Wirausaha

Bisnis itu Senang-senang Bukan Tegang

Parjo pulang dari kantornya jam 24.00 wib, setibanya di rumah dia langsung membuka kembali laptopnya dan kembali bekerja. Esok hari masih banyak hal yang harus diselesaikan. Parjo memiliki argumentasi dalam setiap harinya, bahwa dia butuh menginvestasikan waktunya dengan membangun karir usaha setinggi-tingginya. Maka dia tidak pernah sedikitpun melalaikan waktunya untuk bekerja keras membangun karir usahanya. 

Berbeda jauh dengan adiknya, Paijo. Paijo menjalani waktunya dengan penuh senang dan kesenangan. Dalam kesehariannya tidak pernah ada terlihat muka lelah, muram atau pun gelisah. Tipikal Paijo yang lebih senang berjalan pelan bahkan cenderung terlihat santai sering dijadikan bahan komentar oleh Parjo. Seringkali Parjo meminta adiknya itu untuk lebih totalitas dalam menjalankan kehidupan dan karirnya.

Parjo dan Paijo ini sama-sama memiliki usaha. Hingga sampai pada suatu hari, manakala Paijo sedang bersantai sepulang kantor, Parjo menegurnya.

“Pai, kalau tidak salah lihat, bukankah kamu baru 5 jam dari kamu berangkat kantor?”, tanya Parjo.

“Iya, kerjaan sudah selesai. Mumpung ada waktu sedikit, ya aku tinggal pulang dan istirahat saja”, jawab Paijo.

“Walah, apa nggak sayang dengan waktumu? Kamu kan lebih baik kamu kerjakan yang lain biar waktumu lebih efektif dan hingga tiba waktunya nanti kamu bisa leyeh-leyeh”, seru Parjo.

“Apalagi, dengan kondisi persaingan yang begini besar”, sambungnya.

Tiba-tiba Paijo dengan santainya mengatakan; “Mas, bisnis itu sejatinya senang-senang jadi meskipun harus terkena rugi atau bangkrut suatu hari, tetap terasa ringan. Tidak ada beban, karena bisnis ini senang-senang”.

—||

Moral inti dari cerita diatas adalah bahwa dalam mengerjakan pekerjaan apapun, buatlah dirimu senang terlebih dahulu, terutama dengan dirimu sendiri dan pekerjaanmu. Pekerjaanlah yang perlu untuk dicintai bukan pekerjaan yang mencintai kita, maksudnya, bahwa tidak ada satupun pekerjaan yang menyenangkan sekecil apapun hasilnya, oleh karenanya kita yang mengerjakan yang perlu mencintai pekerjaan yang ada di depan kita bukan menunggu mendapatkan pekerjaan yang kita cintai.

Penting sekali untuk tetap bersenang-senang dalam menjalani semua perjalanan bisnis ini. Jangan jadikan diri berpikir negatif hanya karena hal-hal remeh. Karena pekerjaan akan terus membutuhkan pikiran positif dalam menjalankannya.

Salam kreatif.

2 thoughts on “Bisnis itu Senang-senang Bukan Tegang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *