Business Model Class

Dalam business model class bootcamp yang diselenggarakan oleh kelas Business Model di Cisarua, Bogor. Saya mengenalkan dua hal dasar untuk memulai sebuah inovasi. Dengan diawali memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta kelas itu sendiri. Berikut beberapa pertanyaan yang saya ajukan;

1. Apa yang pelanggan Anda pikirkan dengan produk Anda?

2. Apa yang pelanggan Anda lihat dari produk Anda?

3. Apa yang pelanggan Anda katakan dari produk Anda, baik terucap maupun tidak?

4. Apa yang pelanggan Anda pikirkan tentang produk Anda?

4 pertanyaan yang dimaksudkan bisa merangsang pembelajaran lebih lanjut, sehingga peserta bisa semakin menemukan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan produk pun semakin inovasi dan berkembang. Kemudian menerapkan/menuliskan Pain (kesakitan) yang didapat dari pelanggan akan produknya, dan segera menerapkan kreatifitas yang lebih untuk mendapatkan Gain (Pencapaian) yang diinginkan.

Segera setelah sesi dari prolog akan Inovasi ini selesai, maka saya lanjutkan dengan memberikan pemaparan dua hal berikut ini;

Unbundling Business Model

Konsep ini menyoroti bahwa kebanyakan perusahaan saat ini mempunyai satuan alami dari tiga jenis yang sangat berbeda. Yaitu; infrastructure management businesses, customer relationship businesses, product innovation and commercialization. Setiap tesis dari sebuah bisnis memiliki kebutuhan ekonomi yang sangat berbeda, keterampilan dan budaya. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengurai mereka.

Kenapa perlu mengurainya? Dengan menguraikannya, pelaku bisnis akan bisa dengan mudah melakukan pendekatan strategis untuk mendapatkan strategi marketing serta pasar yang lebih besar. Baik dengan pelanggan lama maupun baru.

Strategy Approach

Peserta bootcamp harus mendeskripsikan bisnis dan konsepnya agar mudah untuk melakukan atau menentukan konsep marketing dan strateginya. Pendekatan strategi akan lebih mudah bila pebisnis mengerti betul dimana letak kekuatan dan kekurangan yang dimiliki dalam usahanya. Sehingga bisnis bisa diarahkan sesuai dengan kemampuan masing-masing pebisnis. Inovasi pun bisa didapat dengan memperdalam kekuatan bisnis.

Dengan memanfaatkan efisiensi dan logika, pebisnis bisa mengolah inovasinya. Penerapan inovasi bisa dimulai dari kekuatan financial, resources, atau customer yang sudah dipunyai. Ada beberapa pendekatan strategi yang bisa dilakukan. Yaitu Customer Driven; Inovasi yang lebih dititik beratkan pada sisi logika untuk mengikuti arah keinginan dari Customer. Financial Driven; Inovasi yang berdasarkan analisa keuangan yang dimiliki. Dan masih ada beberapa lagi.

Salam Business.

 

 

1 comment found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.