Tukang Tambal Ban

Mengambil Pelajaran dari Tukang Tambal Ban

Perjalanan menjadi terganggu saat tiba-tiba ban roda kendaraan yang kita naiki kempes dan ternyata bocor. Sementara kita tidak memiliki alat atau bahkan keahlian untuk menambal ban roda kendaraan. Terpaksa mesti mencari tempat dimana tukang tambal ban berada agar kita bisa kembali meluncur asooii ke jalanan dan kembali melakukan aktifitas. Rasanya begitu mudah dengan adanya tambal ban, kita tidak takut lagi perjalanan terganggu.

Namun pernahkah kita belajar dari tukang tambal ban yang membantu kita? Bahwa ternyata begitu banyak pelajaran atau filosofi yang bisa diambil dari tukang tambal ban? Meski juga ada banyak pelajaran di setiap hal lain, filosofi dari kegiatan menambal ban ini bisa melengkapi pelajaran-pelajaran lain. Mari kita mencermati cara kerja seorang tambal ban, kemudian mengikuti setiap langkahnya untuk menyelesaikan setiap masalah, begitu efektif dalam menyelesaikan masalah.

Filosofi / Pelajaran dari Tukang Tambal Ban

1. Membuka Kulit

Dia akan membuka ban luar yang ikut kempes kehilangan angin.

Ini seperti mengajarkan untuk sebaiknya tidak melihat permasalahan dari luar saja. Mari kita buka kulitnya dan kita bedah untuk mendapatkan substansi masalah. 

2. Mengambil Ban Dalam

Setelah terbuka ban luarnya, maka ban dalam diambil untuk kemudian di pompa dan dicari letak titik bocornya.

Disini kita diajak untuk mengerti dan selalu mencari akar permasalahan dengan berbagai pertimbangan sudut pandang, sehingga kita dapatkan permasalahan sebenarnya.

3. Mengalokalisir Bocor

Setelah menemukan kebocoran, pak tukang membuat bidang kebocoran untuk mengalokalisir bocor dan kemudian membuatnya menjadi bidang yang kasar, dan memberinya lem perekat kemudian menempelnya dengan tambalan yang juga dari kulit Ban atau bahan karet.

Mari ikatlah permasalahan sebenarnya supaya tidak melebar dan jauh lari kemana-mana setelah itu cari dan berikan solusi fokus pada permasalahan tersebut. Dan setiap masalah hendaknya diselesaikan sesuai masalahnya. 

4. Merekatkan dan Periksa Ulang

Setelah ban tambalan terekat rapi, maka perlu untuk dipanaskan agar lebur dan menghilangkan bocor yang terjadi. Kemudian mengisinya dengan angin untuk kemudian diperiksa kembali dalam kubangan air dan memastikan tidak ada lagi kebocoran.

Disisi yang ini hendaknya kita secara berkala mengevaluasi solusi yang sudah kita berikan, sampai pada suatu waktu kita percaya bahwa masalah tersebut telah terselesaikan dengan baik dan tuntas.

5. Memasang Kembali

Setelah pasti tidak ada lagi kebocoran maka ban akan kembali dipasang ke roda kendaraan. Memompanya kembali dan roda pun siap digunakan.

Artinya, setelah dipastikan masalah selesai, maka tempatkan kembali semuanya ke dalam bidang yang sesuai dan tidak perlu lagi meributkan apa yang sudah selesai dan disepakati.

Ban adalah bagian dari roda, jadi saat sudah bisa digunakan maka dia akan diklaim sebagai roda.

Begitu juga dari sebuah masalah, bila masalah sudah selesai maka jadikanlah kemenangan bersama serta tidak ada klaim paling benar sendiri. Tak perlu lagi mengingat apa yang sudah terjadi tapi jadikan itu suatu pengalaman keberhasilan dan kembali dalam kehidupan. Karena masih banyak yang perlu kita selesaikan jadi jangan berlama-lama dengan satu masalah. Jadikan diri kita lebih percaya diri untuk menyelesaikan satu-persatu masalah yang hadir.

Catatan:

Buat pemakai ban Tubless, maka filosofinya makin lebih praktis dan cepat lagi. Cari titik kebocoran dan langsung eksekusi di tambal dan selanjutnya langsung bisa dipompa dan jalan lagi.. Ini artinya, makin ke depan semua permasalahan harusnya semakin cepat diselesaikan bukan malah dibawa mundur ke masa lalu. 

Sumber ilustrasi: SindoNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *