Prinsip Pareto 80_20

Aturan 80/20: Bekerja Lebih Cerdas

Sering saya menemui tanpa sengaja pemilik usaha (entrepreneur) kecil di Toko Furniture sedang memilih kursi dan meja untuk kantornya secara langsung tidak diwakili oleh asisten maupun karyawannya. Tidak hanya sekali saya bertemu dengan teman pebisnis yang bercerita bahwa mereka sering melungkan waktu untuk mengerjakan sendiri pekerjaan-pekerjaan yang semestinya dilakukan oleh karyawannya.

Tingkat kepercayaan yang rendah serta penempatan posisi dalam manajemen waktu yang salah namun masih sering dilakukan dengan berbagai alasannya. Inilah yang membuat produktifitas dalam berbisnis cenderung stagnan bila tidak bisa dikatakan menurun. Bahkan ada yang seorang teman yang mengatakan, “lebih baik saya kerjakan sendiri toh bisa saya kerjakan, dan bisa menghemat satu dua juta”.

Ini perilaku yang kurang tepat, banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis ketika kita sedang mengerjakan hal yang seharusnya dikerjakan oleh karyawan. Manajemen waktu yang tidak tepat. Sebagai pengusaha atau pemilik usaha, sudah harus berpikir sebagai pusat kontrol dari manajemen, sehingga memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk kebutuhan atau keuntungan lebih besar bagi perusahaan.

Bila perlu, paksakan untuk mulai memiliki karyawan apabila kita adalah seorang pemilik usaha yang sudah mulai sibuk kesana-kemari membeli peralatan atau belanja untuk klien. Dengan membayarnya 3 juta perbulan, kita bisa memanfaatkan waktu yang lebih banyak untuk menghubungi klien atau calon klien yang bernilai ratusan juta rupiah. Berhenti untuk mengambil porsi waktu yang penting bagi masa depan.

Perlu disadari bahwa prinsip aturan 80/20 manajemen itu berlaku untuk semua lini bisnis. Apapun bisnis itu.

Aturan 80/20 tidak sekedar manajemen waktu seperti membuat daftar pekerjaan atau batas waktu pekerjaan. Ini membangun kebiasaan dalam berpikir serta membangun usaha yang sedang kita jalani. Kebiasaan ini yang akan membuat kita menjadi lebih bisa bekerja cerdas. Karena banyak sekali bisnis yang hilang atau klien yang tertinggal hanya karena pekerjaan-pekerjaan kecil. Beberapa hal membantu aturan 80/20;

1. Menyewa Asisten

Sebagai pemilik usaha, tentu kita dituntut untuk terus membangun pendapatan yang bagus agar semakin maju. Limpahkan pekerjaan yang tidak dalam prioritas atau pekerjaan kecil kepada asisten. Dengan mengeluarkan tambahan biasa satu – dua juta perbulan, maka pekerjaan kita akan lebih banyak tertangani di tangan orang yang kompeten, dan bisnis menjadi lebih lancar ke depannya.

2. Buang pikiran “pelit”

Banyak sekali orang yang tidak bisa membedakan antara hemat dan pelit. Hemat adalah tindakan yang dilakukan sekecil mungkin namun bisa menambah besar penghasilan, sementara pelit adalah tindakan yang berdasarkan atas ketidakpercayaan kita terhadap orang lain. Karena pelit, kita lebih baik memilih untuk mengerjakan sesuatu yang seharusnya bisa dikerjakan oleh orang lain. Hingga akhirnya prioritas pekerjaan yang harus dikerjakan malah hilang entah kemana.

3. Tidak merasa bersalah

Orang-orang yang produktif seringkali sedikit malas dalam masalah waktu. Mereka tidak terlalu peduli dengan ukuran harus berangkat pagi dan pulang malam. Lebih penting menjaga produktifitas yang bisa menghasilkan ratusan juta dibandingkan harus tegang berpikir sepanjang hari. Dan tidak perlu merasa bersalah dengan hal ini.

4. Fokus pada Produktifitas

Setiap orang memiliki fokus waktu yang produktif. Seperti saya, waktu produktif adalah 3 jam sebelum beranjak menuju kamar tidur. Pagi hari hingga sore saya manfaatkan untuk melakukan lobi, minum kopi dan beristirahat dimanapun saya berada. Waktu yang produktif serta produktifitas yang tinggi akan membawa kita menjadi lebih besar, fokus dengan itu maka hidup kita akan banyak berubah.

Salam Sukses

*Aturan 80/20 ini dikenal dengan sebutan prinsip Pareto. Masih banyak sekali tip yang berhubungan dengan prinsip Pareto, sesuaikan saja dengan bidang bisnis.

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

1 thought on “Aturan 80/20: Bekerja Lebih Cerdas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *