Anak Kecil dan Sepeda (Pola Pikir Desain)

“Papa, aku ingin sepeda itu”, seru seorang anak kecil yang melihat sepeda mini berwarna hijau kepada Papanya.

Kejadian sederhana yang menarik serta memikat mata saya untuk mengamati kegiatan Bapak dan Anak tersebut di sudut sebuah pertokoan. Sang Anak yang terus memperhatikan dan lincah bermain di sekitar Sepeda itu sesekali menggandeng Ayahnya, sementara sang Ayah terlihat lebih fokus untuk melihat tingkat keawetan sepeda serta harganya tanpa menggunakan pola pikir desain yang lebih jauh.

Pernahkah kita terpikir untuk “sedikit” berpikir melebar atau “sedikit” lebih luas dalam menanggapi keinginan seorang anak?. Dalam sedikit cerita di atas, kita tahu bahwa dunia anak sangat berbeda dengan dunia orang dewasa. Seorang anak tentu menanggapi semuanya dengan pikiran kecil dan senang-senangnya. Dia tidak akan peduli dengan apa yang dipikirkan orang sekitarnya, karena memang perkembangan otak pikirnya sedang dalam proses pembangunan. Terbangun dari filterisasi apapun yang ada di sekitarnya.

Pernahkah kita mengajak anak kita berdiskusi tentang benda yang sedang disukainya? Tentang Sepeda misalnya. Ada baiknya bila kita tidak sekedar fokus dengan Sepeda tersebut hanya karena kita berpikir sedang kantong kering atau merasa mahal atau bahkan jelek dan tidak cocok buat anak. Ada banyak hal (cara) untuk membuatnya dia tahu akan banyaknya komponen yang membentuk benda-benda di sekitar kita.

Mari kita coba bangun daya imajinasi anak-anak, menggunakan pola pikir desain. Bila dia menginginkan Sepeda, coba bantu dia untuk membayangkan bagaimana sebuah sepeda itu bisa terbentuk. Dari mulai penyusunan kerangka, pembuatan roda dan ban hingga bagaimana sepeda bisa melaju kencang. Dengan membantunya mengerti akan banyak hal, anak-anak akan terbiasa untuk membentuk desain pikiran dalam otaknya. Ajak anak-anak untuk memahami pula kesenangan dan resikonya. Ini untuk membuat anak menjadi paham tiada kesenangan tanpa resiko.

Membentuk Pola Pikir Desain, perlu dikembangkan sejak dini (kecil) sedini mungkin. Itu yang membuat anak-anak bertambah imajinasinya untuk mengeksplorasi banyak hal. Bagaimana dengan fokus anak yang mudah berubah? Tidak perlu khawatir. Hampir setiap benda atau hal memiliki alur yang sama dalam proses pembentukannya. Kita tetap bisa memberikan arah pikir yang intens dan fokus dalam memunculkan ide hingga proses pembuatannya, hasil akhir adalah proses dari pola pikir desain itu sendiri.

Menggunakan sesuatu yang mudah dijumpai untuk edukasi anak-anak kita, tentu akan lebih mudah karena fase anak-anak selalu dipenuhi fase visual. Jadi, tidak perlu takut lagi anak kita akan menangis karena kita menolak membelikannya sepeda dan no over promise.

Salam Kreatif.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.