Wirausaha

4 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Disukai

Dalam bayangan, setiap orang menginginkan dunia yang sempurna. Siapapun yang berinteraksi dengan kita akan menyenangkan, sangat perhatian, murah hati, baik dan banyak sifat terpuji lainnya. Disana tergambar dunia orang-orang tanpa fitnah, tanpa kemarahan, tanpa kemalasan, tanpa pertengkaran mempermasalahkan urusan keinginan.

Ini ilusi. Penggambaran keinginan yang seperti ini hanyalah sebuah ilusi semata. Besarnya keinginan untuk sempurna mempengaruhi hingga menyebabkan ketidakmampuan kita menghadapi perbedaan, mengurangi kesabaran yang memang sudah dimiliki oleh setiap masing-masing diri kita sebagai manusia dunia ini. Seringkali hal-hal ilusi seperti ini menyebabkan kita kurang bisa menerima bahwa teman kita ternyata suka lupa janji, tidak bisa menerima bahwa setiap orang punya kesibukan masing-masing, menolak untuk memahami bahwa setiap orang itu berbeda. Perilaku ini menyebabkan diri kurang menjadi manusia yang sebenarnya manusia.

Karena kita manusia, maka sudah wajar memiliki emosi. Karena kita manusia, sudah sewajarnya berbeda. Karena kita manusia, tak ada salahnya bersilang pendapat. Karena kita manusia, seharusnya kasih sayang serta akal yang menjadi acuan.

Namun kita hidup di dunia yang tidak sempurna. Banyak orang yang bisa mudah membuat marah, menulis fitnah dengan enteng, berbohong tanpa rasa takut dan banyak sekali. Bagaimana bisa hidup tenang dan bersikap adil dengan orang-orang seperti ini? Apakah cukup hanya menertawakannya agar pikiran kita jadi tenang?

Hidup kita berkelompok, selalu berkelompok. Memiliki keluarga, memiliki perusahaan, membangun tim kecil untuk sebuah bisnis bahkan komunitas. Menurut Robert Sutton (Profesor Ilmu Manajemen di Universitas Stanford), sangatlah tidak mungkin membangun sebuah kelompok atau tim hanya dengan orang yang semuanya sesuai dengan keinginan. Justru bila ini terjadi bisa menjadi senjata makan tuan bagi semua pelakunya, karena keberadaan semua orang didalam satu ragam, maka bisa saja terbit rasa enggan untuk melakukan kritik demi kemajuan.

Orang-orang pintar paham akan perilaku ini, dan mereka memahami bagaimana cara menghadapi orang yang tidak disukai atau hal-hal seperti ini. Bagaimana mereka melakukannya? Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.

1. Menyadari bahwa tidak bisa menyenangi semua orang.

Kadang-kadang kita terjebak dalam perangkap pola berpikir bahwa kita adalah orang-orang baik. Sering berpikir bahwa dimana pun kita berinteraksi semua akan menyenangkan. Tidak bisa dihindari, kita akan bertemu dengan orang yang tidak menyukai kita dan sebaliknya. Kita harus memahami bahwa konflik atau pun perbedaan pendapat itu sah dan wajar. Selama masih dalam koridor nilai-nilai moral.

Orang yang tidak disukai tidaklah otomatis menjadi orang yang buruk. Mengapa menjadi berbeda bukan pula alasan untuk membangun pikiran bahwa orang tersebut orang jahat, atau lebih tepatnya apapun yang terjadi tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur untuk menghakimi.

2. Tidak menyatakan keburukan orang.

Mungkin ada orang yang mengkritik begitu keras bahkan cenderung melakukan bullying terhadap Anda, tapi mengatakan atau mengabarkan keburukan orang tersebut di masa lalu kepada orang banyak bukanlah hal yang baik. Malah ini akan mempengaruhi pikiran positif dalam diri sendiri menjadi buruk. Biarkan saja keburukan itu berlangsung sementara kita tetap berpikir positif, karena diluar sana banyak orang setuju dengan apa yang kita lakukan meskipun mungkin tidak mengatakannya.

3. Tetap memperlakukannya dengan sopan.

Membudayakan wajah tetap ramah sangatlah penting. Memperlakukan orang yang tidak disukai dengan sopan (meski terkesan diplomatis semata) tetap sebuah keharusan bila ingin mencapai ketenangan hidup hingga tercapainya cita-cita.

Setiap orang membutuhkan pendapat yang beda dari pendapatnya sendiri, ini disadari maupun tidak. Karena pendapat beda dari orang lain akan mampu melengkapi serta memasang rambu-rambu kewaspadaan (hati-hati) terhadap apa yang akan kita lakukan.

4. Mengerti harapannya sendiri.

Sebelum menggantungkan harapan kepada orang lain, memahami harapan sendiri merupakan syarat utama. Bekerja, berpendapat, berperilaku dengan mendasarkan pada harapan sendiri tanpa berharap orang lain terlebih dahulu akan lebih baik dan mendorong kita menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.

Fokus dengan harapan sendiri jelas-jelas lebih penting daripada terus menerus mengkritisi orang lain hingga lupa akan kontribusi diri sendiri akan sesuatu. Bekerja memenangkan diri sendiri jelas akan membuat diri kita bisa mudah memenangkan banyak pertarungan diluaran sana.

—|

Tentu saja tidak semua orang bisa menyukai kita, begitu pula sebaliknya, tidak semua orang bisa kita sukai. Memperbaiki diri sendiri terus menerus, itu lebih disukai bahkan oleh Tuhan. Dan juga ini merupakan bukti akan sikap percaya diri. Bagaimana cara menghadapi orang yang tidak disukai menurut Anda?

Salam kreatif.

Pencarian yang datang:

  • Cara menghindari orang yang tidak disukai
  • Cara bersikap kepada orang yang tidak kita sukai
  • cara menghindari orang yg tidak kita sukai
  • Sikap sewajarnya kepada orang disuka
  • tipsmenghadapi orng yg paling di benci

1 thought on “4 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Disukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *