Nanoq Da Kansas

Puisi dan Musik, Nanoq Da Kansas

Seperti angin, aku ingin bernyanyi ke setiap hati yang terluka
Seperti angin, aku ingin menyapa ke setiap luka yang akan datang
Seperti teratai, aku ingin tengadah berdiri di atas rumput
Menjadi warna dunia.

Semesta, mengajakku berdoa
Semesta, membawaku ke ibu

Seperti angin, aku ingin mengisi dunia

Puisi oleh Nanoq Da Kansas

—–||

Tahun 2009, aku berkunjung ke tempat sahabat baik di Jembrana – Bali. Dia seorang seniman tulen. Menulis – melukis – menyanyi – menari, adalah kehidupan sehari-harinya. Perjalanan hidupnya yang tetap konsekuen dan konsisten dengan seni yang diyakininya meski di dera dengan banyak persoalan, membuatku terinspirasi untuk bertahan lebih lama ditempatnya, mengajariku mengerti tentang puisi dan musik.

Di kesempatan itu, sempat aku saksikan pertunjukan musikal puisi yang dikerjakan oleh kelompoknya. Kelompok Musik Penyanyi Sakit Jiwa atau bisa di singkat PESAJI. Tak dinyana, begitu puisi dan musik dimainkan, pikiran dan jiwaku seperti ikut melayang mengikuti alunan lagunya, terutama dari syair-syair lagu yang dibawakan oleh mereka. Sungguh menakjubkan. Seperti penggalan puisi yang aku tulis di atas, rentetan kata yang masuk mengembara hingga ke alam pikir paling jauh.

Puisi dan musik atau seni seperti ini, sebenarnya masih begitu banyak di Indonesia. Seniman Indonesia adalah pencipta, bukan penjiplak. Sayangnya, banyak seniman-seniman sekarang lebih menyukai adopsi kebudayaan orang lain. Bahkan mungkin termasuk aku. Orijinalitas seperti inilah yang banyak dicari oleh orang-orang penikmat seni di berbagai belahan negara. Sungguh disayangkan bila tidak bisa terjaga dengan baik.

Salam Seni.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *