Beberapa Contoh Bisnis Model yang Bisa ditiru

Beberapa Contoh Bisnis Model yang Bisa ditiru

 

Coba lihat perkembangan bisnis yang begitu marak saat ini. Layanan-layanan yang memudahkan pengguna dibuat sedemikian rupa untuk menarik jumlah pemakai. Bisnis model yang digunakan rata-rata adalah retail. Dengan menjual semurah mungkin dan menangkap pengguna sebanyak mungkin.

Mari kita simak, Bank-bank penerbit Kartu Kredit banyak menawarkan biaya gratis untuk iuran tahunan, juga mulai memberikan jasa loan dan cashback yang bisa dikembalikan sewaktu-waktu. Dengan tujuan membuat penggunanya bisa merasa “memiliki tabungan sewaktu-waktu”.

Begitu juga Google. Dengan iklan adwords pay per click berbiaya rendah, berhasil menangkap jutaan pengguna ke dalamnya. Bahkan ada biaya per klik seharga Rp. 60,- tentunya sangat menggiurkan bagi pengguna untuk mengiklankan produknya. Dan tebak saja, berapa total rupiah bila Rp. 60,- x jutaan pemakai?

iTunes, membuat lagu bisa dibeli dimanapun kapanpun. Perangkat teknologi smartphone yang di desain dengan konsep “memudahkan pengguna” menjadi bargaining position oleh mereka. Pengguna bisa bebas membeli dan mendownload lagu pilihannya ke dalam smartphone mereka.

Ini adalah konsep-konsep bisnis model yang terbalik. Pengusaha atau perusahaan dituntut proaktif untuk membuat publikasi dan inovasi sebanyak-banyaknya. Dengan bisnis model ini, layanan tak lagi sebatas “Anda beli, selesai”. Namun terus berkelanjutan dengan batas waktu tak terbatas. Ini sebuah metode yang sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis.

Satu kelebihan yang dimiliki bisnis model ini adalah Pelanggan membayar di muka. Sehingga arus kas menjadi bagus dan positif. Dan sistem retail makin menambah berkali lipat keuntungan bisnisnya. Pelaku usaha pun semakin tenang menjalankan usahanya.

Ditambah dengan semakin berkurangnya biaya marketing di kemudian hari, apalagi bila pelanggan sudah berjumlah banyak. Maka biaya marketingnya akan jauh lebih sedikit dibanding dengan metode beli Premium satu kali bayar mahal.

Konsep ini memudahkan aliran revenue (pendapatan) semakin mudah menjadi besar ke depannya. Dimana pilihan-pilihan strategis bisa banyak dilakukan oleh pelaku usaha untuk menambah inovasi atau pun kreatifitas.

Beberapa contoh bisnis model lainnya adalah:

1. Aqua dengan isi ulang
2. Espresso dengan kopi isi ulang
3. Gillette dengan menjual pisaunya dan menggratiskan gagangnya.
4. Dan banyak lagi.

Jadi apa Bisnis Model perusahaan / produk Anda?

Salam Sukses.

3 comments found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.