Bos Facebook pun Melirik Indonesia sebagai Pasar

Bos Facebook pun Melirik Indonesia sebagai Pasar

Kemarin, Indonesia digemparkan dengan kedatangan Bos Facebook Mark Zuckerberg. Berawal dari statusnya yang disertai foto saat berada di Candi Borobudur Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuannya bersama Para Penggiat dunia digital dari mulai programmer web hingga mobile. Juga pertemuannya dengan Presiden Terpilih Joko Widodo.

Benarkah bos Facebook ini datang ke Indonesia untuk membantu membangun dunia usaha yang ada? Kita yang harus cermat. Memang sebuah kebanggaan manakala negara Indonesia dikunjungi oleh orang hebat dan bersedia menikmati keindahaan Indonesia.

Sebagai penggiat dunia bisnis digital, saya melihat kedatangan Bos Facebook ini adalah pisau bermata dua. Di satu pihak, saya bersyukur karena bisnis melalui digital di Indonesia akan semakin terdorong untuk maju, namun di pihak lain saya semakin miris melihat Indonesia terus-terusan menjadi pasar bagi pebisnis dari Luar Negeri.

Facebook adalah platform bisnis digital yang sudah besar dan mapan, seperti juga dengan OLX, Zalora, Lazada dan lain-lainnya yang ramai-ramai “menjajah” Indonesia dari segi ekonomi transaksi. Lambannya perkembangan bisnis digital perusahaan-perusahaan di Indonesia serta kurangnya apresiasi dari masyarakat Indonesia sendiri terhadap pengembang dalam negeri, juga pemerintah yang kurang mewadahi, telah dengan mudah membuat perusahaan-perusahaan kapital dari luar negeri mudah sekali masuk.

Kembali lagi disini membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang menggiurkan untuk perusahaan-perusahaan besar. Potensi besar yang berawal dari 240 juta penduduk dan tersebar di seluruh pelosok ini mungkin belum benar-benar disadari oleh banyak perusahaan-perusahan baik besar maupun kecil di Indonesia sendiri, terutama untuk merubah strategi bisnisnya menjadi bisnis digital. Pergerakan dunia online internet berikut dengan perangkat digitalnya telah berhasil meratakan penggunaan dalam keseharian, namun kesadaran untuk benar-benar memanfaatkan, rupanya masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Bisnis digital adalah bisnis semua orang. Menurut survey yang dilakukan oleh Alvara Research, gaya pasar yang tidak beranjak segera ke dalam pasar modern termasuk didalamnya menggunakan perangkat digital, akan perlahan tergeser keberadaannya. Oleh karenanya, bagi pengembang dan pebisnis digital di Indonesia, mari bersemangat. Masih banyak celah yang bisa dimasuki dalam bisnis ini.

Salam Kreatif

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.