Pemimpin yang Melayani

Pemimpin“Dahulu waktu pertama kali membangun usaha, saya harus bangun pagi, pergi segera ke meja kerja, menyalakan komputer dan menyuguhkan Kopi untuk diri sendiri dan merapikannya kembali setelah bekerja. Semuanya sendiri” – Hari Kuno, CTO diĀ Kagetweb.com.

Melayani. Itu yang memang harus dimiliki oleh pekerja maupun pengusaha dalam menjalankan kesehariannya. Kemampuan melayani adalah untuk membuat orang-orang terutama pelanggan menjadi merasa dihormati dan ada. Tidak sekedar bersikap transaksional dengan pelanggan yang hadir untuk membeli produk websitenya.

Pemimpin yang melayani sudah tentu harus bisa membentuk dirinya menjadi sebuah tim yang kuat dan berani, dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sulit di bawah kondisi yang paling ekstrim sekalipun. Dan pemimpin yang melayani juga mendorong anggota atau mungkin struktur dibawahnya untuk terus meningkatkan kemampuan kemudian memberikan kepercayaan hingga siapapun yang dibawahnya tidak ragu untuk berjalan dan mengurus alur bisnis yang ada tanpa menunggu instruksi lebih lanjut.

Karakter yang kuat akan mampu membuat roda organisasi berjalan sesuai yang seharusnya. Jalur ekonomi yang terdistribusi dengan jelas, juga membantu penguatan struktur ekonomi ke masa depannya. Pemimpin hendaknya bisa dengan baik memilih mana yang harus ditanganinya secara langsung dan mana delegasi tugas yang harus dikirim ke struktur dibawahnya.

Berikut 4 tips untuk menjadi pemimpin yang melayani yang lebih baik:

1. Berhenti bicara dan mendengarkan.

Ini sudah terbukti dari waktu ke waktu. Bagian dari orang yang pandai berkomunikasi adalah menjadi pendengar yang aktif. Kemampuan seorang pemimpin yang melayani adalah dengan menempatkan kebutuhan orang lain terlebih dahulu. Jadi, dengarkan terlebih dahulu pendapat dari anggota tim dalam struktur organisasi yang ada, baik bisnis maupun sosial. Kita tidak harus menjadi deskriptif menanggapinya. Coba dengarkan saja dan berikan pedoman “kapan waktu yang tepat”

2. Meningkatkan Kesadaran

Kita perlu untuk meningkatkan kesadaran. Kesadaran situasional atas banyak hal yang terjadi atau kesimpangsiuran informasi menjadi penting untuk dimiliki agar bisa membuat keputusan yang baik. Tingkatkan pemahaman atas kenyataan yang sedang terjadi dan tingkatkan pula komunikasi kepada tim atau yang lainnya. Selain itu, penting untuk memiliki kesadaran diri yang besar. Disini mungkin tantangan paling sulit sebagai pemimpin, karena jarang ditemui pemimpin yang mau mengakui kesalahannya. Dengan demikian, kita sebagai pemimpin dapat membuat keputusan yang sesuai dan menjadi lebih melayani.

3. Gunakan Konsep

Mulailah pergunakan konsep yang jelas. Penting bagi pemimpin untuk bisa menjelaskan konsep dan kebutuhan yang harus terpenuhi dalam setiap organisasi. Dengan konsep yang jelas, pemimpin bisa mendistribusikan jalur ekonomi yang layak serta penempatan kondisi yang pas bagi setiap anggota tim/organisasi.

Seringkali kita sebagai pemimpin terjebak dengan kenyataan rutinitas sehari-hari dalam menjalankan roda bisnis hingga tanpa sadar kehilangan tujuan utama dari semua hal yang dibentuk jauh sebelumnya. Beri delegasi yang tepat dalam fokus operasional jangka pendek dan jangka panjang. Berhentilah bekerja terlalu banyak di dalam bisnis, mulailah bekerja lebih presisi pada bisnis yang sudah ditentukan.

4. Menjadi Pelayan yang Benar

Satu-satunya hal yang membuat organisasi baik bisnis atau pun sosial menjadi maju adalah jika tim menjadi berkembang lebih cepat. Sediakan waktu yang bagus dengan dukungan kesempatan bagi anggota struktur dibawah kita untuk mengembangkan apa yang dimilikinya. Memang, hal ini membutuhkan waktu bahkan seringkali membutuhkan anggaran khusus, tetapi bila Anda mendorong tim Anda untuk terus belajar dan berkembang serta lebih memberi mereka kesempatan untuk terlibat, maka akan memberikan nilai yang lebih besar bagi organisasi/perusahaan.

Mulai hari ini, jika Anda berinteraksi dengan tim Anda baik itu level karyawan biasa, manager hingga wakil Anda sekalipun, mulailah untuk benar-benar mendengarkan. Berhenti menginterupsi. Dengarkan saja. Bila ada yang perlu dibantu dan Anda tidak memiliki waktu untuk langsung membantu, hubungkanlah dengan baik dan dengan menawarkan kepada orang lain untuk membantu dengan santun. Berhenti memaksa. Berilah dorongan serta dukungan penuh, biar mereka mengurus sendiri urusan mereka. Dan kita hanya berdiri menjaga sistem sebagai pemimpin yang melayani.

Salam Kreatif.

1 thought on “Pemimpin yang Melayani”

  1. Ping-balik: Ciri Pemimpin sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *