Wirausaha

Dialog Imajiner Foke dan Ahli Tata Kota dari Jerman

Menyikapi banjir yang melanda di Jakarta tahun ini, di sela-sela menyiapkan segala bantuan yang bisa saya lakukan dan standby di setiap kemungkinan, tiba-tiba saya diberitahu oleh teman saya, yang bernama Imajinasi.

Dia bilang, mending kamu nulis saja, untuk membuang pikiran negatif yang muncul karena bergentayangannya Bendera Partai, Bendera/Spanduk Lembaga-lembaga Sosial yang demonstratif berdagang, Bendera Calon Gubernur yang terlihat tersenyum meski diletakkan di dekat pengungsi yang sedang menderita dan banyak lagi.

—-|

Dalam ruangan yang hangat, di sudut sebuah perumahan elit di Jerman. Foke bercengkerama dengan istri dan anak-anaknya. Sembari menyalakan stasiun televisi yang menyiarkan keadaan Jakarta saat ini. Tak berapa lama, datanglah koleganya seorang professor tata kota asli dari Jerman. Foke pun mematikan tivi melalui remotenya.

Mr Y: Selamat sore Bang Foke

Foke: Selamat sore Prof, apa kabar?

Mr Y: Baik, selalu baik. Saya baru selesai memaparkan konsep tata kota terbaru yang di desain oleh sekian ratus arsitek dan ahli tata kota di Jerman ini.

Foke: Woww, boleh saya tahu sedikit tentang itu?

Kemudian mengalirlah cerita panjang dari bibir Profesor Y tentang bagaimana hasil rancangannya dipastikan berhasil bagi kota-kota semua negara, terutama untuk kota di negara berkembang seperti Indonesia. Juga bercerita kalau konsep tersebut sudah dilakukan untuk beberapa kota besar di Negara berkembang di dunia. Dengan bangga Prof tersebut memperlihatkan hasil-hasil karyanya dengan menggunakan iPadnya.

Sebagai orang Indonesia dan sebagai orang yang merasa punya banyak prestasi, Foke pun tak mau kalah. Ditambah statusnya sebagai mantan gubernur sebuah kota terbesar di Indonesia. Tentu juga karena Foke merasa bahwa dirinya adalah sang ahli. Segera saja Foke ambil remote tivi yang tak jauh dari hadapannya. Dan klik..

“Lihat itu Professor”, sembari tangannya menunjuk ke tivi. “Itulah karya saya, karya terbesar dalam hidup saya selama memerintah Jakarta”, sambung Foke dengan bangga.

*Mr. Y pun manggut-manggut takjub melihat banjir*

Salam Kreatif.

2 thoughts on “Dialog Imajiner Foke dan Ahli Tata Kota dari Jerman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *