Tinggalkan Masa Lalu

Gaya Hidup, Monster Bermuka Cantik

Anton, seorang eksekutif muda yang berhasil membangun bisnisnya dari nol hingga sangat sukses. Berawal kenekadtannya pergi ke Jakarta, dia mengadu nasib dari mulai menjadi sopir pribadi hingga kemudian mempunyai bisnis ekspor impornya. Keberhasilannya tentu menarik perhatian banyak perempuan yang seketika seperti semut mengerubunginya.

Anton, yang dulu tidak ada yang memperhatikan. Tidak banyak yang peduli meski sebenarnya wajahnya diatas rata-rata dan cara berpikirnya yang juga cukup maju. Sekarang menjadi pusat perhatian, apalagi di acara-acara reuni sekolah-sekolahnya di kampung. Kini Anton pun memiliki istri yang cantik dan pintar, memiliki selera fashion yang tinggi dan patut dibanggakan kemana-mana.

Rumah tangganya sudah terbina selama lebih dari 5 tahun dengan 2 anak, dan bisnis Anton mampu menopang kebutuhan hidup baik rumah tangga maupun usahanya. Anton dan istri memiliki gaya hidup yang menurut mereka sesuai standar dengan kelas mereka. Setiap minggu atau libur akhir pekan selalu pergi berlibur atau minimal jalan-jalan ke Mal dan belanja serta makan-makan, dan juga kehidupan glamor komunitas istrinya. Dengan fasilitas kartu kredit dari Bank yang sangat mudah didapat, karena faktor akuntebel dari bisnis Anton, maka gaya hidup mereka pun tertopang dengan baik.

Hingga tiba-tiba memasuki masa sulit, bisnis Anton perlahan mengalami sepi order. Ekonomi yang memang sedang memasuki masa sulit sangat mempengaruhi bisnisnya. Anton masih yakin bisa terus membuat bisnisnya berdiri, maka tabungan pun mulai ikut keluar untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaannya. Dia pun tetap memanjakan istri dan anaknya dengan gaya hidup tidak berubah, karena dia yakin semua hanya sementara.

Namun apa mau dikata, pada akhirnya dia harus menerima bahwa bisnisnya hampir bangkrut. Order yang berkurang, tabungan yang terkuras dan gaya hidup yang tidak berubah, membuatnya kelimpungan. Mulailah muncul tagihan kartu kredit yang tertunggak, sementara hutang perusahaan pun bertambah. Dengan kondisi resah, dia mencoba mendiskusikan masalah kepada istrinya.

Dengan sangat hati-hati Anton mulai membicarakan semuanya, sayangnya istrinya tidak bisa menerima begitu saja. Dia merasa malu bila tidak bisa menampilkan standar gaya hidupnya didepan banyak orang termasuk saudara dan temannya. Istri Anton justru meminta Anton untuk bekerja lebih keras, tanpa memahami bahwa Anton sudah bekerja lebih keras dari biasanya selama masa sulit ini.

Dan benar saja, dalam waktu yang singkat, perusahaan Anton dinyatakan bangkrut. Semua barang kekayaannya perlahan ikut menguap untuk membayar hutang-hutangnya.

—||

Cerita diatas, sedang banyak dialami oleh orang-orang terutama orang-orang kota yang terlanjur hedonis, mementingkan gaya hidup dan mementingkan pendapat dari orang lain. Beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan agar terhindar dari kejadian seperti Anton adalah:

1. Hindari Hedonis

Gaya hidup hedonisme telah merasuk ke dalam pikiran banyak orang. Tayangan televisi yang terus menawarkan kemewahan, keterlanjuran selalu melihat segala sesuatu ke atas, hingga menganggap bahwa mewah adalah sebuah kebahagiaan. Gaya hidup ini telah menghancurkan orang-orang seperti Anton, menghancurkan semua impian yang terbangun lama dalam sekejap. Kita harus bisa menghindari gaya hidup seperti ini.

2. Belajar Memahami Situasi

Tidak banyak orang yang sanggup menerima serta berusaha memahami situasi meskipun situasi dan kondisi sudah memaksa orang tersebut untuk harus belajar. Bisnis atau usaha merupakan bagian cita-cita untuk masa depan, oleh karenanya penting sekali untuk memperhatikan pengeluaran dan pendapatan. Maka belajar membaca situasi sangatlah penting, serta mulailah untuk belajar masalah tata kelola keuangan. Rejeki memang sudah ditetapkan oleh Tuhan, namun Tuhan juga menyerahkan segala halnya kepada manusianya itu sendiri. Dengan belajar memahami situasi, kita akan bisa menahan diri untuk tidak membeli sesuatu yang hanya sekedar diinginkan, belilah sesuatu yang memang dibutuhkan.

3. Pendidikan

Anton sudah terlanjur salah dengan tidak menanamkan pendidikan gaya hidup yang baik terhadap keluarganya. Sehingga sulit bagi istrinya untuk menerima keadaan seperti itu. Sebagai suami istri yang juga sekaligus ayah dan ibu, sangatlah penting untuk menanamkan pendidikan bahwa kemewahan bukanlah bagian dari kebahagiaan. Pendidikan tentang kebahagiaan sangat penting dipahami. Sehingga bisa menciptakan kebahagiaan meski hanya dirumah tanpa kemana-mana atau pun belanja (mewah). Bila ini tidak segera diubah, maka gaya hidup seperti ini akan terus berlanjut, diteruskan oleh anak-anaknya. Atau yang lebih bahaya lagi, bila karena tekanan gaya hidup akhirnya harus melakukan hal-hal diluar koridor hukum.

Salam kreatif.

4 thoughts on “Gaya Hidup, Monster Bermuka Cantik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *