Menjaga Kualitas dan Kontinuitas Produk

Menjaga Kualitas dan Kontinuitas Produk

Ketika produk yang akan kita jadikan bisnis ketemu, yang perlu dipertimbangkan adalah tentang produksi. Bagaimana memproduksi produk yang punya potensi pasar tersebut?

Berbicara tentang produksi, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah : kualitas produk, kontinuitas produksi, siklus produksi dan managemen supplier bahan baku, SDM, dan lain-lain. Jangan sampai produk anda bagus tetapi ternyata menjaga kualitas produk tidak mudah.

Sebagai contoh misalnya anda membuat warung makan. Bagaimana bahan baku makanan yang anda produksi? apakah sayur, daging, bumbu, telor, dan lain-lain sudah diperhitungkan asal dan kontinuitasnya? Daging saja akan menjadi persoalan manakala kontinuitas dan standard kualitasnya tidak dipertahankan. Jangan sampai kualitas produk anda naik turun hanya karena bahan bakunya tidak tersedia atau suppliernya gonta ganti.

Ada cerita sedikit dari pengalaman anak saya yang melihat sebuah restaurant di sekitar kalimalang Jakarta. Sewaktu dibuka dan sampai sekitar setahun pertama, resto tersebut penuhnya bukan main, bahkan kalau akhir minggu cari tempat duduk saja harus antri. Tetapi beberapa bulan terakhir ternyata sudah sepi dan dari tempat duduk yang ada hanya beberapa saja yang terisi. Anak saya berkomentar, sudah nggak enak sekarang makanannya. Dagingnya keras & alot. Ini menunjukkan bahwa produk bagus yang tidak terjaga kualitasnya akan menurunkan minat beli.

Dalam produksi, apabila anda memasok produk ke perusahaan misalnya ke hotel atau supermarket, perlu diperhitungkan juga siklus pembayaran. Jangan sampai produk anda bagus tetapi karena siklus pembayarannya misalnya 3 bulan atau 1 bulan dari invoice dikirimkan anda tidak sanggup. Kalau pengiriman seminggu 2 kali kemudian anda baru dibayar 1 bulan setelah tagihan, artinya sekitar pengiriman ke 9 (seminggu 2 kali sebulan 8 kali) anda baru dapat pembayaran pengiriman pertama. Ini artinya bahwa anda membutuhkan biaya produksi minimal 8 kali. Kalau misalnya anda hanya menyediakan biaya produksi 5 kali, berarti nggak cocok. Anda harus berhitung lagi.

Dalam kasus seperti ini jangan lupa hitung juga biaya bunga dalam perhitungan rugi/laba, sehingga anda pastikan keuntungan yang diperoleh adalah bersih.

Mengelola supplier dalam memproduksi sesuatu juga tidak mudah. Misalnya dalam kasus restaurant. Berapa banyak sayur, telor, bumbu dan daging yang anda butuhkan? anda mau menyimpan untuk berapa hari masing-masing bahan baku tersebut? Daging, telor dan bumbu mungkin dapat disimpan beberapa hari, tetapi kalau sayur berarti harus beli setiap hari. Siapa yang akan anda beri tugas untuk membeli sayur tersebut ? apakah mereka memiliki keahlian yang sama dengan anda untuk memilih sayur? hal-hal seperti ini terlihat mudah dan remeh, tetapi sesungguhnya sangat menentukan dalam produksi. Bahasa kerennya, diperlukan sebuah prosedur operasi standar (SOP) di dalam produksi, karena dengan ini penjagaan terhadap kualitas dan kontinuitas produksi dapat dilakukan.

Dalam ranah produksi juga, pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor kunci, apalagi kalau produk anda sangat dipengaruhi oleh skill. Menggunakan bumbu yang sama tetapi antara koki yang satu dan koki yang lain tentu menghasilkan rasa yang berbeda.

[xyz-ihs snippet=”300×250-Ads-Responsive”]

Asto Subroto

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.