Para Blogger

Blogger, Dimanakah Kau Berada Kini?

Medio tahun 2005 – 2010, saya merasakan gegap gempitanya dunia Blogger. Ramai orang-orang yang berpandangan maju menuliskan pikiran dan pemikirannya ke dalam situs-situs web pribadi atau biasa disebut Blog. Senang rasanya menikmati tulisan teman-teman Blogger dari berbagai daerah dengan berbagai macam gaya; dari mulai serius hingga lucu. Bahkan Raditya Dika beserta semua kelucuannya juga berawal dari Blogger.

Entah mengapa, rata-rata Blogger memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan yang lainnya. Mungkin karena mereka pandai menggali informasi dibandingkan non Blogger. Banyak sekali Blogger yang berhasil menjadi “seseorang” yang mengawalinya dengan ngeBlog alias menuliskan isi kepalanya ke dalam situs Blog.

Banyak bermunculan tokoh hebat dari dunia Blogger, beberapa yang saya tahu seperti Agus Mulyadi (Mojok.co), Blontank Poer dan Iman Brotoseno. Juga para Blogger dari Jawa Timur yang aktif bergerak menulis disertai beragam warna tulisannya. Tidak ketinggalan juga para Blogger di berbagai wilayah luar Jawa seperti Angingmamiri dan Blogger Medan. Saya tergabung di Blogger Bekasi dan Depok karena kondisi rumah tempat tinggal yang ada di dua tempat tersebut.

Semenjak meletusnya sosial media seperti Fesbuk, Twitter, Instagram dan lainnya, perlahan namun pasti aktivitas para Blogger menurun pelan, pelan dan pelan hingga sulit sekali mengais tulisan-tulisan berbobot dari mereka. Banyak dari para Blogger ini lebih suka bersilat di beranda fesbuk sembari menyapa kiri kanan teman-temannya. Atau mengoceh terus menerus melalui twitter dan berfoto ria di instagram.

Ini membuat konten positif yang beredar di dunia internet menjadi berkurang drastis, tergantikan oleh berita-berita yang jauh dari nilai jurnalistik dan berisi konten provokatif. Belum lagi bermunculan media berita diluar kaidah jurnalistik yang mengaku sebagai media valid bisa terpercaya. Intinya, konten positif perlahan menghilang seiring dengan menghilangnya tulisan-tulisan para Blogger di belantara Internet.

Pacuan Uang Dollar

Iming-iming uang dollar yang menyeruak ke para Bogger juga disinyalir ikut membantu bermunculannya media-media semi blogging yang berisi konten negatif, minim tabayyun dan hanya memenuhi hasrat syak wasangka para pembacanya. Nilai positif yang dulu ditekankan sebagai acuan oleh para Blogger boleh dibilang (seakan) ikut menghilang. Tergantikan oleh tulisan atau artikel cepat saji menarik emosi.

Ini sungguh sangat disayangkan, karena masyarakat Indonesia boleh dikatakan belum sepenuhnya memahami dunia informasi yang sebegitu derasnya di Internet. Masih perlu waktu yang lebih panjang untuk memberikan informasi tepat guna kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh provokasi tulisan-tulisan yang beredar.

Waktu yang Tak Bisa Dicuri

Meletusnya berbagai macam tulisan negatif atau konten negatif di internet terutama di sosial media, perlu untuk diimbangi kembali oleh para Blogger dengan tulisan – tulisan inspiratif, keilmuan dan apapun yang bermanfaat. Untuk kembali menaikkan ini, perlu dilakukan “Reuni Blogger” agar pulang ke habitat aslinya, sehingga kembali menelurkan tulisan-tulisan inspiratif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Blogger pernah punya yang namanya Pesta Blogger, dan pesta-pesta lainnya yang sangat menghidupkan konten positif, karena semuanya terjaga untuk menuliskan yang baik. Saya merindukan suasana itu. Yang pasti, waktu yang tak bisa dicuri ini harus segera dikejar agar informasi konten positif bisa sejajar dan memenuhi lagi ruang internet yang menciptakan lagi internet positif. Namun seperti Grup Band Gigi bilang “Dimanakah Kau Berada Kini? Wahai para Blogger”.

Salam Blogger

4 comments / Add your comment below

  1. Salam Mas Kika hahaha.. betul.. Eh dulu juga Depok ada juga Priyadi 😀 😀 Sedjak era (Milis) MIFTA lewat, kita cuman komunikasi di Fesbuk ya mas hehe… Salam Blogger dimanakah berada, yang pasti yang disebut2 diatas sudah pada ga ngeblog kayaknya.

    Saya sih masih, di komunitas blogger dan di Relawan TIK juga banyak blogger. Coba kontribusi sosial di literasi digital.. mencoba menjadi bagian dari kerja besar literasi yang makin miris hari-hari ini.

    untk ngeblog, Walau cuman nulis ecek2 ga doler dolar an apa lagi copas capres cukup nulis brand produk aja yang diganjar kopdar suka ria karena ga ada yang “nasional” lagi, tinggal komunitas2.

    Soal konten positif, memang slalu disebut, siram dengan konten positif, tulisan2 yang informatif tidak menyesatkan. Ngeblog, walau sekedar “menginfokan” kelebihan produk secara pribadi, juga bernilai informasi.

    Kapan2 kita ngobrol mas Kika, ala-ala mifta perjuangan bin perjuangan haha.. mungkin malah ada peluang dengan RTIK nih menyerap ilmu mas Kika. Sudah lama pengen mendapatkan beragam pencerahan dari mas Kika, salah satu punggawa MIFTA yang menurut gw cocok dengan pola pikir gw juga. Web rtik di http://www.relawantik.or.id

    Salam!

    1. Siaap Mas hahahaha…

      Apapun untuk berbuat sesuatu, insya Allah saya bersedia. Soal belajar, mestinya saya yang belajar banyak dari njenengan..

      Salam

  2. Alhamdulillah Saya masih hadir hahaha.
    Ya memang harus diakui kalau jumlah bloger aktif sempat menurun drastis sejak zaman populernya Facebook, Twitter dan Instagram.

    Tapi, saya perhatikan dalam beberapa tahun belakangan ini jumlah bloger baru makin bertambah, didominasi oleh ibu-ibu. Memang sih kebanyakan kemudian kontennya adalah pesanan, lomba atau laporan sebuah event. Tapi mungkin memang trennya seperti itu.

    Hanya tinggal sedikit bloger yang benar-benar menulis apa adanya dan bukan karena ada yang pesan. Di komunitas kami (Angingmammiri) bloger seperti ini berimbang dengan bloger yang memang mencari uang lewat blognya.

    Saya sendiri, alhamdulillah sampai hari ini masih berusaha konsisten menulis apa adanya. Mencatat keseharian dan menceritakan hal-hal yang mungkin sudah jarang diceritakan warga biasa.

    1. Haloo Daeng

      Apa kabar? Hahaha…
      Lama-lama keberadaan kita bisa jadi fosil nih Daeng hahahaa..

      Salam kreatif selalu..

Leave a Reply

%d bloggers like this: