Ulas Buku

Baca Ini, Agar Terhindar Dari Dosa Multilevel Marketing Media Online

Belakangan ini banyak sekali muncul berita-berita (via media online) yang entah berantah asal usul serta kredibilitasnya, sangat tidak jelas dan tidak bermutu sama sekali. Rata-rata pemberitaan tersebut memberikan judul provokatif baik provokasi kebencian, provokasi ketakutan maupun provokasi iming-iming instan dan provokasi psikologi. Kesemuanya menggunakan teknik psikologi.

Psikologi Ketakutan

Teknik psikologi ini biasa digunakan oleh para pemilik media tersebut dengan berbagai macam topik. Misalnya seperti gambar tentang Jokowi dibawah, pembaca ditakut-takuti bahwa Jokowi adalah PKI hanya karena ada gambar mirip wajahnya dan ada simbol PKI dibelakangnya. Kemudian ditambahi dengan caption tulisan yang semakin menambah takut. Orang yang merasa pikirannya sesuai dengan postingan tersebut biasanya akan bereaksi, “ternyata benar dugaanku” kemudian membagikannya tanpa melakukan cek dan ricek. Teknik ini dinamakan teknik psikologi ketakutan. Teknik yang biasa digunakan orde baru untuk membungkam rakyat Indonesia dari sifat kritis.

Berita-Hoax

Rasa Penasaran

Teknik lain yang dilakukan oleh para pemilik media ini adalah dengan membangkitkan rasa penasaran. Lihat gambar dibawah, saya yakin 80% orang akan penasaran untuk klik dan membacanya apalagi orang Islam. Padahal setelah dibaca, kosong. Hanya tulisan yang penuh satu halaman tanpa isi.

Berita-Hoax-Lain

Teknik-teknik marketing ini mulai marak digunakan oleh pelaku media online untuk menangguk keuntungan bagi mereka sendiri. Masalah isi berita valid atau tidak, fitnah atau bukan, provokasi atau tidak, itu bukan barang penting bagi mereka.

Bagi pelaku atau pemilik media seperti ini tentu saja ada banyak keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang bisa bermacam-macam contohnya; klik iklan yang naik, atau mungkin penurunan citra lawan politiknya. Sangat penting untuk diingat, tidak ada satu pun berita tanpa tujuan atau bahasa lebih inteleknya “Tidak ada satupun berita tanpa kepentingan“.

“Para clicking monkeys ini sama merepotkannya dengan penyebar info palsu. Berkat merekalah info makin tersebar. Makin menyebar hoax itu, kian “seolah benar”. Anehnya, para monkey ini tak lagi antusias menyebarkan saat info yang benar muncul. Persis monkey, kalau buah di tangan tidak busuk, ngapain dilempar-lempar ke sana-kemari, mending dimakan sendiri”, kata Daru Priyambodo.

Sentimen

Teknik lainnya yang dilakukan para pemilik media ini biasanya dengan membuat judul bombastis serta membangkitkan sentimen. Dalam dunia internet marketing dikenal sebagai trik psikologi sentimen. Selanjutnya tinggal menambahinya ke dalam isi berita dengan metode menyuapi, memberi ketakutan, membangkitkan emosi, dan sejenisnya.

Perhatikan judul berita dalam gambar yang membangkitkan sentimen dibawah ini:

Berita-Hoax-Lainnya

Para aktor dibelakang dari media-media tersebut tahu betul apa yang harus mereka lakukan untuk menambah penyebaran berita sehingga semakin menambah pengunjung. Mereka tahu betul bagaimana membuat para clicking monkeys ini terus menyebarkan apapun berita yang mereka tulis. (Saya mulai menyebut mereka Internet Marketing bangsat).

Trik Nyepam

Dalam istilah dunia internet hal-hal seperti ini biasa disebut nyepam. Memberikan kabar asal-asalan yang penting disebarkan banyak orang, ada juga yang mengartikan teknik nyepam sebagai memenuhi beranda halaman sosial media orang lain. Bagaimana mereka merajut ulang setiap berita sehingga menjadi sebuah berita bombastis? Lihat gambar dibawah ini.

Contoh Teknik Nyepam
Gambar diambil dari beranda FB.

Ilustrasi ini sangat menggambarkan kondisi saat ini. Betapa Clicking Monkeys lebih mendominasi berita-berita asal-asalan yang semakin menguntungkan pemilik media dalam mengejar pengunjung dan tentu saja keuntungan. Lihatlah perbedaan berita yang dibagikan? Semakin bombastis, semakin membangkitkan rasa penasaran akan semakin banyak dibagikan. Sementara berita yang benar justru sedikit sekali dibagikan.

Mawas Diri

Internet yang mulai mudah di akses, media berita yang mulai mudah ditemukan, smartphone yang mulai canggih dan perkembangan digital lainnya. Semua ini produk intelektual yang tidak bisa ditolak, oleh karenanya sangat perlu untuk diimbangi dengan kecerdasan intelektual, agar kita sebagai pembaca tidak mudah tersesat, tidak mudah dibenturkan ke kanan atau ke kiri, agar tidak mudah dihasut dengan apapun hingga merugikan tatanan sosial kemasyarakatan.

Artikel busuk, perang opini, penyesatan kabar, pemutarbalikan fakta sangatlah mudah dibangun di internet. Dan bila terus menerus dikabarkan (terutama pada orang-orang bodoh) maka semua ini bisa (seolah-olah) menjadi seperti kebenaran, maka sangatlah membahayakan. Bayangkan, bahwa kita memiliki keturunan lantas apa yang akan terjadi bila sejak dari kita saja banyak informasi sesat yang sudah kita anggap kebenaran?

Karena pada dasarnya Manusia diciptakan rapuh dalam berpikir, maka akan lebih baik bila memperbanyak literatur bacaan sehingga tidak mudah terhasut dengan teknik-teknik marketing yang berkeliaran di internet. Lihat, baca, telaah, baca pembanding dari literatur lain, bandingkan kemudian diam. Agar kita selamat dari dosa berantai seumur hidup.

Semoga para pemilik media tersebut juga sadar dan berhenti menyebarkan berita demi keuntungan pribadi maupun keuntungan kelompoknya. Indonesia terlalu kecil untuk orang serakah seperti kalian namun Indonesia sangatlah luas bagi kami orang-orang yang ingin menikmati kedamaian, berpikir positif dan bekerja membangun negeri tercinta Indonesia.

Diamnya orang yang tidak tahu adalah kebaikan – KS

Untuk Indonesia Damai.

11 thoughts on “Baca Ini, Agar Terhindar Dari Dosa Multilevel Marketing Media Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *