Salah Jalan? Putar Arah Segera!

“Tidak peduli seberapa jauh Anda sudah berjalan bila itu ada di jalan yang salah, segera putar arah dan kembali”.

Sebuah saran yang sering diucapkan oleh Prof. Rhenald Kasali dan banyak motivator bisnis lainnya. Tak terkecuali dengan apa yang saya alami beberapa waktu lalu dan juga beberapa keputusan-keputusan di masa lalu yang rasanya sudah banyak saya lakukan. Saya tidak takut harus memulainya dari NOL, namun tetap dengan perhitungan yang matang dan terencana. (lebih…)

Continue Reading

Tips Mendesain Diri

Tim Brown, dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa keahlian seorang designer (perancang) bisa di aplikasikan lebih dalam lagi, yaitu mendesain kehidupan. Desainer (perancang) tidak lagi sekedar membuat gambar atau garis-garis berwarna dalam sebuah lembar kertas. Merancang kehidupan diri ini berbeda dengan merencanakan kehidupan.

Continue Reading

Musik Entrepreneur

Sebenarnya, kemanakah ujung dari bisnis musik? Dan bagaimana musisi (seniman musik) bisa mendapatkan uang untuk tetap terus berkarya dan berkarya hingga menghasilkan karya yang hebat? Seperti apa Industri Musik mewadahi karya-karya hebat dari musisi?

Continue Reading

2013? Tajamkan Resolusi

Setiap akhir tahun dan menjelang awal tahun. Resolusi untuk satu tahun ke depan banyak bermunculan, di kertas, di blog, status FB, timeline twitter bahkan di hati masing-masing orang. Dari mulai resolusi berbasis ibadah, keluarga hingga bisnis. Memang menyenangkan menuliskan resolusi-resolusi tersebut yang tentunya disertai dengan semangat tinggi untuk menggapainya. Dalam kehidupan bisnis sudah tentu Anda menyertakan catatan-catatan untuk memudahkan me-review akan kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan, juga pencapaian-pencapaian yang sudah tercapai.

Continue Reading

An Englishman in Jakarta

Persis di pukul 20.30 WIB bertepatan tanggal 15 – 12 – 2012, Matthew Gordon Thomas Sumner alias STING menghentak Mata Elang Indoor Stadion dengan “If I ever Lose My Faith In You” dengan sebelumnya sapaan “selamat malam Jakarta” meluncur darinya. Pertunjukan Sting yang kedua kali setelah 18 tahun yang lalu ini pun dimulai.

Continue Reading

Theme WP = MIFTA dot org

MIFTA Theme
Logo MIFTA

Akhirnya, dengan waktu yang sangat mepet, selesai juga theme untuk situs MIFTA.org. Apa itu MIFTA? Adalah Moslem Information Technology Association. Dimana saya ikut berkecimpung didalamnya karena begitu banyak ilmu yang bisa di serap disana. Situs ini menggunakan wordpress. Dan Anda tahu, WordPress semakin lama semakin powerful fiturnya.

Salam Kreatif.

Continue Reading

Wirausaha = Taktis & Logis

Logic & Tactic
Logic & Tactic

Belakangan ini, dunia wirausaha semakin menggeliat. Menjadi pebisnis/wirausahawan adalah alternatif pekerjaan yang mulai dilirik oleh banyak orang, bahkan oleh orang yang sedang/sudah bekerja di tempat orang lain. Banyak cerita sukses yang berkembang yang membuat semakin banyak orang terinspirasi untuk melakoni dunia wirausaha. Perlahan, lembaga pendidikan seperti kampus juga mulai menyisipkan materi entrepreneurship di dalam pembelajaran pendidikan mereka. Organisasi non profit yang berorientasi dunia wirausaha dan kreatifitas juga semakin banyak bermunculan.

Benarkah usaha/wirausaha itu mudah?

Tidak ada yang mudah dalam setiap hal yang ada di dunia ini. Menjalankan prinsip usaha membutuhkan kekuatan mental yang besar, butuh pula kemampuan untuk bertahan dalam kondisi seburuk apapun, butuh pula kemampuan untuk tetap konsentrasi dengan bidang yang sudah menjadi pilihan dan banyak lagi.

Ada yang mengatakan bahwa melakukan wirausaha membuat diri lebih happy dan merdeka. Ada pula yang mengatakan bahwa wirausaha hanya untuk orang-orang yang hebat. Apapun pendapat yang berkembang terkait itu, wirausaha terletak di bagian “berani” dalam menjalaninya.

Tentu kita sering mendengar kalimat, semakin kita banyak tahu maka semakin kita tidak tahu. Dan dalam menjalani dunia wirausaha ini, kalimat tersebut sangat berpengaruh. Dimana semakin kita tahu apa yang akan terjadi dengan perihal yang sedang dikerjakan maka (biasanya) kita akan semakin takut menjalaninya. So, semua ini hanya tentang berani atau tidak. Yang tentu saja keberanian yang terukur.

Dalam menjalani wirausaha, kita tidak bisa semata mengandalkan “yang penting jalan”. Atau banyak orang menyebut menjalankan otak kanan. Tidak bisa seperti itu. Karena wirausaha menuntut pikiran logis dan taktis kita untuk tetap seimbang. Memahami diri sendiri sebelum menjalankan wirausaha, sangatlah penting. Karena apa yang kita lakukan tentunya untuk masa depan, yang bukan tidak mungkin juga melingkupi masa depan keluarga kita, anak-istri.

Wirausaha = Taktis & Logis. Jadi, wirausaha adalah hasil perkawinan dari pikiran logis dan taktis. Sehingga apa yang dituju, ingin di raih dan lain-lain, bisa terukur dengan baik, tidak asal melakukan.

Salam kreatif.

Continue Reading

Desain 404 Not Found

Hello teman-teman. Saat iseng, memang seringkali memunculkan ide yang cemerlang, bukan begitu? Nah konsep desain ini saya bikin dalam kondisi senggang dan justru sedang tidak dalam target apapun, meski memang hasilnya bisa digunakan untuk website apapun.

Sekedar share design, khusus untuk halaman error dan tidak ditemukan.

Design 404 Not Found
Design 404 Not Found

Salam Kreatif

 

Continue Reading

Anak Kecil dan Sepeda (Pola Pikir Desain)

“Papa, aku ingin sepeda itu”, seru seorang anak kecil yang melihat sepeda mini berwarna hijau kepada Papanya.

Kejadian sederhana yang menarik serta memikat mata saya untuk mengamati kegiatan Bapak dan Anak tersebut di sudut sebuah pertokoan. Sang Anak yang terus memperhatikan dan lincah bermain di sekitar Sepeda itu sesekali menggandeng Ayahnya, sementara sang Ayah terlihat lebih fokus untuk melihat tingkat keawetan sepeda serta harganya tanpa menggunakan pola pikir desain yang lebih jauh.

Pernahkah kita terpikir untuk “sedikit” berpikir melebar atau “sedikit” lebih luas dalam menanggapi keinginan seorang anak?. Dalam sedikit cerita di atas, kita tahu bahwa dunia anak sangat berbeda dengan dunia orang dewasa. Seorang anak tentu menanggapi semuanya dengan pikiran kecil dan senang-senangnya. Dia tidak akan peduli dengan apa yang dipikirkan orang sekitarnya, karena memang perkembangan otak pikirnya sedang dalam proses pembangunan. Terbangun dari filterisasi apapun yang ada di sekitarnya.

Pernahkah kita mengajak anak kita berdiskusi tentang benda yang sedang disukainya? Tentang Sepeda misalnya. Ada baiknya bila kita tidak sekedar fokus dengan Sepeda tersebut hanya karena kita berpikir sedang kantong kering atau merasa mahal atau bahkan jelek dan tidak cocok buat anak. Ada banyak hal (cara) untuk membuatnya dia tahu akan banyaknya komponen yang membentuk benda-benda di sekitar kita.

Mari kita coba bangun daya imajinasi anak-anak, menggunakan pola pikir desain. Bila dia menginginkan Sepeda, coba bantu dia untuk membayangkan bagaimana sebuah sepeda itu bisa terbentuk. Dari mulai penyusunan kerangka, pembuatan roda dan ban hingga bagaimana sepeda bisa melaju kencang. Dengan membantunya mengerti akan banyak hal, anak-anak akan terbiasa untuk membentuk desain pikiran dalam otaknya. Ajak anak-anak untuk memahami pula kesenangan dan resikonya. Ini untuk membuat anak menjadi paham tiada kesenangan tanpa resiko.

Membentuk Pola Pikir Desain, perlu dikembangkan sejak dini (kecil) sedini mungkin. Itu yang membuat anak-anak bertambah imajinasinya untuk mengeksplorasi banyak hal. Bagaimana dengan fokus anak yang mudah berubah? Tidak perlu khawatir. Hampir setiap benda atau hal memiliki alur yang sama dalam proses pembentukannya. Kita tetap bisa memberikan arah pikir yang intens dan fokus dalam memunculkan ide hingga proses pembuatannya, hasil akhir adalah proses dari pola pikir desain itu sendiri.

Menggunakan sesuatu yang mudah dijumpai untuk edukasi anak-anak kita, tentu akan lebih mudah karena fase anak-anak selalu dipenuhi fase visual. Jadi, tidak perlu takut lagi anak kita akan menangis karena kita menolak membelikannya sepeda dan no over promise.

Salam Kreatif.

Continue Reading

Situs WayangPedia; Launch

Logo Wayang Pedia

Budaya, sedikit demi sedikit terkikis dengan berkembangnya dunia modern. Anak-anak di jaman sekarang, banyak yang tidak tahu saat ditanya sedikit tentang Budaya. Yang lebih parah adalah manakala itu adalah budaya yang menjadi warisan leluhurnya secara etnikal.

Sebagian orang sekarang, menyalahkan kondisi dari mulai pemerintahan hingga sistem masyarakat yang membangun pribadi tak kenal budaya leluhur. Sebagian lagi menyalahkan anak-anak yang tidak mau belajar atau mempelajari budaya-budaya tersebut. Sebagian lagi, dengan argumentasi Agama, perlahan dengan sengaja (maupun tidak) mengikis peninggalan luhur dari kakek dan nenek moyang. Dan banyak alasan lagi.

Tidak ada satupun manusia yang bisa mengetahui dimana dan oleh siapa akan dilahirkan. Dan tidak ada satupun kelahiran merupakan kesesatan. Sebuah makna bisa ditemukan dengan pendalaman. Budaya leluhur, dilahirkan dengan melalui banyaknya fermentasi kehidupan yang berabad-abad melingkari cincin matahari.

Maka, kelahiran dan modernisasi tentu bukanlah halangan bagi kita untuk mengenal budaya leluhur kita masing-masing. Bahkan Agama, banyak memberikan petunjuk yang sering tanpa kita sadari mendekati (mirip) dengan petuah-petuah bijak dari budaya yang kita miliki. Mari kita lestarikan budaya leluhur kita masing-masing. Jawa, Batak, Padang, Tionghoa, Bugis, Papua dan semuanya yang ada di Indonesia, lestarikan budayamu.

Saya dan beberapa teman, melestarikan Budaya Wayang dengan cara yang kami bisa yaitu membuatkan sebuah situs yang kami namai Wayang Pedia dot Com. Selamat bergabung dengan dunia budaya luhur :).

Continue Reading