Berita-Plintiran-FokusIslam

Media Mereka Tidak Sedang Membela Islam Tapi Rupiah

“Kika, tolong jangan share berita-berita seperti itu lagi. Saya lebih percaya pada situs-media islam dibandingkan pemerintah, karena pemerintah sekarang ini plin-plan dan cenderung anti islam”.

Kalimat itu masuk melalui aplikasi whatsapp di hapeku, dari seseorang perempuan di Bogor. Dia mengatakan ini beberapa saat setelah saya melakukan pengiriman pesan secara massal ke teman-teman yang ada di list aplikasi. Kemudian dia juga menanyakan apa agamaku serta kenapa menyudutkan islam. Ini terkait dengan tulisan tentang Mewaspadai Media-media Pengguna Teknik Memelintir Berita.

Saya sebenarnya bingung mau menjawab apa, karena kalau kebetulan media-blog-situs yang saya gunakan contoh bernama islam, mungkin dikarenakan saat ini yang paling mudah ditemukan sebagai media-blog-situs gemar memelintir berita adalah mereka. Mereka-mereka pula yang paling getol menyebarkan berita berbagai macam berita disertai bumbu-bumbunya.

Baiklah, karena ini menyangkut tulisan sebelumnya maka saya akan jawab melalui tulisan ini secara singkat saja.

1. Benarkah mereka membela Islam?

Tidak, sama sekali tidak!. Mereka hanya membela periuk nasinya mereka atau kelompoknya sendiri. Sekali lagi saya katakan bahwa Para pemilik media-blog-situs yang seperti ini tidak peduli bisa membuat kehancuran sekalipun, mereka hanya peduli dengan raupan rupiah atau dollar yang masuk ke dalam kantong mereka.

2. Tapi nama mereka dan merekalah yang selalu membela islam!

Membela islam? Batukmu gundul. Kalau benar mereka membela islam, maka mereka tidak akan berani sedikitpun menuliskan berita dengan memelintirnya. Karena perbuatan memelintir berita termasuk perbuatan orang fasik dan orang fasik bukanlah orang yang patut dipercaya. Berita dari orang fasik bisa berubah menjadi fitnah.

3. Pokoknya merekalah pembela islam!

Orang islam yang baik akan mencoba memposisikan dirinya senetral mungkin agar terhindar dari fitnah atau memfitnah, sementara media-blog-situs mengatasnamakan islam ini sangat nyata melakukan pemelintiran berita. Orang islam yang baik akan menempatkan diri jauh dari hingar bingar syak wasangka, agar tidak mudah terbawa berita yang belum pasti kebenarannya, agar terhindar dari hasutan yang menyebabkan gugurnya sebuah pahala.

4. Media mainstream jelas menghina islam kok kamu bela?

Media mainstream yang mana yang saya bela? Semua media pada dasarnya sama saja. Karena pemberitaan di masa sekarang semuanya berbau kepentingan. Kepentingan utamanya tentu kepentingan untuk menjaga konsistensi periuk nasi dari para awak beritanya. Hanya saja media mainstream atau kalau boleh dibilang media besar milik para konglomerat itu, tetap mengemas beritanya dengan koridor jurnalistik secara baik.

Contoh paling nyata saat ini adalah Majalah Tempo, mereka menggunakan asumsi dugaan sebagai bahan berita dengan sampul yang seakan-akan menyatakan sudah bersalah. Kasar? Iya, tapi mereka tidak memelintir apapun. Mereka berusaha menemukan sesuatu berdasarkan asumsi dugaan yang ada. Sudah paham bedanya antara memelintir dan bukan memelintir berita?.

Media-media mainstream yang sering kali dituduh melakukan pemelintiran justru sangat sulit ditemukan itu, kenapa? Karena mereka terikat dengan etika jurnalistik, mereka juga menjadi anggota dari Dewan Pers yang mana bila ada anggota atau wartawannya melakukan pemberitaan mal-etika atau pun hal buruk lainnya, bisa ditegur bahkan diberi hukuman oleh Dewan Pers.

Media-media ini memiliki jalur serta ruang lingkup jurnalistik yang jelas dan pasti. Sementara media-blog-situs yang mengatasnamakan islam hampir semuanya diurus oleh nama-nama samaran dan banyak yang tidak sesuai KTP.

Ada yang mengatakan bahwa saat terjadi dugaan fitnah dari portal piyungan, buktinya admin portal piyungan tidak bisa diseret ke pengadilan. Itu artinya bahwa portal piyungan tidak bersalah. Ya iyalah tidak bisa diseret ke pengadilan, lah wong adminnya anonim semua. Tidak ada yang berani memperkenalkan diri ke publik bagaimana bisa di seret ke pengadilan?.

Apakah ada media besar yang mulai memanfaatkan pelintiran berita untuk menaikkan trafik? Mulai banyak. Dan apakah ada media besar yang mulai menggunakan clicking monkeys untuk menaikkan trafik? Sudah mulai banyak juga.

Siapa yang bisa mengontrol semua ini? Kembali lagi diri kita sendiri melalui pengetahuan moral yang dimiliki. Berhati-hatilah membaca berita.

Salam Kreatif.

2 thoughts on “Media Mereka Tidak Sedang Membela Islam Tapi Rupiah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *