kecerdasan emosional

Kecerdasan Emosional

“Bukan orang terkuat ataupun orang paling cerdas yang akan bertahan, tetapi orang yang paling responsif untuk berubah.” – Charles Darwin

Sangatlah jelas dalam banyak aspek, interaksi manusia adalah gagasan untuk bertahan dengan baik. Dalam bisnis, pemerintah, ilmu pengetahuan dan bahkan hubungan pribadi, kompetisi langka dan unik yang (telah) mendorong manusia untuk menemukan “ujung” atas musuh-musuh mereka. Sebuah indikator keberhasilan yang baik di masa lalu telah menjadi tingkat kecerdasan seseorang. Sehingga muncul asumsi bahwa hubungan antara IQ seseorang dan keberhasilan seseorang akan berkorelasi positif. Dengan kata lain, individu yang cerdas akan menang atas mereka yang kurang cerdas.

Dapatkah seorang individu dengan kecerdasan rata-rata menjadi lebih sukses daripada seorang individu dengan kecerdasan yang lebih tinggi? Tentu saja bisa. Tetapi itu hanya berhasil jika seseorang tersebut memiliki tingkat yang lebih tinggi dari kecerdasan intelektual (ilmu), yaitu kecerdasan emosional.

Definisi Singkat

Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah jumlah kadar yang menandakan kecerdasan relatif seseorang, rasio dikalikan 100 dari usia mental, dilihat dari hasil kronologis tes standar. IQ terutama digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang, seperti kemampuan untuk belajar atau memahami situasi baru, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan saat seseorang dalam situasi tertentu yang melibatkan neo korteks atau otak bagian atas.

[xyz-ihs snippet=”1PPCStatic”]

Berikut ini bagan ukuran kadar IQ:

  • Lebih dari 140 – Genius atau hampir jenius
  • 120-140 : Kecerdasan super (penuh bakat)
  • 110-119 : Kecerdasan unggul
  • 90-109 : Kecerdasan rata-rata atau normal
  • 80-89 : Kusam
  • 70-79 : Garis kurang dalam kecerdasan
  • Di bawah 70 : Lemah-pikiran

Kecerdasan Emosional (EQ) adalah sebuah ukuran kadar emosional seseorang, yang didefinisikan dengan penggunaan emosi dan pengaturan pikiran kognitif (persepsi). Keterampilan yang ada dalam kecerdasan emosional adalah tidak terbatas pada empati, intuisi, kreativitas, fleksibilitas, ketahanan, manajemen stres, kepemimpinan, integritas, keaslian, keterampilan intrapersonal dan interpersonal. Ini melibatkan bagian bawah dan tengah otak, yang disebut sistem limbik. Hal ini juga melibatkan amigdala, yang memiliki kemampuan untuk memindai segala sesuatu yang terjadi kepada kita dari waktu ke waktu untuk melihat apakah ada ancaman, gangguan ataupun ketidakseimbangan.

Seperti yang didefinisikan oleh Dr Daniel Goleman, komponen kecerdasan emosional adalah “sederhana, namun cukup kuat untuk melakukan perubahan.” Oleh karena itu, menurut Goleman dan Darwin yang percaya bahwa secara “emosional”, individu cerdas yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis kemungkinan besar akan bertahan hidup (baca: berhasil).

Beberapa contoh kecil perbandingan kecerdasan emosional dengan kecerdasan intelektual:

  1. Orang yang cerdas secara intelektual tanpa kecerdasan emosi, akan lebih mengedepankan  emosi (cara apapun) untuk meyakinkan orang lain dengan mengabaikan fakta yang ada.
  2. Orang yang cerdas secara intelektual tanpa kecerdasan emosi, seringkali menggunakan persepsi dibanding menggunakan logika.
  3. Orang yang memiliki kecerdasan emosi akan mencoba mengetahui “bagaimana” dan “mengapa”. Sementara orang dengan “hanya” kecerdasan intelektual hanya mencoba mencari tahu apa yang terjadi, ada apa dan kemudian menggunjingkannya.
  4. Kecerdasan emosional akan bisa menggiring diri sendiri tentang bagaimana memotivasi individu lain demi memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.
  5. Kecerdasan emosi akan membentuk pribadi untuk segera mengendalikan “ketidakbenaran” dalam pikiran (otak).
  6. Kecerdasan intelektual tanpa kecerdasan emosi akan mudah mengendalikan seseorang dalam lingkaran “marah” karena tidak tahu bagaimana cara menangani permasalahan yang sedang terjadi dalam dirinya.

Untuk menjadi sukses dan bertahan dalam lingkaran masyarakat saat ini, setiap pribadi hendaknya memiliki kemampuan komunikasi yang baik (untuk) antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Goleman berpendapat bahwa keberhasilan seseorang di tempat kerja (tempat bisnis) adalah 80 persen bergantung pada kecerdasan emosi dan hanya 20 persen bergantung pada kecerdasan intelektual. Hal ini dikarenakan komponen kecerdasan emosi sangat berguna dalam membangun serta membentuk kerjasama yang baik antar personal yang ada didalam koridor wilayah kita dengan komunikasi, inklusi dan produktifitas.

Sudahkah upgrade kecerdasan emosional Anda?

Salam kreatif.

[xyz-ihs snippet=”720x90Banner”]

7 thoughts on “Kecerdasan Emosional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *