3 Langkah Sederhana Untuk Memutus Rantai Gajah

3 Langkah Sederhana Untuk Memutus Rantai Gajah

Bani mondar-mandir keluar masuk rumahnya, dia bingung. Mulai besok senin dia sudah tidak lagi bekerja, perusahaan tempatnya mengabdi selama ini mengeluarkan kebijakan perampingan dan dia termasuk didalamnya. Dengan usia yang sudah melewati 40 tahun dan kebutuhan rumah tangga yang besar dari hari ke hari, Bani gelisah bukan kepalang.

Banyak teman menyarankannya untuk menginvestasikan uang pesangonnya ke dalam sebuah usaha bisnis. Tapi Bani merasa tidak memiliki latar belakang keluarga pengusaha ataupun lingkungan pengusaha. Belum lagi ketakutan kalau rugi dan habis semua uang pesangonnya, bagaimana kalau dalam perjalanan usahanya nanti juga banyak halangan, ditambah anggapan dilingkungannya dulu bahwa orang dengan usia yang sudah melewati 40 tahun dan belum sukses maka tidak akan memiliki kesuksesan dalam usaha apapun selamanya.

Anggapan bahwa orang berusia lebih dari 40 tahun dan belum memiliki kesuksesan maka akan tetap seperti itu selamanya, terus terngiang dalam pikirannya. Teori bahwa dia tidak bisa berbisnis karena bukan dari lingkungan bisnis juga terus membatasi pikirannya. Ketakutan akan ketidakberhasilan bisnisnya juga menyelimuti isi kepalanya.

Rantai Gajah

Rantai Gajah adalah persepsi tentang kebiasaan buruk yang tak bisa dilepaskan dan menghambat untuk maju. Persepsi ini biasanya hidup melalui jangka waktu yang sangat lama, bahkan bukan tidak mungkin persepsi tersebut terus dihidupkan. Beberapa hal yang menjadi dasar hidupnya persepsi buruk yang menakutkan ini biasanya dikarenakan kepentingan orang disekitarnya seperti orang tua, keluarga maupun lingkungan masyarakatnya.

Kasus seperti Bani diatas merupakan salah satu contoh bentuk akibat dari Rantai Gajah yang selama ini diterapkan dalam lingkungan kehidupannya semenjak dia kecil. Sehingga persepsi akan ketakutan, buruk, serta anggapan keliru selalu menyeruak ke dalam pikirannya.

Apakah Rantai Gajah hanya ada dalam sektor kehidupan ekonomi di Indonesia ini? Tidak. Begitu banyak Rantai Gajah yang hadir dari setiap lini kehidupan. Politik, Hukum, Sejarah pun tak luput dari balutan Rantai Gajah. Semua sangat bergantung dari awal mula atau orang-orang diatas dalam memandang kebutuhannya.

Rantai gajah ini bisa dilepaskan dengan beberapa cara sederhana namun membutuhkan kemauan untuk terus tekun dan tidak berhenti ditengah jalan.

Mengubah Kebiasaan

– Bangun kebiasaan baru

Bila selama ini menganggap diri tidak memiliki kepercayaan diri untuk membangun sebuah karya maupun ide, coba mulailah menuliskan sekecil apapun ide atau karya yang ingin dibangun. Mulailah dengan menggerakan tangan dan kaki serta pikiran untuk bekerja, hentikan angan-angan ketakutan yang tiba-tiba muncul, tidak usah pedulikan.

Kebiasaan baru yang rutin dilakukan akan membuat rantai gajah yang sudah terlanjur mengikat akan pudar perlahan. Butuh ketekunan untuk membuat sebuah kebiasaan baru, dan bisa diterapkan dalam segala bidang.

– Fokus dengan tujuan

Yakinkan diri untuk fokus dengan tujuan. Tujuan yang sudah diterapkan harus menjadi pokok isi dalam pikiran, bukan yang lain. Karena dengan fokus akan tujuan semua akan hal yang tidak perlu akan lebih mudah disingkirkan.

– Membuka pikiran untuk terus belajar

Ini merupakan hal paling sulit, apalagi bagi orang-orang yang sudah memasuki usia tertentu karena biasanya karakter sudah terbentuk. Bila sejak dulunya terdidik untuk tidak mudah untuk menerima masukan dari orang lain maka biasanya dia memiliki karakter yang tidak mudah menerima masukan orang lain di usianya yang sekarang.

Membuka pikiran untuk terus belajar hal-hal baru dibutuhkan kemauan dan kemampuan untuk menerima, menelaah, sadar diri serta kerendah-hatian. Karena rantai gajah pikiran yang sudah mendidik kita sejak usia dini maka bisa dipastikan sudah sedemikian tebal rantai tersebut sehingga meskipun ada hal baru dan bagus bahkan terbukti baik, belum tentu bisa menerimanya. Sepertinya ramainya berita hoax yang dianggap kebenaran, itu karena kurangnya rasa untuk terus belajar.

Tuhan mencintai hambaNya yang menggunakan akalnya – KS.

Salam kreatif.

4 comments found

  1. Perubahan memang kata kuncinya. Perubahan itu dimulai dari hal yang sederhana, dimulai dari yang kecil dulu. Perilaku yang sudah meresap bertahun-tahun sudah jadi karakter. Merubah karakter memang susah tapi bisa dirubah asal ada kemauan.
    Sukses selalu.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.