Gratis – Sempurna

Gillete menjual alat cukur dengan harga sangat murah, supaya orang membeli silet cukurnya berulang ulang. Hewlett Packard menjual printernya dengan harga murah, supaya orang memakai tinta yang dijual dengan sangat menguntungkan. Di Amerika, harga iPhone4 hanya 199 USD tetapi anda harus berlangganan servicenya yang mahal minimal dua tahun.

Di supermarket, susu bayi dijual dengan harga murah, sedangkan lampu, gembok, obat dijual dengan profit tinggi. Hypermart menjual durian atau minyak atau gula dengan harga pokok, tapi mengambil keuntungan pada produk lainnya.

Itulah model model bisnis subsidi silang dengan menjual murah satu barang dan mendapatkan keuntungan dari barang lainnya. Kadang pabrik menjual rugi untuk dapat menguasai pasar lebih dulu dan mengambil keuntungan nantinya setelah market menjadi besar.

Pada dunia yang sangat kompetitip, harga jual akan mendekati “marginal cost” (harga pokok untuk membuat “satu barang lagi” dari produksi yang sudah ada). Dan ketika “marginal cost” untuk banyak layanan di dunia internet mendekati “nol”, apalagi bisa didapatkan pemasukan dari bidang lain, maka layanan itu dijual dengan “Gratis.”

Dimulai dengan layanan email gratis “hotmail”, mulailah bentuk model gratis menjadi model bisnis baru: Yahoo, Google, Youtube, Flickr, Linkedin, Picasa, dan tentu saja Facebook.

Model stasiun TV, dimana iklan adalah sumber pemasukan uang, ditiru dengan bentuk yang berbeda. Beaya layanan dibebankan pada pemasang iklan, yang mulai memindahkan dana promosinya kedunia on-line. Google menjadi perkasa dengan nilai saham yang luar biasa, karena model bisnis baru yang menarik ini. Model gratis lain, seperti shareware, program yang bisa dipakai dalam versi sederhanya, dan baru bayar kalau kita perlu upgrade. Atau program antivirus yang bisa dipakai 3 bulan, dan kemudian harus bayar kalau mau terus memakainya. Karena “Gratis” menarik dan membuat kita mau mencobanya tanpa “resiko”.

Mantra dunia internet adalah: FREE, PERFECT, NOW. Harus Gratis (beaya dibebankan pada segmen yang lain); Layanan Sempurna tanpa kekeliruan (Betapa marahnya orang2 ketika Gmail tidak jalan setengah hari, padahal itu layanan gratis.); dan Harus Cepat dalam layanannya. (Ketika Facebook atau twitter atau YouTube berjalan pelahan agak tersendat, pemakai yang tidak bayarpun marah2!)

Dengan munculnya model ini, terjadi banyak “polarisasi” layanan, ada yang menjadi mahal, ada yang menjadi gratis. Misalkan, untuk benar2 hadir di Ted conference (www.ted.com), kita harus bayar 6000 USD untuk 5 hari, sementara materi yang sama dapat dilihat orang2 di Internet dengan gratis. Kalau anda mau belajar sendiri, dunia internet menyediakan pembicara dan materi terbaik secara gratis, sementara ikut Executive Education di Stanford adalah 140 juta Rupiah untuk sepuluh hari. Menonton final “World Cup” gratis di TV, sedangkan teman saya yang hadir pada acara sesungguhnya membayar 10 juta rupiah.

Membeli Microsoft Office original adalah 3 juta rupiah, padahal Star Office dengan fitur yang sangat mirip adalah gratis. Begitu juga dengan Linux, dan banyak aplikasi lainnya, gratis atau mahal, silahkan pilih. Masing2 kubu mempunyai marketnya sendiri sendiri2, silahkan pilih.

Model gratis lain yang menarik: Game dimainkan jutaan orang dengan gratis, tapi anda juga bisa membayar untuk beberapa “barang” dunia maya dengan uang nyata. Model lainnya: komisi (marketplace, eBay, atau alibaba.com) dimana layanan tersebut oleh pembeli dirasakan masih sebagai hal yang “Gratis”. Perusahaan kartu kredit telah lama mengeksploitasi dengan tahun pertama yang gratis, dan kita selalu lupa memberhentikannya pada tahun kedua.

Seth Godin dan Tom Peters menulis BLOG untuk dibaca secara gratis, Seth Godin mendapat uang dari buku2 larisnya, Tom Peters dari seminar nya yang mahal. Penyanyi atau MC di TV mendapatkan uang karena panggilan acara pernikahan orang kaya. Pembicara menulis di Blog, atau berbicara di TV, untuk mendapatkan pelanggan perusahaan besar yang akan mengundangnya sebagai pembicara. Saya rutin menulis M3 dan membuat Business Wisdom untuk menciptakan “Brand” untuk Sam Design dan seminar saya. Kita semua mencoba memanfaatkan “model Gratis” ini yang menguntungkan semua belah pihak.

Pada jaman yang semuanya berlebih ini. Perhatian pelanggan adalah hal yang paling berharga. Kalau kita mampu menciptakan perhatian orang banyak, maka dalam berbagai bentuk kita akan mampu juga memetik keuntungan darinya. Sebuah simbiose mutualisma yang baik. Hubungan yang membawa keuntungan kedua pihak; dan ketika kita sadarpun, tidak berkeberatan untuk saling dimanfaatkan.

Dunia “Gratis” tidak hanya dapat dilakukan di dunia internet saja. Telah banyak seminar gratis untuk membuat orang mau ikut sebuah program pengurusan badan, atau permainan saham. Bagaimana kalau ada acara Music Gratis yang di sponsori pabrik rokok? Kita paham tentang “There is no Free Lunch” (tidak ada makan gratis). Setidaknya kita sadar, dan tahu kapan kita mau menerima ke-Gratis-an itu, dan kapan tidak mau.

Majalah khusus yang gratis, seperti “Media Kawasan” sudah banyak, bagaimana dengan “buku pelajaran” gratis untuk mahasiswa (ada iklannya), atau fotokopi gratis di dekat kampus (ada sponsor nya, entah dibalik atau disamping kertasnya, dan bisa bayar kalau mau kertas yang putih saja). Komputer gratis disekolah, dimana ada iklannya juga, mungkin dengan memakai browser khusus dengan iklan running dibawahnya. Atau radio gratis yang hanya bisa mendengarkan satu gelombang saja (Pas FM tentunya). Dan pasti akan lebih banyak lagi idea untuk dunia maya.

Bagaimana anda mampu memakai konsep “Gratis” ini dalam bisnis anda?

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.