Wirausahawan

Hai, Berapa Karyawan di Bisnismu Sekarang?

Di Bandara A Yani – Semarang, sewaktu saya duduk menunggu pesawat yang akan membawa badan ini ke Jakarta. Diruang VIP yang difasilitasi sebuah Bank, tanpa sengaja saya mendengar percakapan dua orang yang sepertinya lama tidak bertemu. Sangat kebetulan mereka menggunakan bahasa jawa, sehingga saya paham betul apa yang dibicarakan. Mereka membicarakan banyak hal dari mulai kabar anak istri masing-masing hingga sedang ada kepentingan apa di Semarang saat ini.

Hingga sampai pada kalimat “Berapa Karyawan di Bisnismu Sekarang?”

Saya terhenyak. Sedikit kaget karena percakapan mereka sedari awal, mereka tidak sedikitpun menyinggung tentang bagaimana suka dukanya memulai usaha. Mereka seperti sudah memahami betul bahwa berbisnis, apapun bentuk bisnis dan produknya selalu sulit, cukup untuk dijadikan dasar bahwa masing-masing sudah paham. Maka tak perlu didiskusikan lagi. Tak ada keluhan dari percakapan mereka.

Pertanyaan “Berapa Karyawan di Bisnismu Sekarang?” sebenarnya sebuah hal yang menurut saya biasa. Namun pertanyaan ini tidak pernah sedikitpun terucap kepada siapapun teman baik teman bisnis sekalipun dari mulut saya. Ini membangunkan saya. Pertanyaan semacam ini bisa menjadi sebuah Attitude yang positif, karena akan membuat kita ingat bahwa sebagai pebisnis, kita perlu meningkatkan jumlah karyawan sesuai dengan kebutuhan bukan untuk menunjukkan bahwa kita sudah sukses dan kaya, namun untuk makin besar berbagi. Ini adalah cara berpikir entrepreneur.

Saya tidak sedang menempatkan Karyawan adalah sisi buruk dari sebuah bisnis atau bagi pebisnis maka Karyawan hanya sekedar aset. Bukan, bukan itu. Karyawan juga partisi yang mulia dan tidak bisa dipisahkan dari banyaknya rejeki yang sudah pebisnis dapatkan. Namun melihat percakapan mereka dari sudut sebagai Entrepreneur / Pebisnis.

Sebagai pebisnis, saya paham betul. Memiliki karyawan itu tidak mudah. Kita harus bekerja keras agar kebutuhan atau minimal janji kita manakala menandatangani kontrak gaji itu bisa terpenuhi. Belum lagi masalah kepercayaan. Sebagian besar pebisnis tidak mudah mempercayakan atau mendelegasikan tugasnya kepada orang-orang yang ada dilingkarannya. Padahal semestinya orang yang ada dilingkarannya bisa menjadi orang kepercayaannya.

Kembali kepada pertanyaan tadi. Ini adalah attitude yang positif dan sangat bagus. Semua pebisnis perlu untuk mengedepankan sikap seperti ini. Saling menyemangati bisnis masing-masing untuk makin memperbesar bisnisnya dengan indikasi makin bertambahnya jumlah karyawan. Bukan lagi percakapan keluh kesah, biarlah keluh kesah disimpan atau dikeluarkan kepada orang-orang tertentu saja, bukan setiap orang.

Pelajaran dari percakapan dua orang ini adalah perlu untuk terus mengedepankan ucapan maupun sikap yang positif agar lawan bicara pun terbawa ke dalam aura yang positif dan tidak membuang waktu yang sempit hanya untuk berbicara perihal negatif. Percakapan yang positif akan mengembangkan pikiran positif.

Jadi, berapa karyawan di bisnismu sekarang?

Salam Sukses.

[xyz-ihs snippet=”720x90Banner”]

 

1 thought on “Hai, Berapa Karyawan di Bisnismu Sekarang?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *