Usia 40 Tahun

Mendekati Usia 40 Tahun dan Merasa Semua Terlambat?

Belakangan ini bermunculan pengusaha-pengusaha muda yang bahkan dengan usia-usia fantastis dan sudah berhasil sukses dengan penghasilan milyaran rupiah. Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi mental para pembacanya terutama para pengusaha yang sedang bekerja keras untuk bisa sukses namun disertai usia yang terus merangkak naik.

Apalagi kondisi di Indonesia, terutama di Jawa. Ada pameo yang mengatakan bahwa “Manakala sudah menginjak usia 40 tahun dan seseorang belum menjadi apa-apa, maka selamanya dia akan seperti itu”. Pameo ini sangat kuat di tradisi masyarakat Indonesia. Entah siapa yang memulai memunculkan kalimat menyebalkan itu.

Sering ditemukan orang-orang dengan usia sudah mendekati atau melewati usia 40 tahun, terasa lebih pesimis dibandingkan anak-anak muda. Seakan-akan usia benar-benar berpengaruh terhadap segala hal baru. Orang yang berpikir bahwa usia adalah batasan maka orang tersebut cenderung menjual diri atau performa diri sendiri. Sementara masih begitu banyak produk atau jasa yang bisa dikemas menjadi sebuah keberhasilan.

Sedikit contoh; Pendiri Roll Royce, yaitu pasangan Henry Royce dan Charles Roll berhasil mendirikan pabrikan mobil Roll Royce di usia 43 tahun ditahun 1904. Pendiri Walmart – Sam Walton, berhasil sukses dengan Walmartnya di usia 44 tahun. Kemudian ada juga Charles Flint yang sukses dengan produk IBMnya di usia 61 tahun.

Data infografis dari Funders and Founders dibawah ini akan memberitahu bahwa tidak ada yang terlambat dalam memulai sesuatu. Sebuah adagium lama masih sangat relevan untuk diterapkan. “Tidak ada waktu yang tepat kecuali saat ini juga”. Semangat. Lihat saran untuk memulai berusaha.

Info Grafik usia 40 tahun

 

 

 

2 thoughts on “Mendekati Usia 40 Tahun dan Merasa Semua Terlambat?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *