sudut pandang

Membangun Perusahaan dengan Investor

Beberapa waktu yang lalu, di sebuah seminar yang diadakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, saya diminta untuk memberikan materi presentasi tentang Business Model Generation agar bisa dimanfaatkan sebagai tools yang menunjang bisnis dan membantu mereka (peserta) membangun perusahaan dengan investor.

Secara garis besar, saya memberikan presentasi bagaimana menggunakan Business Model Canvas berikut dengan membuat garis besar bisnis yang ingin diimplementasikan dan ditargetkan. Penerapan Business Model sangat bergantung dengan ide dasar yang akan di implementasi, misalnya bisnis kaos tentu akan berbeda modelnya dengan bisnis booking ticket secara online.

Business Model bisa digunakan sekaligus sebagai business plan. Tentu saja, kita harus bisa menghitung serta membuat perhitungan secara rinci akan apa saja yang muncul, dibutuhkan, dikeluarkan dan didapatkan dari business plan tersebut. Jangan lupa 6 pertanyaan penting dalam membuat Business Model.

Sekarang, bagi Anda yang ingin membuat bisnis model yang mungkin (lebih mudah) bisa diterima oleh investor, ada beberapa tips yang bisa digunakan sebagai garis besar pemikiran agar lebih terarah dan jelas dalam proses pembuatannya, berikut ini tipsnya:

1. Mulai dengan kecil saja

Ambil kertas dan raut pencil Anda, tuliskan diatasnya besar-besar “mulai dari KECIL”. Ini hal yang sudah sering ditulis dan banyak di share oleh orang-orang ahli (bahkan di artikel saya yang kemarin juga saya singgung). Namun banyak orang pula cenderung gampang lupa dengan hal ini. Keinginan memulai seringkali menjadi lebih besar dibanding kebutuhan untuk memulainya itu sendiri.

Mungkin (banyak) orang keliru untuk meletakkan Dream Big mereka. Dream Big akan lebih bagus bila diletakkan di belakang kepala (neo kortek) agar memacu semangat untuk terus menerus dalam berkarya dan membentuk usaha. Tentunya dengan Start Small namun detail. Atau mungkin karena terlalu banyak mengikuti seminar yang tidak sesuai dengan tujuan usahanya.

2. Hilangkan Obsesi tentang Pendanaan

Bagaimana mungkin ingin mentargetkan untuk mendapat investor namun diminta untuk menghilangkan obsesi tentang pendanaan? Ingat akan aturan nomor 1 di atas, mulailah dengan yang kecil dan jalankan dulu dengan kemampuan sendiri terlebih dahulu. Dengan menanamkan target untuk mendapatkan investasi besar maka Anda sama dengan telah keluar dari koridor pikiran.

Seringkali pemodal atau investor terutama investor ventura tidak suka menanamkan investasinya dalam jumlah kecil, dan sebagai gantinya mereka lebih suka menginvestasikan modalnya dengan sangat besar. Investor akan melihat kerangka perusahaan, nilai perusahaan baik dari segi nilai investasi produk – produksi maupun nilai keuntungan jangka pendek dan jangka panjang, juga akan memperhitungkan sisi keuntungan besar bagi mereka.

Oleh karenanya, bangunlah usaha Anda menjadi kokoh dan memiliki pasar yang jelas terlebih dahulu. Bila kemudian produk atau perusahaan sudah memenuhi syarat yang baik, maka akan banyak investor yang mendatangi Anda.

3. Bangun PasarĀ 

Akan lebih sulit menghadapinya bila produk Anda melakukan head to head dengan bisnis yang sudah besar dan pasar yang mapan. Sementara, dalam memulai bisnis, tentu saja Anda akan mengeluarkan banyak hal seperti menggaji, pemasaran, riset, manajemen dan lain-lain. Maka banyak effort dibutuhkan bila belum memulai namun sudah melakukan (perencanaan) head to head dengan bisnis yang mapan.

Bangun sendiri pasar yang ingin dituju. Bagaimana caranya? Pikirkan tentang hal termudah yang bisa dilakukan ketika mulai mendapatkan ide. Tumbuh kembangkan potensi pasar yang dibidik dengan baik kemudian perkuat dalam hubungan produsen dan pelanggan. Akan lebih bagus lagi apabila mulai sekarang Anda menamakan klien atau pelanggan Anda sebagai partner.

Bila perusahaan atau usaha Anda sudah jalan dan mulai tergerus oleh pasar, hal yang bagus untuk dilakukan adalah membedakan diri. Buatlah perbedaan yang signifikan dalam produk dan perbedaan signifikan di mata partner.

4. Jangan bergantung pada iklan.

Tip terakhir ini, lebih dikonsentrasikan kepada pelaku bisnis Dot Com. Business Model yang hanya mengandalkan iklan akan mudah kehilangan pasar ke depannya. Tidak semua perusahaan bisa menjadi Facebook berikutnya. Fokus kepada kualitas produk atau jasa, dan pastikan revenue yang jelas terdapat dalam skema model bisnis Anda. Akan lebih bagus lagi apabila produk online Anda bisa di sinkronisasikan dengan penjualan secara offline.

Salam kreatif

6 thoughts on “Membangun Perusahaan dengan Investor”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *