5 Cara Menghentikan Penyebaran Konten Negatif di Sosial Media

5 Cara Menghentikan Penyebaran Konten Negatif di Sosial Media

Telepon pintar dalam genggaman tangan kita ini semakin maju, rasanya bahkan kepintarannya terkadang mendahului kepandaian otak dalam berpikir. Telepon pintar dengan berbagai kemajuan aplikasi didalamnya telah banyak bermanfaat bagi para penggunanya. Bila penggunanya sama pintar atau lebih pintar dari teleponnya, maka teknologi telepon pintar ini akan bermanfaat untuk berbisnis atau berjejaring dalam komunitas percakapan, dan bisa menghasilkan banyak keuntungan karenanya.

Namun tidak bagi yang kecerdasan otak serta emosinya rendah. Telepon pintar ini bisa menjadi alat pendulang fitnah, penyebar kebencian dan kampanye negatif, yang ironisnya digerakkan oleh orang-orang pintar untuk mengeruk kepentingan. Ini yang mengerikan, dampak akan hal ini adalah banyaknya ujaran kebencian, kampanye negatif hingga fitnah bertebaran dimuka bumi sosial media. Bahkan negara-negara Arab rata-rata hancur karena ujaran kebencian dan kampanye negatif.

Kemajuan teknologi telepon pintar memang sudah seharusnya dibarengi oleh kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Karena dengan menggunakan kecerdasan intelektual kita bisa menganalisa tentang kebenaran sebuah berita dan dengan menggunakan kecerdasan emosional kita TIDAK akan mudah secepat kilat menyebarkan kabar bohong/fitnah dan ujaran kebencian. Bila diikuti dengan baik, teknologi telepon pintar berikut dengan aplikasi-aplikasinya ini banyak menciptakan paradoks yang sebaiknya bisa kita telaah dengan baik.

Untuk itu alangkah baiknya apabila kemajuan teknologi telepon pintar ini bisa dibarengi dengan kecerdasan intelektual dan emosional dalam bersosial media. Sehingga bisa menghindarkan diri dari kesengajaan atau ketidaksengajaan dalam menyebarkan ujaran kebencian, kampanye negatif dan bahkan fitnah yang banyak dilakukan oleh berbagai kelompok termasuk kelompok yang mengatasnamakan Islam. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menghindarkan diri kita dari paparan konten negatif di sosial media.

5 cara menghentikan penyebaran konten negatif di sosial media.

1. Berhenti ikut menyebarkan

Bila ada berita atau sebaran tulisan konten negatif di sosial media; yang penuh dengan ujaran kebencian, provokatif, bisa jadi fitnah dan kampanye negatif, maka berhentilah ikut menyebarkannya. Tidak menyebarkannya kembali kepada siapapun, meski ada dorongan begitu kuat dari dalam diri untuk mempertanyakannya kepada teman maupun kelompok lain. Karena rata-rata konten negatif tidak memilik redaksi yang jelas, pengirim yang jelas dan disebarkan secara acak.

2. Jangan terprovokasi

Konten negatif memang mudah memprovokasi emosi, dan salah satu bentuk atau ciri seseorang terkena provokasi atas konten negatif tersebut adalah mempertanyakan hal tersebut di sosial media seperti Fesbuk atau Twitter dan sosial media lain namun menyertakan tautan / link / skrinsut gambar dan video tersebut didalam statusnya. Ini sama saja dengan ikut menyebarkan karena terbawa emosi atas isi berita tersebut.

Seperti suatu hari, saya menemukan seorang pendukung berat Presiden Jokowi yang marah dan sarkas kepada kelompok oposisi dengan mempertanyakan sebuah video dalam status fesbuknya dan video tersebut ikut dibagikan disitu.

3. Berhenti komentar

Tak perlu ikut berkomentar dalam sebuah tautan atau status orang lain yang sedang menyebarkan kebencian maupun fitnah. Pastikan diri tidak tergoda untuk gatal mengomentari hal tersebut, karena dengan mengomentarinya maka sama dengan membuka jalan ujaran kebencian itu menyebar kepada orang lain terutama teman-teman yang ada dalam jaringan pertemanan kita. Dan jangan lupa, kita juga butuh untuk tabayyun dalam bersosial media.

4. Tetaplah guyon

Setelah ketiga langkah itu bisa terlewati dan dilakukan, maka tetaplah guyon. Jangan lupakan hal sederhana ini, sudah banyak orang stress atau tertekan gara-gara kehilangan rasa guyonnya dikarenakan isi sosial media yang membentuk tekanan-tekanan dalam pikiran. Tidak jarang kita menemukan bahwa orang yang aslinya baik, tiba-tiba bisa mengerikan di sosial media bukan? Itu karena kehilangan rasa humornya.

Disadari atau tidak, bercanda bisa menjaga dan membuat otak kita lebih sensitif untuk berpikir lebih jauh, sehingga terhindar dari keinginan untuk menyebarkan konten negatif. Supaya kita juga terhindar dari selalu memandang buruk orang lain. Karena tentu saja capek kan mikir negatif terus?

5. Bedah kasusnya

Ini pekerjaan paling berat, bila ada ujaran kebencian atau fitnah dan kampanye negatif maka buatlah analisa serta telaah kasus dengan baik disertai data yang mumpuni untuk menangkalnya. Namun tidak semua orang bisa, maka bila kita menemukan konten negatif di sosial media tersebut, bisa menyerahkannya kepada yang mampu untuk memberikan penjelasan yang benar. Atau bila kita sudah kesulitan untuk semua ini, kita bisa adukan konten negatif di sosial media tersebut ke aduankonten.id milik menkominfo.

Jadi pastikan telepon pintar kita dibarengi dengan kecerdasan intelektual dan emosional kita. Terus belajar hingga belajar terus sampai mati.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.