Langkah Membangun Bisnis Tanpa Modal ala Saya

Langkah Membangun Bisnis Tanpa Modal ala Saya

“Pak, saya ingin berbisnis tapi tidak punya modal”, tanya seorang mahasiswa.

“Mas, Anda punya pisau di rumah? Kalau punya, coba bunuh diri pakai pisau itu”, jawab saya sembari guyon.

Selama ini orang berpikir bahwa membangun bisnis tanpa modal hampir pasti tidak bisa. Ini tidak sepenuhnya salah, bila yang dimaksud dengan modal adalah persiapan uang yang besar sejak awal bisnis, namun juga tidak sepenuhnya benar jika yang dimaksud dengan modal adalah fisik yang sudah siap, mental, atau apa yang ada dan kita punya. Maka perlu kombinasi yang baik dalam cara berpikir agar bisa memulai bisnis tanpa modal.

Tips untuk berbisnis tanpa modal sudah banyak berseliweran di berbagai media internet, salah satunya disini. Biasanya tips ini disampaikan atau ditulis oleh konsultan keuangan atau pengusaha yang sudah berhasil memulai bisnisnya dari nol modal. Dan saya akan coba menuliskan berbekal pengalaman pribadi, jangan di hina ya :D.

Apa saja yang saya lakukan untuk memulai bisnis tanpa modal?

Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan;

Mulailah dari Hal Kecil

Jangan pernah berpikir untuk langsung memiliki sarana atau prasarana lengkap dalam sebuah bisnis, lakukan saja dari hal paling kecil dulu. Hal kecil yang bisa kita raih dan kita kuasai dengan baik, mengapa begitu? Karena wajib bagi kita untuk menyesuaikan skala kemampuan diri. Dan perlu diingat, skala kemampuan ini juga berdasarkan ukuran sepatu kita masing-masing, tidak bisa disebandingkan ukuran orang lain.

Ambil dan persiapkan sebuah hal yang sesuai dengan skala kemampuan kita, kemudian perlahan kembangkan itu. Teruslah belajar dari segala hal, jangan takut untuk salah. Sedikit demi sedikit tambahkan kemampuan seiring berkembangnya bisnis yang sudah dimulai, dengan begitu kita akan lebih mudah menguasai bisnis kita lebih baik.

Jangan Takut Salah

Takut. Inilah hal yang paling sering sekali dijadikan alasan untuk tidak memulai sebuah usahanya. Takut rugi, takut ditipu, takut bangkrut dan sejenisnya. Padahal sebenarnya alasan ini lebih menjurus pada ketakutan untuk sukses, atau hanya sekedar tidak berani melihat dirinya sendiri harus menderita akan kekurangan dan kesulitan atau sekedar takut salah. Saya pribadi sudah jatuh bangun dalam membangun bisnis hingga akhirnya lahir PT Arta Kuat Saka Mandiri beserta unit bisnisnya ini.

Saya tidak tahu kenapa harus ada takut akan kesalahan, mungkin karena saya tidak pernah punya rasa takut dalam berbuat sesuatu walau harus berujung salah. Sebuah kesalahan itu sudah pasti ada, tidak akan pernah bisa kita zero mistake dalam berbagai hal. Hal paling penting dari semua kesalahan yaitu kemampuan diri untuk akhirnya menyadari serta memperbaikinya. Jangan lupa, orang lain yang sudah dewasa dan juga pernah mengalami kesalahan akan bisa menerima salahnya kita, jadi jangan takut untuk salah.

Perbaiki Komunikasi

Memperbaiki komunikasi atau lebih tepatnya cara berkomunikasi dengan orang lain. Dari mulai gestur, susunan kalimat hingga bertindak dalam menjawab atau menanyakan sesuatu. Hal paling penting dari langkah perbaikan komunikasi adalah MENDENGAR. Tanpa mau mendengar, kita takkan mampu memahami atau bahkan tak akan bisa mengerti apa yang orang lain bicarakan. Kemampuan mendengar harus didahului kemampuan untuk diam memperhatikan. Maka disini, diam saja tidak cukup, tapi harus disertai diam memperhatikan dan mendengarkan lawan bicara, atau bahkan mendengarkan pikiran diri sendiri.

Langkah selanjutnya untuk memperbaiki komunikasi adalah MEMBACA. Bacalah apa yang muncul di depan kita, apa yang diucapkan orang lain atau yang dituliskan. Baca juga kemungkinan ke depan apa yang akan terjadi bila kita bertindak berikut dengan segala efek baik buruknya. Akan lebih bagus lagi bila dibarengi serta membaca diri sendiri, akan karakter dan kepribadian diri kita sendiri.

Dengan mendengar, membaca dan mengenali lingkungan baik lingkungan keluarga atau pun jaringan pertemanan yang sudah ada, akan lebih memudahkan bagi kita untuk memulai berbisnis tanpa menggunakan modal. Tapi tetap harus diingat bahwa modal tak selalu nol ya. Ini perlu terus dilakukan agar bisa tetap menjaga motivasi diri.

Bangun Jaringan

Ini hal yang juga sangat penting untuk dipahami. Ketika saya memulai Cipendawa.com yang melayani transportasi bus wisata dan Sumanjaya.com yang khusus melayani sewa mobil mewah, saya memiliki modal terbesar dari jaringan ini. Dimulai dari perkenalan dengan salah seorang teman yang bergerak di rental mobil bertahun Рtahun, saya belajar darinya dan bergerak mengenali lingkungannya. Perlahan saya masuk ke dalam berbagai jaringan bisnis melalui kunjungan kesana kemari selama kurang lebih 1 tahun.

Membangun jaringan merupakan sebuah pekerjaan jangka panjang, yang boleh saya bilang bisa membesarkan bisnis kita. Perkenalkan diri kita secara halus dan kenali orang lain dalam bisnis yang sama maupun berbeda. Manfaatkan jaringan pertemanan yang bisa pada akhirnya jadi sebuah bisnis. Mungkin bisa dibaca di tips membangun jaringan bisnis dari saya.

Saat saya memulai bisnis rental mobil ini, saya tidak memiliki unit mobil sendiri. Saya memasarkan rental mobil dengan menggunakan mobil dari jaringan bisnis. Tak ada salahnya memanfaatkan pertemanan namun wajib disertai komunikasi yang bagus untuk tetap menjaga koridor pertemanan dalam ukuran yang tepat. Sekarang mobil saya sudah tersebar hingga di 5 kota besar, hanya dalam jangka waktu relatif singkat. Tapi mohon tetap diingat, untuk membangun semua ini, saya harus jatuh bangun berkali-kali.

Poin Penting

Siapkan skala bisnis sesuai kemampuan, kemudian mulailah dengan segala hal yang kita miliki dengan percaya diri dan kembangkan. Belajarlah terus mengenali diri sendiri dan bisnis, sembari terus menerus memperbaiki komunikasi pribadi atau pun terhadap orang lain sehingga terbangun jaringan yang bagus sebagai bahan bakar kita untuk menjalankan bisnis menjadi lebih besar dan BESAR lagi.

Salam Kreatif

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.