Ulas Buku

Dampak Fisik dan Sosial Penggunaan Gadget Bagi Anak-anak

Teknologi gadget memang tidak bisa terhindarkan, perkembangannya sangat pesat hingga harga gadget juga menjadi sangat murah. Ini membuat mudah bagi banyak orang untuk membeli dan menggunakan gadget tersebut, dari mulai usia anak – anak hingga dewasa. Tidaklah terlalu mengkhawatirkan bila orang dewasa yang menggunakan gadget, namun tidak dengan anak-anak. Kita sering melihat sangat mudah ditemukan anak – anak yang sibuk dengan gadgetnya, tentu diiringi berbagai alasan orang tuanya kenapa memberikan gadget pada anak mereka.

Tidak ada yang melarang, pun tidak dosa memberi gadget kepada anak – anak. Disamping mengenalkan teknologi, juga bisa sebagai alat penenang bagi anak – anak. Namun sudahkah mengetahui bahwa penggunaan gadget pada anak – anak tidaklah baik? Dampak buruk bisa menimpa anak – anak pengguna gadget yang terlalu sering, dampak yang bisa mempengaruhi anak – anak.

Dalam sebuah seminar, dipaparkan beberapa dampak yang tidak hanya dampak sosial namun juga dampak fisik. Dampak – dampak ini sangat berbahaya bagi perkembangan masa depan anak – anak kita semua.

Mengapa kita tidak boleh memberikan media layar (gadget) sebagai mainan pada anak?

Dampak Fisik

  • Menyebabkan kejang lengan (repetitive strain injury)
  • Mengikis lutein pada retina mata
  • Mencetuskan ayan/epilepsi
  • Cahaya dari layar berdampak buruk pada perkembangan mata anak
  • Otot refleks mata anak masih belum sempurna dan radiasi dari layar akan mengganggu perkembangannya karena menyebabkan otot di mata bayi menjadi lemah
  • Selain itu, ketika dia berfokus pada area terang maka titik fokusnya mengembang dan ketika dia lebih besar nanti akan mengalami kesulitan fokus pada satu titik
  • Sinar biru pada layar akan mengikir lutein pada retina mata, dimana sinar biru bisa mencapai 70-80% retina anak. Sinar ini tidak terasa dan tidak mudah disadari sehingga membuat luka fotokimia pada jaringan mata anak. Kerusakan retina ini bisa mengakibatkan degenerasi makula.
  • Layar gadget dapat mempengaruhi penglihatan anak-anak dalam jangka panjang.

Dampak Sosial

Ini bukan tentang isi didalam gadget melalui media internetnya tersebut yang perlu diwaspadai namun semua jenis layar membuat otak dan mata anak menjadi fokus. Sayangnya bukan fokus yang aktif namun fokus pasif, sehingga anak menjadi tidak peduli pada lingkungan dan hanya fokus pada diri sendiri dan layar saja.

  • Anak-anak yang menonton televisi saat usia mereka 1 sampai 3 tahun, akan mengalami penurunan kewaspadaan serta kepedulian pada lingkungan sekitar saat usia mereka 7 tahun. (Jurnal Pediatrics, 2004)
  • Membunuh ketrampilan sosial seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh dan emosi.
  • Anak-anak tidak belajar sesuatu yang substansial seperti bahasa dari layar seperti televisi, gadget dan personal komputer sampai ussia 30 bulan.

Layar dan perkembangan otak anak

Layar media seperti gadget menyediakan stimulus sensorik yang sangat terbatas. Sementara anak pada usia kurang dari 2 tahun perlu belajar dari pengalaman dan interaksi di dunia nyata untuk membantu proses tumbuh kembangnya terutama agar anak mampu membedakan hal nyata dan hal abstrak.

Layar memerangkap anak pada dunia 2D. Layar tidak menstimulus anak untuk merekonstruksi dunia 3D. Sehingga anak tidak terstimulasi untuk fokus pada hal-hal yang ada pada jarak yang berbeda. Karena anak-anak pada usia batita memerlukan interaksi yang berasal dari orang tua, pengasuh dan sekitarnya untuk merangsang otak mereka. Dan anak akan lebih lancar belajar dan berbahasa jika distimulasi menggunakan benda-benda yang nyata.

Batasan anak menatap layar:

  • Anak balita sebaiknya tidak menatap layar gadget lebih dari 15 menit
  • Usia 4-5 tahun, tidak lebih dari 30 menit
  • Usia 6-7 tahun tidak lebih dari 60 menit
  • Terapkan aturan 20-20-20 yang artinya setiap 20 menit setelah bermain, alihkan pandangan ke tempat lain selama 20 detik pada jarak 20 meter.

Dibawah ini gambar tentang Dampak Fisik dan Sosial Penggunaan Gadget Bagi Anak-anak

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *