Perjalanan

Jatuh Bangkrut, bukan Akhir Kehidupan

Anda sedang merasakan ditipu hingga hilang semua harta dan jatuh bangkrut, atau tiba-tiba perusahaan yang sedang dibangun berantakan karena kondisi ekonomi global memaksa jatuh bangkrut? Tentu Anda sedang merasakan betapa susahnya kembali berdiri dari tekanan keadaan yang begitu kuat menghantam hingga ke relung-relung sendi dan membuat kaki sulit untuk berdiri. Kondisi yang serba tidak memungkinkan, tuntutan kebutuhan yang terus menerus bertambah, hingga gelombang hutang yang seketika meminta untuk dibereskan sekarang juga.

Saat yang sedemikian berat namun keluarga maupun orang terdekat sedikitpun tidak bergeming untuk memberi bantuan, atau minimal menanyakan apa yang sedang terjadi kemudian tersenyum dan berkata “semua akan baik-baik saja”. Saat seperti ini, saat yang sangat berat ini tentu akan mendorong Anda terus mencari pegangan kemana-mana dan ke siapa saja yang bersedia untuk menggenggam tangan, menggandeng, memberikan hiburan serta menyemangati agar terus berjuang.

Sudah menjadi hukum alam, ketika kondisi berat baik ekonomi maupun usaha maka Anda akan merasakan kesendirian. Tidak ada satupun yang bisa diharapkan kecuali diri sendiri. Ya, diri sendiri. Bila Anda membiarkan diri sendiri ikut goyah dalam situasi serba penuh keputus-asaan, maka Anda benar-benar masuk dalam kesendirian.

Bagaimana membangun kembali pikiran positif yang terus menerus terdorong pikiran negatif karena kondisi saat ini? Bersahabatlah dengan diri sendiri.

Seorang sahabat akan terus berada dalam lingkungan kita, dalam kondisi terburuk sekalipun. Bila tak ada lagi orang lain yang berhasil menjadi sahabat maka jadikanlah diri sendiri sebagai sahabat. Diskusikan baik-baik dengan diri sendiri, tenang dan gapai ketenangan sendiri atas apapun yang sedang terjadi dan harus dilewati. Jangan biarkan diri sendiri juga menjadi sahabat yang jahat, seperti membiarkannya melakukan hal-hal buruk dan tidak terpuji atau bahkan memberikan pengaruh pikiran negatif.

Diri sendirilah “orang” paling dekat dan paling mengerti Anda. Jangan berpaling dengan itu, bahkan Tuhan menganjurkan Anda untuk terus berdoa agar bisa mendapatkan ketenangan atas apa yang terjadi. Itu artinya, Tuhan ingin Anda lebih dekat dengan diri sendiri hingga bisa memahami diri sendiri untuk kemajuan yang akan datang.

Berhenti menggantungkan diri kepada orang lain, berhenti pula berharap atas bantuan dari keluarga, semua ini persoalan diri kita sendiri, hadapi serta gauli semuanya perlahan dan baik-baik. Bila diri sendiri sudah berhasil tenang untuk terus berpikir positif, maka kebahagiaan sudah dekat.

“Keajaiban menyukai orang-orang yang memiliki mimpi”

Terus bergerak dan bermimpilah. Salam kreatif.

2 thoughts on “Jatuh Bangkrut, bukan Akhir Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *