa yang sedang dilakukannya, hingga menjadi asal membabi buta menyerang pihak lain yang tidak sepakat.. ­čśë

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.