Mengenal Pembuatan Game (bagian II)

Game Tester

Di seri kedua artikel game development saya ini, kita akan membahas tentang  orang-orang yang membuat game. Siapa saja mereka, apa saja yang mereka lakukan, dan lain-lain akan kita diskusikan kali ini.

Pada dasarnya membuat game adalah membuat software, karena game adalah software. Namun, karena game adalah bagian khsusus dari software, ada kekhususan juga pada pembuatannya. Game, sebagai sebuah software, termasuk yang kompleks dan advance sehingga pembuatannya juga tergolong sulit dan memerlukan waktu, tenaga dan keahlian yang tinggi. Oleh karena itu, para pembuat game adalah para pembuat software yang sudah handal.

Keahlian yang dibutuhkan untuk membuat game beragam bergantung pada apa jenis game yang ingin dibuat dan sejauh apa kompleksitas game tersebut. Namun, secara umum orang-orang yang ada di tim teknis pembuatan game adalah sebagai berikut:

1. Game Programmer

Programmer adalah role paling umum pada pembuatan game. Bila game dibuat oleh satu orang, maka pekerjaan utamanya adalah programming. Dalam pembuatan game profesional berskala besar, jumlah programmer biasanya paling banyak, bersesuaian dengan pekerjaan programming yang memang paling mendominasi dalam pembuatan sebuah game.

Game programming bervariasi sesuai dengan jenis game yang ingin dibuat. Untuk membuat game online maka pekerjaan game programming berhubungan dengan coding JavaScript, flash dengan ActionScript dan web programming lainnya. Untuk membuat game PC/komputer desktop biasanya menggunakan C atau C#. Game mobile biasanya dibuat dengan bahasa Java dan sebagainya.

Dalam pembuatan game berskala besar, programming masih dibagi-bagi lagi. Ada Game Engine programmer yang mengurus bagian inti dari game (misalnya core system, physic, rendering, dsb), ada Artificial Intelligence programmer yang mengurus aspek-aspek kecerdasan pada sebuah game (misalnya membuat lawan tidak mudah dikalahkan), ada Sound programmer, UI programmer, Network programmer dan sebagainya. Pemimpin Divisi programming ini disebut Lead Programmer, seorang programmer yang bersifat generalis tapi sarat akan pengalaman. Tidak semua jenis programmer ini harus ada, fleksibel sesuai dengan kebutuhan game yang akan dibuat.

2. Game Designer

Jangan salah, orang ini bukanlah yang mendesain aspek grafis, orang ini adalah yang mendesain gameplay dari sebuah game. Game designer adalah orang yang visioner dan punya imajinasi kuat. Ia membuat skenario, alur cerita, aturan permainan dan aspek-aspek abstrak dari sebuah game. Pada proyek kecil, biasanya tugas game designer dirangkap oleh orang yang mengerjakan hal lain tetapi pada proyek besar game designer merupakan pekerjaan tersendiri. Meskipun porsi pekerjaannya tidak banyak, namun perannya sangat vital. Ia lah yang paling menentukan seberapa menarik sebuah game dimainkan.

3. Game Artist

Mereka yang bertanggung jawab atas aspek grafis dan keindahan dari sebuah game disebut game artist. Tugas mereka dimulai dari membuat sketsa tokoh2 dan objek2 pada game sampai membuat versi digital dari konsep tersebut. Game programmer tinggal menempel (embed) file-file grafis (2 dimensi) maupun file-file objek (3 dimensi) buatan mereka ke dalam program.

Untuk membuat grafis 2 dimensi seperti tekstur, embedded image, antarmuka pengguna (UI), dan sebagainya, tools yang mereka gunakan tidak jauh-jauh dari Corel, Photoshop, dan software sejenis. Untuk membuat objek 3 dimensi, software seperti Maya dan 3D Studio Max sudah merupakan standar industri.

4. Level Designer

Pada proyek game besar, pembuatan level dipisahkan sendiri dari programming. Jadi programmer tidak langsung menentukan seperti apa game berjalan melainkan memproduksi tool, editor dan software lainnya untuk digunakan level designer merancang jalannya game, level demi level. Coba perhatikan game Tenchu, tingkat kesulitan episode demi episode dirancang sedemikian sehingga semakin sulit namun tidak terlalu gampang sehingga membuat pemain bosan, juga tidak terlalu susah sehingga membuat tak ada seorangpun yang bisa menang. Tata letak berbagai objek pada peta game setiap episode juga disusun begitu relevan dan storikal. Membuat semua itu adalah pekerjaan tersendiri yang tidak kalah sulit dan melelahkan, itulah pekerjaan level designer.

5. Sound Engineer

Berbagai backsound, musik, sound effect, dan suara-suara lainnya adalah hasil pekerjaan orang ini. Komposer musik apabila terlibat dalam proyek pembuatan game juga bisa dimasukkan dalam divisi para sound engineer ini. Pekerjaan ini biasanya di-outsource, bukan dipekerjakan dalam tim internal. Namun di tim Alurkria, kami mempunyai sound-engineer tetap bukan outsource.

6. Tester

Mungkin Anda mengira tester adalah pekerjaan paling menyenangkan. Betapa tidak, pekerjaannya adalah bermain game. Bayangkan Anda dapat memainkan Final Fantasy XV sebelum tanggal rilisnya, bahkan Bill Gates harus bersabar daripada Anda… 😉

Tapi pekerjaan tester tidaklah seindah yang kita bayangkan. Dalam memainkan game, tester tidak bisa sesuka hati melainkan harus mengikuti skenario testing yang sudah ditentukan. Pak Romi Satria Wahono, pendiri Ilmukomputer.com, ketika di Jepang pernah bekerja sebagai game tester. Ia bercerita pernah ia mendapat skenario testing lompat 1000 kali di tempat yang sama, untuk mengetes apakah terjadi memory leak atau tidak. Betapa membosankan, beliau sempat muntah-muntah karena pekerjaannya begitu monoton tetapi banyak. Bayarannya juga tidak seberapa, karena tidak butuh keahlian canggih.

2 comments found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.