Wirausaha

Kesuksesan adalah Hasil Cara Berpikir

Aduh Om, sakit hati aku Om. Teman-temanku sudah banyak yang sukses. Dari mulai sukses membuat produk hingga produknya sukses“.

Ungkapan diatas diucapkan oleh seorang programmer dari Kota Malang yang kebetulan menemaniku menjemput teman Programmer lain yang juga dari Kota Malang di Bandara Soekarno – Hatta. Saya tersenyum mendengarnya, saya bisa merasakan apa yang sedang dipikirkannya. Pikiranku langsung melayang ke masa dulu. Masa dimana saya masih berkutat dengan serba kekurangan. Jangankan untuk menikmati mobil yang empuk dan nyaman kemana-mana, untuk makan saja begitu susah. 

Di masa itu, secara pribadi, saya suka menghasut teman lain manakala melihat seorang teman berhasil mencapai kesuksesannya. Tak jarang, saya hanya berusaha melihat keburukan teman tersebut, apalagi bila melihat teman tersebut sedang menikmati kehidupannya yang sudah sukses dibanding diri ini. Banyak juga teman-teman yang terlihat iri dengan apa yang dicapai oleh teman yang sukses tersebut, dengan berbagai cara mencari sudut keburukan teman tersebut.

Hingga suatu hari, saya tersadar. Bahwa saya sendiri sering mengucapkan kepada banyak orang kalau suatu hari saya akan menjadi orang sukses. Sukses memiliki usaha yang bagus, sukses memiliki istri yang baik dan anak-anak yang menyenangkan, serta kehidupan yang serba cukup. Saya mengembalikan semua yang dialami kepada diri sendiri. Bagaimana kalau orang yang tidak disukai itu adalah Aku?.

Ya, semenjak itu semuanya mulai berubah. Sedikit demi sedikit, dengan perjuangan yang sangat berat, saya mulai menata pikiran agar menjadi lebih baik dan berpikiran positif terhadap apapun. Meski tetap dengan cara sendiri yang terkadang sinis :D. Namun kesinisan ini juga berhasil saya rubah menjadi intuisi dalam menjalankan bisnis. Pada akhirnya, semua hal buruk yang saya punyai, saya gunakan untuk mencapai sesuatu yang positif. Tidak dengan menambahi pikiran negatif namun mengkonversinya menjadi hasil yang lebih positif. Salah satunya, sensitif terhadap perubahan. Sehingga bisa menjadi pribadi yang adaptable.

Melawan pikiran sendiri, mengaturnya, merubah menjadi lebih positif, benar-benar pekerjaan paling rumit se-dunia. Terus saya lakukan, demi kesuksesan yang menjadi impian. Tentunya dengan standar pribadi :). Pada akhirnya saya percaya, bahwa kesuksesan adalah hasil cara berpikir. Cara berpikir yang baik akan membawa kesuksesan yang dituju. Tidak lupa, teman yang tepat juga akan mudah mendekatkan diri kita dengan kesuksesan.

Kesuksesan adalah buah pikiran sendiri. Selama diri kita tidak bisa membentuk cara berpikir positif apalagi menciptakan energi positif lainnya, maka kesuksesan adalah mimpi belaka. Kesuksesan adalah sesuatu yang harus dikejar dan dikerjakan terus menerus. Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba tanpa usaha, bahkan pemenang Lotre sekalipun bisa menang karena dia membeli Lotre tersebut. Juga tidak ada yang namanya “Orang Beruntung”. Keberuntungan tidak akan datang bila kita tidak melakukan apapun.

Terkait ungkapan teman saya diatas, saya tahu betul bahwa itu sudah sifatnya manusia yang sulit menerima kesuksesan orang lain apalagi temannya. Maka jawaban saya adalah “Itu karena kamu kenal dengannya, coba kalau kamu tidak kenal? Dijamin tidak sakit hati“. Dan semoga teman saya itu sanggup merubah sakit hatinya menjadi dorongan yang positif untuk mengikuti jejak temannya tersebut.

Salam Sukses.

3 thoughts on “Kesuksesan adalah Hasil Cara Berpikir

  1. Memang susah untuk berfikir secara sukses mas.
    Apalagi untuk sukses menjadi entrepreneur, harus bisa berfikir smart untuk bisnis yang matang.
    😀
    Keren artikel nya mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *