Indonesia Bukan Darurat Narkoba tapi Darurat Kasih Sayang

Indonesia Bukan Darurat Narkoba tapi Darurat Kasih Sayang

Menurut data dari BNN, Indonesia masuk dalam ranking 10 besar di dunia dalam kategori pengguna penyalahgunaan narkoba dan peredarannya. Artinya dengan jumlah negara yang begitu banyak dan jumlah penduduk indonesia yang juga begitu banyak, maka peredaran serta penyalahgunaan narkoba sudah dalam batas mengkhawatirkan.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. Hal tersebut disampaikan Komjen Pol Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berkunjung di Pondok Pesantren Blok Agung Banyuwangi Senin (11/1/2016).

Benarkah akar dari penggunaan narkoba ini murni dikarenakan banyaknya pengedar? Apakah benar hanya karena kurang kewaspadaan kita mengawasi pergaulan generasi penerus yang sekarang?.

pengguna-narkoba

Saya sendiri memiliki pengalaman pribadi terkait narkoba. Pada medio tahun 1993 hingga tahun 1999 menjadi salah satu pelaku. Saya mabuk-mabukan minuman keras, saya menelan pil-pil koplo (dulu biasa disebut Nipam), bergaul dengan preman-preman terselubung dibanyak kampung dan daerah lain, menghisap ganja, menyesap serbuk-serbuk nikmat hingga menyobek-nyobek kulit tangan untuk mencari setitik kenikmatan dari darah saat ketagihan.

Hidup saya seperti tak terhitung, lewat begitu saja. Bersyukur masih bisa menyelesaikan pendidikan SMA saya, meskipun selama di sekolah akan menjadi orang pertama yang dipanggil saat ada tawuran antara sekolahku dengan sekolah lain. Bukan karena saya jadi penyebab, hanya karena namaku yang sudah terlanjur buruk. Tak terbayang bagaimana penderitaan Bapak Ibu yang dulu tetap sabar melihat dan menghadapi perilaku anaknya yang begitu susah diatur, tidak bisa diprediksi kemauannya dan jarang dirumah.

Menilik pengalaman pribadi, saya sangat setuju narkoba diberantas. Saya sangat setuju pengedar dihukum berat apalagi pengedar kelas kakap sangat layak untuk dihukum mati. Dan saya sangat setuju bahwa pengguna tidak ditindak secara hukum, karena dalam pandangan saya, tidak ada satupun pengguna yang memiliki pikiran membeli narkoba untuk menjadi ketagihan. Namun kita juga perlu tahu apa faktor-faktor yang menimbulkannya dari lingkungan terkecil terlebih dahulu. Semua berawal dari masalah-masalah yang terus menerus menyelimuti kehidupannya sehingga mendorong tindakan mencari pelampiasan untuk lari dari masalah.

Sumber Masalah

Semua berakar dari sebuah hal bernama “masalah”. Masalah ini bisa berawal dari mana saja, dari lingkungan kampung, lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan dan juga dari rumah. Bahkan, masalah yang berawal dari rumah inilah akar dari segala masalah. Suasana didalam ruangan keluarga ini sering menjadi sumber dari segala masalah. Karena disanalah cara berpikir muncul, disanalah karakter seseorang dibentuk, disanalah ajaran serta contoh perilaku orang tua akan dilihat kemudian ditiru oleh anak-anak.

Kalau saya boleh membuat perbandingan dari pengalaman masa lalu, hanya 10% anak yang terkena narkoba berasal dari keluarga yang baik-baik sisanya dari keluarga yang berantakan. Kita tidak bisa menilai ketika ada sebuah rumah tangga yang terlihat adem ayem maka otomatis pendidikan maupun kasih sayang didalamnya sangat cukup untuk membentengi anak-anaknya dari narkoba.

Kasih Sayang

Inilah malapetaka sebenarnya dari hancurnya perilaku seorang anak yaitu kasih sayang. Banyak sekali orang tua yang memberikan kasih sayang ala kadar dengan alasan kesibukan dan lain-lain, kasih sayang berbasis materi dan kemewahan, kasih sayang berdasarkan sayang yang berlebihan seperti over protective maupun sebaliknya. Kasih sayang diperlukan keseimbangan.

Banyak ditemui orang tua yang menganggap sudah cukup ketika sudah hadir dirumah menyapa anak, menciumnya kemudian dibiarkannya kembali anak-anak sibuk dengan aktifitasnya dan orang tua langsung tidur atau kembali sibuk dengan pekerjaan. Tidak! anak-anak butuh ditanya bagaimana kabar hari ini, butuh diajak ngobrol dekat ada kejadian apa disekolah dan apa saja pelajaran hari ini dan pertanyaan-pertanyaan sepele lainnya. Namun semua itu sangat menyenangkan anak, sang anak akan merasa diperhatikan, sang anak akan merasa bahwa orang tuanya hadir dan bisa diandalkan saat ada masalah.

Sejumlah 8 dari 10 teman yang terkena narkoba adalah anak-anak yang diberikan kasih sayang dengan kemewahan dan kasih sayang berlebihan. Setiap hari dia dibelikan apapun yang dia mau, diberi uang saku sangat banyak, namun tidak pernah bisa ngobrol akrab berdua dengan bapak maupun ibunya. Pernah seorang teman bertanya, apa salah satu faktor yang membuat Mas Kika sembuh dari Narkoba? Karena Bapak saya akhirnya ada waktu untuk ngobrol berdua, jawab saya.

Kasih sayang ini sungguh pekerjaan berat yang harus dijawab, karena kasih sayang juga berubah sesuai dengan jaman. Semakin besar anak maka bentuk perlakuan kasih sayangnya akan menyesuaikan. Juga lingkungan sekitar akan berpengaruh terhadap bentuk kasih sayang terhadap anak.

Kita bisa melihat contoh kasus dimana jaman sekarang banyak orang tua yang over protective seperti kasus orangtua yang protes kesekolahan hanya karena anaknya ditindak dengan keras oleh gurunya. Apakah itu salah gurunya? Belum tentu. Bisa jadi karena pendidikan dirumahnya membuat anak menjadi semena-mena disekolah seperti anak terlalu dibela, terlalu dibanggakan dan banyak faktor lainnya. Apalagi, sekolah tidak memiliki tanggung jawab atas pendidikan karakter anak, sekolah hanya bertanggung jawab pada kepandaian atau sisi intelektual anak didiknya.

Belum lagi masih sering ditemukan orang tua yang mudah memarahi anaknya didepan umum, diteriakin, bahkan dipukul dimuka temannya. Ini sangat menurunkan mental anak, dia jadi tidak punya muka dihadapan teman-temannya.

Apapun itu, semua pendidikan karakter berawal dari rumah dan karakter hanya bisa dibentuk dengan pendidikan kasih sayang.

orang-tua-dan-kasih-sayang

Keseimbangan

Memerangi pengaruh narkoba sangat perlu keseimbangan kasih sayang didalam keluarga. Bapak perlu hadir saat masalah-masalah besar muncul dihadapan anak namun tetap dengan bijak, tidak dengan memberi contoh arogan yang bisa ditiru sang anak. Ibu penting untuk hadir sebagai tempat bercerita lebih jauh tentang kehidupan anak serta menjadi penyeimbang atas semua argumentasi anak.

Bila orang tua bisa menjadi orang tua sepenuhnya bagi anak maka anak sangat kecil kemungkinan untuk lari ke hal-hal buruk seperti narkoba. Juga sangat kecil kemungkinan anak akan terpengaruh pergaulan yang menjurus hal-hal buruk.

Seperti apa keseimbangan dalam mendidik karakter anak melalui kasih sayang? Diskusikan dengan orang-orang yang memang mumpuni dalam mendidik anak, atau orang-orang yang memiliki bidang keahlian parenting. Ingat! Parenting itu pendidikan untuk orang tua yang kemudian diterapkan kepada anak bukan pendidikan untuk anak.

Kasih sayang yang seimbang tidak akan mudah memberi tempat pada narkoba, tidak akan mudah membuat anak-anak tumbuh menjadi radikal dan akan membuat anak tumbuh dengan pikiran yang terbuka, mawas diri terhadap perubahan serta luwes dalam pergaulan. Karena semua berawal dari rumah, bahkan sifat korupsi pun berawal dari rumah.

Bila ada yang ingin menambahkan, silahkan tambahkan dikotak komentar. Terima kasih banyak sebelumnya. Saya pun menulis ini sebagai bahan pengingat agar terus belajar menjadi orang tua yang baik. Mari berikan cinta dan kasih sayang untuk anak-anak penerus kita :).

Salam kreatif.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.