pengguna-narkoba

Memperlakukan Pecandu Narkoba

Menjadi mantan pengguna Narkoba itu, menyenangkan. Bisa mendapatkan hikmah dari banyaknya kejadian, baik tentang narkoba, pelaku hingga penegak hukumnya. Narkoba itu tidak sedikitpun menakutkan, yang menakutkan adalah saat kita, anak kita, saudara atau tetangga kita kecanduan menggunakannya. Karena narkoba dan alkohol pada faktanya masih sangat dibutuhkan didalam dunia kedokteran untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Sangat penting untuk mengenal seperti apa itu Narkoba, bentuk dan jenis-jenisnya hingga gejalanya dari tindak tanduk pengguna hingga proses terjadinya akibat dan akibatnya. Kalau saya boleh bilang, kenalilah. Jadikan narkoba bukan sesuatu yang horor untuk dikenali. Dengan begitu kita bisa mudah menjelaskan serta bisa mendeteksi saat orang dekat kita sedang menggunakannya bahkan kecanduan.

Saya tidak akan menuliskan tentang jenis-jenis narkoba berikut bentuknya seperti apa, namun ingin bercerita tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan pecandu narkoba. Anda bisa menambahkan untuk memperlengkap tulisan ini.

1. Tetap baik

Saat tahu bahwa anak atau adik atau kakak atau saudara atau teman atau siapapun orang yang dikenal terkena narkoba, tetaplah baik dengannya. Singkirkan hujatan, makian apalagi marah langsung kepadanya. Karena tidak akan membantunya keluar dari jeratan narkoba, malah kemungkinan besar bisa semakin menjerumuskannya.

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya: Indonesia Bukan Darurat Narkoba tapi Darurat Kasih Sayang. Pada dasarnya (sebagian besar) pecandu narkoba sedang dalam kondisi kebingungan atas dirinya sendiri. Mereka menggunakan narkoba karena kebutuhannya untuk lari dari keadaan, menjauh dari situasi pikiran yang tidak jelas, dan bahkan bisa saja dikarenakan kebisingan dalam pikirannya yang tidak bisa menjawab kebutuhannya.

Tetap tersenyum dengannya, jangan menjauh!. Karena pecandu narkoba saat sedang sadar memiliki perasaan yang lebih sensitif dibanding bukan pecandu.

2. Menerima kondisi

Khusus ORANG TUA yang anaknya menjadi pecandu narkoba, sangat-sangat penting untuk menerima kondisi anaknya. Meskipun dibutuhkan keberanian yang sangat besar, menjadi hal yang penting untuk mengakui bahwa anaknya terkena narkoba. Dengan menerima kondisi maka orang tua akan lebih mudah terbuka untuk membicarakan solusi dengan siapapun. Tidak perlu malu dengan strata sosial, keluarga lain atau bahkan tetangga.

Buka kerjasama dengan siapapun pihak manapun untuk mencari solusi terbaik bagi anak yang sudah terlanjur terkena narkoba. Saya berani mengatakan bahwa dengan terbukanya orang tua maka tingkat kesembuhan pecandu semakin tinggi. Orang tua yang tidak bisa menerima kondisi anaknya menjadi pecandu, akan cenderung menutupi sehingga apapun solusi yang masuk tidak akan bisa mengena. Kenapa? Karena solusi kesembuhan bagi anak yang menjadi pecandu justru harus datang dari keluarga, terutama orang tuanya.

Keluarga dan orang tua pecandu harus bisa mengerti mengapa dia menjadi seperti itu. Akar dari masalah yang menjadi penyebab harus diurai sedikit demi sedikit. Pecandu membutuhkan penerimaan, membutuhkan tangan terbuka untuk menempatkannya kembali pada titik sebelum menjadi pecandu. Starter ulang apa yang sudah hilang selama masa dia menjadi pecandu. Berikan kebahagiaan yang dibutuhkannya.

3. Kasih sayang

Kembalikan kasih sayang yang hilang. Anak-anak lari dari masalahnya karena tidak memiliki tempat untuk menumpahkan keluh kesahnya. Segala masalah di sekolah dalam kesehariannya, masalah orang tua yang nampak didepan mata, masalah teman sebaya yang sering mem-bully, dan masalah lingkungan yang kurang ramah baginya sering menjadi sebuah masalah yang komplek untuk diurai oleh anak (apalagi anak laki-laki). Karena anak laki-laki memiliki jenjang kedewasaan yang lebih lambat dibandingkan anak perempuan.

Kasih sayang ini sangat penting, semua akan berantakan apabila orang tua tidak bersedia menerima kondisi kemudian meluangkan waktu untuknya. Saling menyalahkan tidak akan membantunya sembuh dari kondisinya. Pecandu narkoba sebisa mungkin tidak diperlakukan secara kasar, kecuali bandar ya :).

4. Konsisten

Perhatian dari keluarga dan orang tua akan sangat membantunya sembuh dari kecanduannya, dibutuhkan kesabaran yang super-super sabar dalam penanganannya. Boleh dibilang harus ada yang menemaninya 24 jam penuh. Apalagi saat tubuh dan pikirannya menagih maka dibutuhkan pengalih perhatian agar tubuh serta pikirannya tidak terus menerus menuntut. Lakukan penanganan dengan kasih sayang, tunjukkan bahwa dia ada di mata kita. Bawa dia ke dalam dunia yang selama ini diimpikannya atau mungkin dunia yang belum pernah diketahuinya, misalnya dunia spiritual atau kebahagiaan mengenal banyak tempat. Dan pastikan dia nyaman dengan semua itu.

Konsistensi untuk memberikan kenyamanan, menerima kondisi, memberikan semangat terus menerus sangat penting. Jauhkan pecandu dari kejadian-kejadian tidak mengenakkan, terutama di dalam keluarga seperti pertengkaran ayah dan ibu atau pertengkaran anggota keluarga lainnya. Ini sulit, karena marah bisa datang lebih cepat dari cahaya.

Bila memang keadaan memaksa untuk memasukkannya ke dalam rehabilitasi, diskusikan dengan pecandu sebaik mungkin. Yakinkan bahwa sebagai orang tua atau sebagai keluarga dan orang yang peduli akan tetap ada didekatnya. Mudah? Tidak. Karena 98% pecandu tidak bersedia dimasukkan ke tempat rehabilitasi.

—-||

Diluar beberapa hal di atas, penanganan pecandu narkoba sangat dibutuhkan improvisasi karena sangat situasional. Berhenti menggantungkan kesembuhan itu datang dari orang lain, orang-orang dekatlah yang akan mempercepat kesembuhannya.

Mari giatkan Darling Kayang alias Sadar Lingkungan dan Kasih Sayang.

Bila ada anak atau saudara menjadi pecandu dan Anda membutuhkan bantuan untuk menanganinya, insya Allah saya siap membantu. Saya bukan ahli dalam hal ini, namun saya punya pengalaman yang bisa dibagikan, dan semoga saya bisa membantu.

Salam kreatif.

Pencarian yang datang:

  • orang narkoba

2 thoughts on “Memperlakukan Pecandu Narkoba”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *