Kejamnya Teknologi Digital

Kejamnya Teknologi Digital

Di sore yang cerah, tiba-tiba istriku berujar, “Mas, tadi Pak Fadlun (makelar mobil langganan keluarga) datang dan nanya apakah mobil sudah laku?” dan dijawab dengan enteng oleh istriku bahwa mobil sudah laku setelah pasang iklan melalui situs OLX (dulu bernama tokobagus).

Apa pesan yang tertangkap dari percakapan diatas? Apa yang akan Anda cermati, apakah kasihan terhadap nasib orang-orang seperti Pak Fadlun yang perlahan tergilas kecanggihan teknologi atau bahwa segala sesuatu sudah waktunya menggunakan / memanfaatkan teknologi digital dalam berbisnis?

Sebagai pebisnis sekaligus pelaku bisnis digital, ada beberapa hal yang tertangkap dalam percakapan tersebut. Tentunya berhubungan dengan segala yang yang berbau digital. Seperti posting terakhir artikel di blog ini tentang bisnis digital yang mulai merangkak dan membengkak hingga melibas semua bidang dalam waktu pendek yang akan datang.

Peluang Bisnis Digital

Betapa besar peluang bisnis melalui digital dewasa ini. Segala sesuatu mulai terhubung dengan internet melalui genggaman tangan hingga mampu melakukan bisnis lintas wilayah hingga lintas benua. Industri bisnis jual beli makin memperpendek jarak antara penjual dan pembelinya. Bahkan percakapan hingga transaksinya mulai bisa dilakukan dengan hanya sentuhan jari dengan biaya yang lebih hemat.

Situs direktori jual beli dan situs ecommerce dengan berbagai bentuknya seperti Tokobagus, Berniaga, Elevenia, Blibli, Rakuten dan lainnya, mulai merambah Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 200 juta lebih, maka Indonesia menjadi salah satu surga untuk bisnis tersebut. Ditambah masih kurangnya pengertian pebisnis besar asal Indonesia akan bisnis digital, maka jadilah bisnis digital di Indonesia banyak dikuasai oleh perusahaan dari luar Indonesia. (Saya akan posting tentang ini di masa datang).

Peluang bisnis digital ini akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dimanapun. Pebisnis lokal harus bisa bersaing untuk terus berpikir digital agar tidak ketinggalan kereta. Para pemilik perusahaan sudah harus mulai memikirkan pola bisnis melalui digital dengan baik. Kecuali kalau tertarik untuk jadi seperti Pak Fadlun.

Informasi yang cepat menyebar

Teknologi mampu menyebarkan informasi hanya dengan hitungan detik. Informasi tidak lagi hanya milik segelintir orang, dari berbagai jalur semua informasi bisa didapatkan dengan mudah, sehingga bisnis dan transaksi bisnis pun bisa lebih cepat bahkan hitungan detik. Melalui situs sosial media atau situs yang terintegrasi dengan sosial media, informasi apapun bisa dengan mudah sampai ke banyak orang. Informasi apapun :).

Bagaimana dengan bisnis? Bila informasi bisa dengan cepat menyebar, maka bisnis Anda atau siapapun akan bisa dengan cepat dikenali oleh orang lain. Namun pertama, Anda harus menghubungkan terlebih dahulu bisnis Anda dengan teknologi informasi ini.

Kemudahan berbisnis

Siapapun yang ingin berbisnis dan tidak memiliki modal yang cukup atau besar, bisa memulai dengan berbisnis melalui teknologi internet seperti sosial media. Itu artinya men-digital-kan bisnis akan lebih mempermudah Anda mempresentasikan produk atau pun jasa atau merepresentasikan diri sendiri.

Selain itu, bisnis dengan basis teknologi digital bisa memberikan sistem layanan yang lebih akurat dan cepat. Contoh; apa yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Air Asia yang membuat jadwal tiket dan jual tiket pesawatnya disertai dengan informasi tempat duduk mana yang bisa ikut di beli. Juga fasilitas self check in yang makin memudahkan pelanggannya.

Sudah waktunya bagi pelaku bisnis di semua bidang untuk berpikir digital.

Salam Kreatif 🙂

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.