Big Data

Big Data

Seorang pelanggan dari Target menerima brosur paket iklan dan kupon-kupon diskon untuk produk-produk kehamilan, yang kebetulan dirumah diterima oleh ayahnya. Ayahnya segera menelpon manager Target dan marah-marah besar bagaimana Target begitu ngawur mengirimkan diskon kepada anaknya yang belum menikah.

Dua hari kemudian Manager Target mendatangi rumah pelanggan itu untuk meminta maaf. Ternyata sang ayah keluar dengam muka muram dan bilang tidak perlu minta maaf, karena benar anaknya ternyata hamil. Target, sebuah perusahaan retail besar di Amerika seperti Walmart telah menggunakan “Big Data” untuk menganalisa pelanggannya dan lebih mentargetkan upaya marketingnya.

Big Data, adalah sebuah trend besar dunia internet baru, yang memanfaatkan besarnya data yang ada di dalam dan diluar perusahaan untuk menganalisa trend, dan mencari “insight” bagaimana dapat lebih efektip dalam berbisnis. Hal ini dimungkinkan karena semakin banyaknya jejak kita yang ada di dunia maya.

Kemana kita pergi, apa yang kita beli, website apa yang kita kunjungi, siapa sahabat kita di facebook dan linkedin, siapa yang kita telpon dari handphone kita, semuanya membuat mudahnya pemetaan kehidupan kita. Semuanya ada di “cloud” dunia maya yang dapat dimanfaatkan orang untuk apa saja.

Komputer yang ada di “Target” membaca data bahwa orang hamil memiliki kebiasaan membeli produk a,b, dan c, dan berhenti membeli x, y, dan z, dan ada kebiasaan baru beli barang p dan q. Dari sekian data, hal itu berarti 99.8 persen orang itu hamil. Maka secara otomatis komputer akan mengirimkan brosur-brosur kehamilan dan kupon diskon yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Google dan Amazon adalah dua perusahaan dengan Big Data yang selalu dipelari dengan seksama. Marketing pun mulai berubah wajahnya karena kemampuan komputer dan penyimpanan data yang super besar mulai dapat melakukan pengecekan alogaritma yang mampu membuat mesin paham akan keadaan kita dengan sangat jelas.

Dunia kedepan akan berubah lagi wajahnya. Kita menjadi semakin terpantau, alamat kita dapat dilihat google earth, foto kita tercecer dimana mana di dunia maya, kita berada dimana dapat dilacak GPS, siapa saja yang kita telpon, kita email, dan kita follow dapat di pelajari melalui Big Data. Akan ada lompatan baru lagi dalam pola pemakaian data kita di dunia ini. Selamat datang pada dunia baru.

*Tanadi Santoso, 25/8/2013

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.