2 Langkah Membangun Kontrol Diri

2 Langkah Membangun Kontrol Diri

Perjalanan bisnis tentu mengalami naik turun, kadang di bawah kadang di atas. Kadang sangat tinggi menjulang di atas, kadang turun hingga ke kerak terbawah. Perputaran seperti ini akan dialami oleh siapapun tanpa kecuali. Justru disitulah keindahan sebenarnya, banyak tekanan yang dirasakan membuat hati berdebar, galau hingga gemetar saat harus menghadapinya seketika akan menjadi bahan tertawa paling hebat saat semuanya terlalui dan tersisa kebahagiaan.

Semua itu membangun berbagai komponen baru dalam cara berpikir, cara bertindak hingga mengatur emosi yang berujung pada self control. Ya, self control atau kontrol diri. Jatuhnya sebuah bisnis, hancurnya sebuah rumah tangga, berantakannya sebuah pertemanan, rusaknya sebuah ajaran agama dan lainnya banyak berawal dari kontrol diri yang buruk. Bila tidak sanggup mengontrol diri maka (besar) kemungkinan untuk melakukan hal-hal bodoh yang pada akhirnya menumbuhkan penyesalan di kemudian hari.

Begitu banyak saya menemui pebisnis muda mengalami kesulitan untuk berkembang karena mudah tergoda untuk mengejar peluang usaha yang seringkali muncul menawarkan banyak bayangan keindahan. Begitu juga sering saya temui orang-orang yang mengatakan gagal dalam berumah tangga disebabkan minimnya kontrol diri akan emosi dan egoisme, yang pada akhirnya penyesalan pun datang. Dan pernah seorang teman menangis karena tidak berhasil mengontrol dirinya saat sedang marah terhadap sahabatnya, dan hancurlah persahatan mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun. Kontrol diri sangat memegang peranan penting dalam menjalankan segala hal.

Dalam sebuah diskusi, seseorang mengatakan bahwa dia memiliki kecenderungan mudah marah dan saat marah itu muncul maka egoisnya akan semakin besar. Dia akan bersikap semakin otoriter dan kasar terhadap orang yang (dianggap) memantik emosinya. Hingga akhirnya tidak ada satupun orang yang sanggup bekerja kepadanya lebih lama dari sebulan. Akibatnya usaha yang dibangun tersendat bertahun-tahun tanpa perkembangan signifikan.

Ada dua metode kontrol diri yang bisa dilakukan;

1. Membangun kontrol diri secara jangka panjang

a. Buat daftar kebiasaan

Buat daftar kebiasaan atau perilaku yang ingin Anda kontrol. Ambil saran-saran baik dari teman, saudara maupun orang lain yang bisa diterapkan atau jadikan sebagai pertimbangan. Perubahan hanya bisa berhasil dari dalam diri sendiri oleh karena itu dengan mendengarkan intuisi sendiri serta menghormati perasaan diri sendiri sangat menentukan hasil. Konsisten serta berkomitmen untuk membuat perubahan serta membangun kontrol diri merupakan langkah penting dalam mengubah perilaku maupun kebiasaan.

Contohnya: berhenti merokok, mengubah gaya hidup, membangun hidup sehat, bekerja dan produktivitas, mengendalikan emosi dan sejenisnya.

b. Terapkan skala prioritas

Pilih satu atau dua perilaku dari daftar yang sudah dibuat yang ingin dikontrol atau diubah. Setiap orang memiliki bidang kehidupannya masing-masing, maka pilih yang paling mudah terlebih dahulu untuk dilakukan dan dengan kedisiplinan dan pengendalian diri yang berkembang akan membuat lebih mudah untuk melakukan hal lebih berat perlahan-lahan. Mengubah kebiasaan sangat membutuhkan waktu dan membangun kontrol diri sangat membutuhkan usaha keras. Hormati pula enerji yang akan dikeluarkan sehingga bisa menetapkan tujuan yang lebih realistis.

Hindari pengendalian diri maupun manajemen kontrol diri dengan melibatkan orang lain. Perubahan ini harus berawal dari diri kita sendiri bukan dari orang lain. Contohnya: “Saya akan mengubah diri sendiri kalau pasanganku berubah”.

Ini salah satu bentuk ketergantungan, juga bentuk ketidakbersediaan diri sendiri untuk berubah karena memaksakan syarat dari orang lain bukan dari dalam diri sendiri. Sebaiknya “saya akan mengubah diri sendiri menjadi lebih baik terlepas pasangan mengubah dirinya atau tidak”.

Jadi pilihan realistis dari dalam diri sendiri jauh lebih baik dalam rangka mengubah perilaku maupun kebiasaan diri sendiri. Sehingga tidak ada keinginan mengubah semuanya sekaligus pula. Karena tetap perlu memperhatikan waktu dan kemampuan agar tidak mudah menyerah seiring perjalanan waktu.

c. Adopsi

Lakukan penelitian kecil tentang bagaimana orang-orang berhasil membangun kontrol diri dari waktu ke waktu. Diskusi dengan orang-orang dekat yang juga telah berhasil membuat perubahan dalam dirinya kemudian adopsi perlahan sesuai dengan karakter diri sendiri. Mendidik diri sendiri tidak bisa tanpa mencontoh perilaku orang lain.

d. Jujur pada diri sendiri

Buat urutan apa saja yang sudah dilakukan dengan jujur. Jujur pada diri sendiri akan mengembangkan kesadaran diri dalam mengontrol diri sendiri untuk mengenali perilaku. Memupuk kesadaran tentang perilaku impulsif akan membantu pengendalian diri sendiri serta membantu dalam membuat keputusan lebih baik pada saat terjadi sesuatu. Perlu juga diketahui apa penyebab kita mudah merasa impulsif, dan jujur pada diri sendiri akan membuat kita lebih mudah menemukannya.

e. Tetapkan tujuan

Menerapkan tujuan merupakan langkah sistematis agar bisa mengantisipasi kegagalan serta memperbaiki kegagalan yang muncul dalam mengembangkan kontrol diri. Ini menjadi penting karena perubahan dalam diri sendiri tidak akan tercapai hanya dalam waktu semalam saja.

Contoh: Jika sedang membangun kontrol diri sekitar makan kompulsif misalnya, jangan mencoba beralih ke hal lainnya. Tetapkan saja dari hal yang sama perlahan-lahan. Menggantinya dengan buah-buahan atau sayur-sayuran sekaligus tidak akan memberikan solusi instan.

f. Tandai kemajuan yang ada

Ingatlah selalu, hal paling penting adalah kemajuan bukan hasil yang sempurna. Tandai kemajuan yang sudah berhasil dicapai, berhenti mencari kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ketika muncul ketidakmampuan mengontrol diri segera pula tandai. Kita bisa menandainya melalui kalender atau apapun yang dijadikan alat untuk menandai. Semakin tumbuh kesadaran diri dan kita memahami pola diri kita, semakin mudah menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan di masa datang.

Sebagai contoh, berkumpul dengan teman-teman membuat kita stress karena nafsu makan yang membesar. Maka terapkan fokus untuk mengontrol diri setiap kali menghadapi undangan pertemuan apalagi pesta makan.

g. Memotivasi diri sendiri

Terus memotivasi diri sendiri agar mudah mengontol perilaku serta mengingatkan diri kita sendiri terus menerus. Temukan kunci motivasi diri dalam batin terdalam dan tuliskan dalam secarik kertas atau tempat yang mudah ditemukan sebagai pengingat.

h. Perilaku positif

Menyalurkan energi ke dalam perilaku positif. Cobalah menaikkan terus energi positif setiap kali ingin melakukan sesuatu, sehingga bisa menggantikan (meredam) perilaku negatif yang bisa muncul sewaktu-waktu. Jadikan perilaku ini sebagai sebuah perjalanan untuk mencari tahu apa saja yang bisa mengubah diri kita, jangan berkecil hati jika ada yang tidak sesuai.

i. Mengembangkan hobi baru

Menemukan hobi baru atau bahkan mungkin tanpa sengaja menemukannya bisa menjadi gangguan yang indah dalam kontrol diri. Dengan hobi baru, kesenangan akan muncul dan membuat gairah dalam diri sendiri memusat pada keinginan untuk memainkannya. Namun harus pula di ingat untuk tidak menjadikan hobi baru sebagai perilaku buruk selanjutnya. Terapkan sebagai bagian untuk mengembangkan kontrol diri dari perilaku impulsif dan kompulsif.

j. Membangun diri

Selalu proaktif mendorong diri sendiri untuk membuat perubahan yang diinginkan. Dengan sikap positif yang benar-benar diterapkan akan memperngaruhi kemampuan dalam mengembangkan kontrol diri. Jangan terlalu keras pada diri sendiri dan juga jangan terlalu lunak pada diri sendiri dalam mencapai tujuan. Terus fokus dalam membangun usaha perubahan serta melepaskan segala sesuatu yang dirasakan gagal.

k. Manfaatkan dukungan

Beritahukan pada teman-teman maupun orang-orang sekitar dalam kehidupan kita bahwa kita sedang berusaha untuk mengembangkan diri dan mengubah perilaku buruk. Meminta dukungan dari mereka untuk menjadi tempat menumpahkan cerita akan membantu menciptakan perubahan, bantuan dari orang lain bisa membuat diri kita menjadi lebih baik lagi. Menerima motivasi dari mereka, mendiskusikan sesuatu dalam pembicaraan yang penuh semangat dengan mereka akan membantu memperkuat pondasi dalam membangun perubahan.

l. Penghargaan diri sendiri

Hadiahi diri kita sendiri dengan penghargaan yang tepat dalam rangka membangun kontrol diri. Menghargai diri sendiri saat sedang terus berlatih pengendalian diri akan membantu memperkuat perilaku positif dalam menggantikan perilaku impulsif.

Misalnya, jika kita berhenti makan-makanan mewah cobalah dengan menggantikannya melalui hadiah kecil seperti baju baru atau sesuatu lainnya yang lebih hemat dan sehat.

m. Meminta bantuan

Belajar memahami kapan waktunya untuk mencari bantuan atau pertolongan merupakan salah satu cara untuk membangun kontrol diri. Karena orang yang kuat justru orang yang tidak segan-segan meminta bantuan orang lain. Berikut ini adalah beberapa saran kapan waktu terbaik untuk meminta bantuan dari keluarga maupun profesional dalam bidangnya;

  1. Saat sedang berjuang dengan alkohol atau narkoba dan zat lain.
  2. Saat sedang terlibat dalam perilaku seksual yang berbahaya atau adiktif.
  3. Saat menemukan diri sendiri berulang kali terlibat dalam hubungan yang kasar atau berbahaya dan tidak sehat.
  4. Saat mencoba untuk mengendalikan amarah, atau mengamuk dan menyakiti diri sendiri bahkan orang lain dalam prosesnya.

2. Membangun kontrol diri saat itu juga

a. Mengenali pikiran impulsif

Tentukan momen dimana kita menjadi tergoda untuk melakukan perilaku impulsif, hal ini akan membantu kontrol diri sendiri saat datang hal yang sama yang bisa memancing diri kita. Buat daftar hal-hal yang dapat memicu perilaku buruk dan tempatkan ke dalam skala prioritas untuk mengontrolnya. Dengan mengenali saat-saat dorongan negatif muncul maka akan bisa membuat penundaan dalam bertindak, terutama tindakan bodoh.

b. Batas waktu

Ciptakan ruangan dalam pikiran untuk membuat batasan waktu pada pikiran impulsif. Lakukan evaluasi agar tindakan kita menjadi lebih rasional, lebih ramah dan tidak sia-sia. Sehingga kita bisa bertindak lebih bijak meskipun dorongan besar untuk melakukan hal-hal buruk muncul.

c. Tarik nafas dalam-dalam

Saat muncul dorongan untuk melakukan tindakan bodoh, lakukan pengontrolan diri dengan menarik nafas dalam-dalam. Bila keadaan makin memuncak mungkin bisa mencobanya dengan berbaring untuk meredakan keinginan tersebut. Luangkan waktu untuk menarik nafas serta mengeluarkan nafas sembari mengusir perlahan keinginan tersebut seiring keluarnya nafas.

d. Mengalihkan perhatian

Sulit bagi kita untuk menghindari dorongan perilaku negatif apabila hanya duduk menerima atau bahkan terpaku pada hal tersebut. Segera alihkan perhatian ke hal-hal lain yang positif. Kita bisa mencari film atau hiburan lainnya sehingga memberi ruang pikiran positif untuk kembali menempati ruang pikiran, sehingga bisa berpikir secara sehat apakah perlu diambil tindakan atau tidak.

e. Bangun aktivitas alternatif

Saat sedang dalam gangguan pikiran yang merusak kontrol diri, carilah pengganti agar bisa membuat perilaku yang lebih positif dan memperlambat pikiran kita terhadap keputusan yang buruk. Sehingga muncul keputusan yang lebih bisa diberdayakan.

Orang yang mampu mengendalikan dirinya, akan mampu mengendalikan orang lain.

Salam kreatif

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.