Memiliki Web

Mendesain Produk Sesuai Pasar

What does Jokowi did for winning the election? Pertanyaan ini muncul dari seorang teman dekat yang kebetulan Bule dan tidak tinggal di Indonesia. Dia banyak menanyakan apa saja yang muncul dari pikiran dari Jokowi hingga mampu menarik banyak perhatian dari media massa dan banyak orang baik di dalam mau pun luar negeri, terutama yang punya konektivitas dengan Indonesia.

Yes, The Phenomenon (ini istilah saya sendiri) telah mampu mengemas dirinya dengan sangat baik menjadi sebuah produk yang bisa dengan mudah masuk ke dalam target pasar. Dalam beberapa hal, Jokowi telah melakukan yang sebenarnya sudah biasa dilakukan terutama oleh Perusahaan-perusahaan atau pengusaha-pengusaha besar. Jokowi berhasil menerapkan dirinya sendiri sebagai produk dan masyarakat sebagai target pasar.

Jadi apa sebenarnya yang dilakukan oleh Jokowi? Menjadi sesuatu yang memang diinginkan oleh masyarakat. Ya, Jokowi berhasil menempatkan dirinya sebagai produk sesuai pasar dengan menyesuaikan diri sekaligus terus berinovasi dengan program-programnya.

Untuk menerjunkan produk sesuai pasar dan aktifitas marketing yang sesuai sasaran, Anda bisa melakukan beberapa tips sederhana dibawah ini:

1. Pahami Produk

Seperti apa dan apa produk kita?

Tak jarang, masih banyak ditemukan start up yang menjalankan produknya dengan tagline “yang penting jalan”. Sesuatu yang hendaknya dihindari untuk dilakukan, dengan setidaknya mengenali produk dengan baik untuk kemudian ditawarkan kepada orang lain. Bagaimana kita bisa mengenalkan produk kita bila kita sendiri tidak mengenal produk diri sendiri?

Tentu, dengan mengenali diri terlebih dahulu, seperti apa sebenarnya produk yang akan disebarkan ke masyarakat banyak (pelanggan). Dan dalam berbisnis, pelaku usaha/pengusaha/perusahaan sudah selayaknya terus berbenah dengan menawarkan solusi-solusi yang memang dibutuhkan oleh pelanggannya.

Ciptakan bisnis model yang memang unik, beda dan mudah sehingga menjadi produk sesuai pasar.

2. It’s All about Them not Us

Berbisnis adalah sesuatu yang dilakukan terkait (untuk) orang lain, tidak bisa mengedepankan semau diri pemilik produk. Bila sampai itu terjadi, selamat! Anda tidak akan pernah laku. Meski ada beberapa pengecualian, namun hendaknya yakinlah diri Anda bahwa diri Anda tidak termasuk didalamnya.

Orientasi produk/layanan sudah tentu untuk memudahkan semua pelanggan tidak malah sebaliknya. Marketing dewasa ini, sudah banyak beranjak dari kehidupan sale and sale. Namun sudah mulai mengacu pada kemampuan pelaku usaha untuk terhubung, bergandeng tangan dan merangkul pelanggan menjadi “sesuatu” yang lebih, tidak sekedar pelanggan. Beberapa perusahaan sudah memperlakukan pelanggan/klien sebagai partner. Pengelolaan stakeholder dalam menjalankan bisnis, juga sudah mulai banyak melibatkan pihak kostumer/klien sebagai stakeholder yang ikut membesarkan produk atau nama perusahaan tersebut.

3. Pahami Pelangganmu

Riset, analisa dan pengemasan sudah selayaknya sesuai dengan keinginan pelanggan. Dalam buku Business Model Generation yang ditulis oleh Alex Osterwalder dan kawan-kawannya, Understanding Your Customer menjadi salah satu section yang sangat penting untuk dipelajari.

Dengan memahami kebutuhan pelanggan/klien, kita akan lebih mudah untuk menjalankan target produk sesuai dengan pasarnya. Itulah gunanya dilakukannya inovasi-inovasi baru sebagai solusi untuk pelanggan. Perubahan jaman tentu akan juga merubah cara berpikir masyarakat, maka sudah tentu perilaku pelanggan produk akan berubah menyesuaikan keadaan yang sesuai dengan tingkat kecerdasan, tingkat kebutuhan dan tingkat keadaan masyarakat sendiri.

4. Show. Don’t tell

Inilah hal terpenting yang dilakukan Jokowi. Dia menunjukkan semuanya secara jelas tidak sekedar memberi wacana atau memberitahu semata. Ini bisa ditiru, terutama bagi kita pengusaha awalan. Yaitu dengan menunjukkan seberapa besar kompetensi, seberapa hebat kemampuan dan seberapa bagus produk sesuai pasar yang kita punya.

Lakukan dan tunjukkan, kurangi banyak bicara layaknya sales jaman dulu. Di jaman sekarang, banyak orang jengah dengan orang yang menjual produknya dengan cara bicara lebih banyak dibanding produknya yang bicara banyak. Kita (pelaku usaha) butuh untuk membuktikan bahwa produk kita mampu bicara banyak, mampu memenuhi kebutuhan mereka (masyarakat/pelanggan) dan mampu membuat orang lain berbicara banyak tentang produk kita.

Mari tempatkan kembali kebutuhan pelanggan sebagai dasar untuk membuat produk serta menyertakan target pasar yang jelas dengan produk sesuai pasar yang dipunyai. Silahkan baca, Branding ala Jokowi ditulisan saya yang lainnya.

“The Innovation is the Problem Solving itself” 

Salam kreatif

4 thoughts on “Mendesain Produk Sesuai Pasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *