cara-membangkitkan-semangat-yang-hampir-padam

Bisnismu Bukan Milik Orang Lain

Pembeli: Hah? Kok mahal sekali, wong itu dibuat pakai barang bekas saja kok mahal…
Pengrajin: (termenung, miris dan sakit hati)

Kejadian seperti ini saya yakin (pernah) dialami oleh pengrajin-pengrajin pemula. Kata-kata yang menohok, menyakitkan bahkan merendahkan nilai sebuah kreatifitas. Sebuah produk kreatifitas yang dibangun melalui ketelatenan (ketelitian), ketekunan dan presisi serta keterampilan tangan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu.

Apakah ada yang salah dengan itu? Tidak ada. Tidak ada yang salah dengan semua itu, karena itulah bentuk pendewasaan serta semangat bagi pengrajin itu sendiri. Memang seperti itulah proses kematangan sebuah usaha harus dilalui. Semua bentuk usaha pasti akan menemukan gangguan kecil seperti itu, sudah sunnah Tuhan.

Pernah menyaksikan keindahan tari balet?

Begitu indah dan menghibur, bagaimana tubuh bisa meliuk-liuk, berdiri diatas jari kaki dan melompat tinggi tanpa jatuh dan sangat indah.

Pernahkah Anda menyaksikan latihan penari balet?

Disana akan Anda temukan begitu banyak luka, sakit dan perih. Penari balet sanggup berdiri diatas jari kakinya setelah melalui latihan ribuan kali. Harus melalui jari yang patah, pinggang yang memerah karena luka dalam, jatuh sakit karena salah posisi dan lain-lainnya.

Segala hal sakit, luka dan turun naiknya sebuah semangat terus menerus harus dihadapi. Dihadapi agar semakin kuat dan kuat. Begitu pula dengan dunia usaha. Tidak ada satu pun usaha di dunia ini yang tiba-tiba menjadi besar, dihargai orang lain, dipuja-puji dan sejenisnya tanpa usaha keras.

Sebagai pengrajin (maupun pengusaha), kita wajib terus belajar, berusaha keras, tegar menghadapi semua gangguan maupun hambatan. Dilecehkan, dihina, diinjak-injak bukanlah pintu penutup bagi usaha bisnis kita. Terkadang kita perlu melewati 9 jalan bebatuan sebelum menemukan 1 jalan halus dan landai.

Mulailah berteman dengan orang-orang yang memberi semangat, menyuntikkan pikiran positif dan bergerak bersama. Lupakan orang-orang yang tidak mendukung, itu bagian dari gangguan yang tidak penting untuk dipikirkan. Akan lebih penting untuk berpikir inovasi dan kreatifitas baru dalam menghasilkan produk.

Jangan biarkan orang lain menghentikan kemajuanmu, jangan biarkan orang lain menentukan masa depanmu, kemajuanmu dan masa depanmu milikmu sendiri. Kehidupanmu milikmu, bukan milik orang lain. Bisnismu Bukan Milik Orang Lain.

Salam Kreatif

1 thought on “Bisnismu Bukan Milik Orang Lain”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *