Berangkat dan Bergandengan Tangan untuk Palu dan Donggala

Berangkat dan Bergandengan Tangan untuk Palu dan Donggala

Hari jumat tanggal 27 september 2018 pukul 17.55 WITA, terjadi gempa bumi yang disusul dengan tsunami besar meluluh-lantakkan kota Palu dan Donggala. Indonesia seketika berduka, ribuan nyawa melayang, serta puluhan bangunan runtuh tersapu air. Pemerintah bergerak cepat, tanggal 28 september 2018, Presiden Indonesia Joko Widodo langsung bertolak dari Solo menuju Palu, acara jalan bersama yang sedianya diselenggarakan diubah menjadi acara doa bersama untuk Korban Tsunami Palu dan Donggala. Selanjutnya Presiden langsung terbang menuju lokasi.

Semua simpul relawan tak ketinggalan langsung berdiri dan bergerak menuju lokasi bencana, ratusan bahkan mungkin ribuan orang juga ikut tergugah untuk menyalurkan bantuan kepada para korban. Meski kondisi saat ini masih sulit untuk di jangkau, karena jalanan yang digunakan untuk menuju lokasi terkendala kondisi yang rusak. Kota terdekat seperti Palopo juga butuh sekian jam untuk mencapai lokasi. Belum lagi bila dari Makassar, maka perjalanan akan ditempuh lebih dari 12 jam perjalanan.

Indonesia Bergandengan Tangan
Indonesia Bergandengan Tangan

Saya mungkin satu dari banyak orang yang termasuk selalu cepat ikut terjun ke lokasi bencana, sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Rasanya bencana Lombok dan kali ini Palu adalah respon tercepat dari semua kejadian bencana yang ada di Indonesia selama ini. Belum pernah sebelumnya Presiden langsung meninjau tanpa menunggu waktu kurang dari 48 jam. Tidak bermaksud membandingkan dengan presiden sebelumnya, namun apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat kali ini sangat perlu di apresiasi.

Saya selalu mengalokasikan waktu dan kemampuan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana selama lebih dari 10 tahun ini. Di mulai dari Jogjakarta, Padang, Cianjur hingga terakhir kemarin Lombok. Kali ini, untuk Palu pun kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk segera berangkat. Salah satu rekan yang sudah sampai di Palu, telah memberikan informasi terkait kemungkinan – kemungkinan yang mungkin akan kami jumpai di perjalanan nanti.

Seperti yang sudah Рsudah, untuk terus dan tetap bersikap tenang dengan kondisi bencana merupakan keharusan. Hanya dengan tetap tenang semua hal bisa lebih cepat terselesaikan, sikap itu pun sudah ditunjukkan oleh Presiden kita, ini sangatlah positif. Saya rasa, masyarakat dari semua lapisan juga perlu untuk meneladani sikap tersebut sehingga tidak menimbulkan rusuh dan memperkeruh suasana.

Mari bergandengan tangan, Indonesia membutuhkan kekuatan positif dari semua pihak agar masyarakat Palu dan Donggala bisa lebih kuat menghadapi bencana alam ini.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.