Jatuh dan Tidak Bangkit Lagi, itulah Kegagalan Sebenarnya

Jatuh dan Tidak Bangkit Lagi, itulah Kegagalan Sebenarnya

Setiap orang selalu mengalami kegagalan, setiap orang juga pernah merasakan sakit atas apa yang sudah dijalaninya. Ditipu pembeli hingga bangkrut, kehilangan pelanggan hingga berkurang pendapatannya, atau saudara yang tidak mau membeli dagangan, dan banyak lagi.

Kegagalan karena tidak berhasil menjual produk dagangannya ketika memulai usaha berdagang, kegagalan karena usaha menjadi bangkrut yang disebabkan oleh masalah keluarga, atau bahkan kegagalan yang disebabkan oleh kecurangan orang lain terhadap diri kita. Adalah kegagalan yang memang sangat wajar, apalagi dalam hal bisnis atau usaha.

Seorang penari balet yang mahir memiliki luka yang sangat banyak di kakinya, selama bertahun-tahun belajar berdiri diujung jari kaki dan meliuk-liukkan tubuh diatas lantai yang licin. Seorang pembalap hebat banyak memiliki jahitan disekujur tubuhnya karena seringnya mengalami kecelakaan saat mengendarai motor atau mobil balapnya. Seorang juara tinju, tentu memiliki luka bekas jahitan yang mengering dikening karena seringnya menerima pukulan telak dari lawannya. Dan itulah yang terjadi. Untuk mencapai bisnis atau usaha yang maju dan besar, dibutuhkan proses yang hebat, yang tidak jarang akan menimbulkan banyak luka baik fisik maupun perasaan.

Namun itulah yang sebenarnya, luka fisik maupun perasaan dalam menjalankan usaha dan bisnisnya akan memberikan tempaan yang kuat kepada daya tahan untuk menjalani semuanya. Tidak ada proses yang singkat, tidak ada usaha yang menghasilkan dengan cepat, semua membutuhkan waktu (yang bukan tidak mungkin) sangat panjang. Pengusaha yang tangguh akan mampu melewati rintangan yang menghadang, dari berbagai sisi.

Kegagalan saat baru memulai usaha adalah kegagalan kecil. Kegagalan sebenarnya adalah saat jatuh dan tidak berusaha kembali bangkit. Inilah kegagalan besar. Saat kita lebih memilih untuk terus terkapar dibawah tanpa berusaha untuk perlahan duduk hingga kemudian bangkit berdiri. Kegagalan sebenarnya terjadi saat kita berpikir “tidak ada lagi kesempatan”, kegagalan sebenarnya akan menjadi kenyataan saat kita berkata “apakah saya mampu untuk kembali bangkit”.

Lupakan sakit, lupakan salah, lupakan pula kehebatan masa lalu. Kegagalan dan kejatuhan kita telah menunjukkan bahwa ada yang salah dalam cara-cara yang sudah dilakukan. Perlu ada perbaikan untuk masa depan, perlu belajar untuk bisa menjadi lebih baik lagi dengan bangkit berdiri dan berlari lagi.

Tidak ada kegagalan kecuali saat kita mengatakannya.

Salam Kreatif.

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.