spanduk-provokasi-terpasang-di-jawa-tengah

Menggaet Media Internet sebagai Jalan Politik

Media dan Politik, rasanya akan sulit untuk dipisahkan. Politik membutuhkan media untuk memperbesar pengaruh kepentingannya dan media membutuhkan politik untuk memperbesar kedekatan dengan target market-nya. Setali tiga uang, para penanggung jawab media memiliki beban untuk tetap menjaga keutuhan pendapatan, sementara politisi memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan diri sendiri serta program-programnya. Sebentar lagi, Pemilihan Umum akan diselenggarakan di tahun 2014 ini. Sudah tentu suhu politik pun sedikit demi sedikit memanas, tanpa kita tahu dari mana kompornya berasal.

Beberapa hal terkait media sudah menjadi kebiasaan bagi para politisi dalam menjalankan misinya, dan di beberapa sisi masih banyak politisi yang belum paham betul menggunakan media sebagai salah satu penunjang kebutuhan kampanye dan penyebaran program-programnya secara detail. Terutama di Media Online atau Internet Media. Belum banyak politisi yang memanfaatkan media internet dengan sebaik mungkin untuk mendukung tujuannya.

Media Internet lebih dikenal oleh orang-orang diluar dunia politik. Seperti entrepreneur yang memiliki toko online, atau perusahaan yang memiliki website sebagai display/showcase hasil karyanya. Sementara, politisi pada dasarnya (sangat) butuh internet untuk bisa lebih dekat dengan pendukungnya, interaksi yang terukur, saling silang pendapat yang bagus hingga me-resume pendapat-pendapat yang memang layak ditampung dan dijalankan, tanpa harus menghabiskan waktu lebih banyak diluar.

Dengan media internet, politisi tak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya untuk membuat berbagai macam sarana kampanye. Paling tidak, media internet bisa meminimalisir pengeluaran dari bahan-bahan cetak yang sering dibuat dengan membabi buta. Tentu kita sering melihat banyak spanduk – poster bahkan reklame yang massive ditempel dimana-mana. What a waste. Perkembangan teknologi sudah seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.

Menggaet Media Internet sebagai Jalan Politik sudah bisa dijalankan segera. Karena banyak platform teknologi yang muncul dan sangat bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kampanye dengan paperless, less budget, less energy dan tepat sasaran. Berikut ini beberapa platform teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai media berpolitik:

1. Personal Website

Tahun 2004, Presiden SBY merilis website dengan judul sbypresidenku, dan website tersebut menjadi tempat rujukan banyak orang untuk membaca, melihat dan mencerna pergerakan kampanye dari Presiden SBY. Ditambah waktu itu, belum banyak politisi yang menggunakan website untuk media kampanyenya.

Ini membuktikan bahwa para pendukung atau believer sangat haus dengan informasi yang ada terhadap tokoh dukungannya. Maka website menjadi tempat tercepat untuk menyajikan informasi yang memang dibutuhkan oleh pendukung. Juga dengan website, tim sukses untuk kampanye bisa banyak menyaring masukan-masukan yang bermutu bagi tokoh tersebut dan menjalankannya dengan baik.

2. Menggunakan Website Lain (Using Other Platform)

Ada beberapa platform website lain yang bisa digunakan selain personal website. Sebagian besar adalah situs social media platform, seperti Facebook, Twitter, Linkedin, Pinterest, Instagram dan sejenisnya. Website-website ini sangat mudah penggunaannya untuk memaksimalkan potensi pendukung serta menjadi halaman kampanye efektif kepada orang-orang diluar pendukung setia. It can be spread to the world with a single click. 

Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang memang kompeten di bidang social media engagement, agar sasaran yang dituju bisa lebih tepat dan penyebarannya lebih cepat. Bahkan di media internet, sudah banyak yang dikenal dengan sebutan socmed buzzer. Apa itu socmed Buzzer? Tunggu artikel selanjutnya ya. (bila nggak sabar silahkan googling).

3. Menggunakan Media Advertising Online

Masih berhubungan dengan social media platform di point 2. Kita juga bisa memaksimalkan lebih jauh lagi kampanye politik dengan menggunakan media advertising online yang disediakan oleh platform-platform tersebut di atas.

Facebook menyediakan layanan yang di sebut “Page” atau “Halaman”. Dengan membuat Page, maka tim sukses kampanye bisa segera mengisi informasi-informasi dari tokoh yang dikampanyekan. Semua informasi (yang baik) bisa dikeluarkan di Page ini, baik info kegiatan sehari-hari maupun info program. Dan Facebook bisa langsung menyambungkan Page itu dengan menjadikannya iklan (ads) yang menarik, dengan generate. Menarik bukan?

Google, menyediakan layanan yang disebut dengan Adwords. Dengan menggunakan adwords, pengguna dengan segmentasi yang dituju bisa diarahkan untuk masuk ke dalam website personal dari tokoh tersebut, dan masih banyak lagi cara-cara di media advertising online yang bisa digunakan.

–|

Media internet sudah bukan lagi barang baru, sudah bukan waktunya pula buat kita terkaget-kaget dengan besarnya kekuatan yang ditimbulkan oleh media internet ini. Bila kita tidak mengikutinya, maka kita yang akan tergerus. Dengan menggunakan internet, maka kita sudah mendukung gerakan Go Green dengan lebih maju.

9 thoughts on “Menggaet Media Internet sebagai Jalan Politik”

  1. Kemajuan teknologi dan media internet sepertinya sudah mulai dilirik oleh para politikus sebagai media promosi.
    Salah satunya ya lewat YouTube.
    Ramai2 buat video kampanya di YouTube 😀

  2. rasanya nggak sejauh itu memanfaatkan media buat kampanye politik. Bagi politikus, menggunakan media internet bisa menjatuhkan karirnya bisa mendekatkan ke masyarakatnya. Pilihan kyknya ya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *