Mengatur Diri Sendiri – Peter Drucker

drucker-managing-oneself

Mengatur Diri Sendiri (managing oneself) – Peter Drucker

Napoleon, Da Vinci, Mozard, Steve jobs, Obama, atau siapapun yang hebat, dapat mencapai kesuksesannya karena mampu mengatur dirinya. Managing Oneself adalah tulisan almarhum Peter Drucker di Harvard Business Review March 1999 dan terpilih masuk dalam “10 must-read articles of HBR”, terbitan khusus On-Point Winter 2009. Saya ringkas sebagai berikut:

1. Apa Kelebihan Saya?

Apa sebenarnya kelebihan saya dibanding orang lain? Peter Drucker berpendapat kita sering sekali salah dalam menganalisa diri kita sendiri. Satu-satunya cara yang benar adalah saat kita mengambil keputusan melakukan sesuatu yang besar, kita catat apa harapan hasil dari tindakan itu, dan membandingkannya dengan kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian secara berturut-turut dalam 2 atau 3 tahun, kita akan benar-benar tahu dimana kelebihan kita; kekuatan kita yang sebenarnya. Peter Drucker sendiri mengatakan dia saja sering salah dalam menganalisa dirinya sendiri, dan hanya “feedback analysis” saja yang mampu menjadi bukti yang tepat.

Konsentrasikan diri anda pada kekuatan anda, lebih pertajam kelebihan anda, dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan atau tindakan pada keputusan-keputusan dimana anda kurang mampu. Skill set apa yang terbaik yang ada pada diri anda? Kemampuan teknis, persuasi, mengatur anak buah, mempengaruhi orang, negosiasi, networking; cocokkan kemampuan anda dengan hasil yang dicapai ketika anda melakukan hal tersebut.

2. Bagaimana Cara Bekerja Saya?

Bagaimana cara bekerja yang paling efektif? Anda lebih mudah belajar dari membaca, mendengar, atau mencontoh orang lain melakukan sesuatu? Tiap orang berbeda dalam keadaan lingkungan yang berbeda, kita harus memaksimalkan lingkungan kita menunjang pencapaian terbaik yang cocok dengan cara kerja kita. Ada yang mudah bekerja sendiri, ada yang lebih nyaman bekerja kelompok. Ada yang mejanya kacau dan suka bekerja larut malam, ada yang harus pada jam kerja dan duduk rapi dikantor. Stress membuat sebagian orang berhenti bekerja, sementara orang lain malah lebih tertantang. Setiap orang berbeda.

3. Nilai Apa yang Saya Anut?

Nilai-nilai apa yang saya anut? Etika hanyalah sebagian dari Values. Values adalah hal-hal yang saya anggap penting dalam kehidupan kita. Semua orang semua perusahaan menginginkan profit, tapi ada seribu jalan menuju profit, dan bagaimana kita melakukan pekerjaan selalu didasari oleh nilai-nilai yang kita anggap penting. Peter Drucker pada saat muda berhasil menjadi pialang saham sukses di London, tapi dia tidak menemukan kebahagiaan dalam pekerjaannya, dia tidak ingin menjadi orang terkaya di kuburannya. Maka dengan segala keberanian dia pindah kerja dan memulai dari awal lagi.

Samakah Nilai-nilai yang anda anut dengan kelompok kerja anda, samakah dengan Nilai-nilai yang dianut perusahaan anda? Kualitas, service, pembelajaran tanpa habisnya, bisnis yang sukses, fokus pada klien, design, tepat waktu, produk, teknologi maju, mewah, irit, atau apa yang menjadi nilai-nilai penting anda; harus ada “pilihan”, tidak bisa mau semuanya. Selaraskan 3-5 value terpenting anda dengan value perusahaan anda, dan itu jadi kunci pilihan tindakan.

4. Dimana Saya Berada?

Berdasarkan kekuatan dan kelebihan kita, dan memahami cara kerja terbaik kita, serta dengan menjunjung nilai-nilai yang kita anut, maka sebenarnya dimanakah seharusnya saya berada? Ketepatan keempat hal diatas akan membuat kita berubah dari pekerja yang biasa menjadi perkerja yang luar biasa. Kebanyakan orang tidak jelas akan hal ini, dan terus mencari yang tercocok untuknya. Selalu pertanyakan kembali hal-hal diatas, dan lihat serta sesuaikan dengan tempat kerja yang anda idamkan.

5. Apa yang Dapat Saya Sumbangkan?

Apa yang dapat saya sumbangkan? Dijaman dulu, kita diharuskan mengerjakan pekerjaan kasar yang jelas hanya memperdayakan otot kita untuk menyelesaikannya. Tetapi sekarang dengan lebarnya tugas dan luasnya lingkup pekerjaan seorang profesional, maka kita mempunyai “kebebasan” untuk memilih titik fokus-fokus apa yang akan kita lakukan. Berikan hasil terbesar yang dapat kita berikan kepada perusahaan, masyarakat, atau pun diri kita sendiri.

–>

Rahasia efektivitas kerja adalah pemahaman atas diri kita dan pemahaman atas orang lain yang bekerja bersama kita. Dengan memfokuskan pada kekuatan masing-masing maka sukses akan lebih mudah diraih. Tentu, semua itu bukan hanya untuk dijabarkan saja, tapi benar-benar dilakukan dalam tindakan-tindakan nyata yang berkelanjutan.

Salam Sukses Selalu untuk semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *