Berpikir Desain

Berpikir Desain

Thomas Alfa Edison, di jaman dahulu berhasil menciptakan bola lampu listrik dan kemudian tercipta pula lingkaran industry untuk mendukung bola lampu tersebut. Penemuan bola lampu ini disebut sebagai penemuan terbesar.  Namun Thomas sangat menyadari bahwa penemuan itu tidak lebih dari sekedar sebuah tipuan mata apabila tidak didukung oleh system pembangkit listrik yang bisa membuat bola lampu tersebut menyala dan menjadi benar-benar berguna. Dan dia pun menciptakannya.

Sebuah penemuan, sehebat apapun, tidak akan bisa menjadi besar tanpa ada teknologi atau peralatan yang mendukung hingga penemuan tersebut menjadi benar-benar berfungsi. Penciptaan sarana pendukung sudah tentu menjadi mutlak sehingga manfaat bisa terjadi.

Untuk menciptakan hingga menerapkan sebuah karya menjadi tepat guna, dibutuhkan kemampuan berpikir (design) yang beda, yang sanggup menetapkan karya tersebut hingga menjadi sebuah penciptaan. Berpikir mencipta tidak sekedar membuat satu hal, tetapi juga bisa memahami kebutuhan dari karya yang kita ciptakan. Kita juga dituntut untuk memikirkan solusi dari karya yang sudah kita ciptakan. Pendekatan yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison, adalah sebuah contoh bagaimana “berpikir desain”.

Bila kita berada dalam wilayah sebagai produsen atau mungkin lebih kerennya “pengusaha”, tentu akan dituntut untuk juga memikirkan siapa yang akan membeli produk kita, siapa pula yang akan menjadi pelanggan setia bagi produk kita. Sehingga produk yang kita punya, bisa menjadi sesuatu yang mudah diterima oleh sasaran produk kita (konsumen).

Berpikir desain, adalah sebuah metode yang berupaya menumbuhkan inovasi secara berkesinambungan dengan berpusat pada sifat, perilaku dan etos manusia. Pemahaman secara menyeluruh, melalui observasi untuk mengetahui apa yang konsumen suka dan tidak suka, apa yang konsumen ucap atau tidak tentang produk kita. Sehingga menarik kembali kita ke dalam penggalian ide, pembungkusan, pemasaran dan penjualan produk kita.

Desain, tidak semata pembuatan layout atau mungkin pembungkus dari sebuah produk. Tidak pula sekedar membuat tampilan menjadi hidup. Namun lebih dari itu. Desain adalah bagaimana kita berpikir dari mulai awal – proses – pembentukan – hingga beredar di konsumen.

Selamat berpikir desain.

Salam kreatif.

Cross posting in Bloggerbekasi.com

5 comments found

  1. kalau membaca tulisan diatas, seperti langsung masuk ke dunia marketing. Dimana menciptakan suatu produk itu, ada baiknya mengikuti selera konsumen entah dalam hal bentuk, warna, kemasan, dan lainnya. Karena besr kemungkinan memang, produk yang kita hasilkan akan laku dipasaran, bukan hanya karena harga atau manfaatnya yang baik, tetapi faktor-faktor diatas juga dapat mempengaruhi konsumen dalam membeli barang kita.

    contohnya mungkin seperti teman saya mas, membeli sebuah barang bukan karena fungisnya atau harganya, tetapi karen bentuk dari barang itu yang menurutnya menarik.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.