Wirausaha

Rumput Tetangga (tak) Selalu Lebih Hijau

“Mas Kika mah enak temannya banyak dan bisnisnya sudah sukses…”, ujar seorang teman

Ujaran seperti ini rasanya sudah ratusan kali saya terima setiap bertemu dengan orang baru maupun orang yang mengenal nama saya. Rata-rata terucap dari orang yang bisnisnya baru dimulai atau pun bisnisnya sedang dalam kondisi surut.

Banyak orang lupa, bahwa rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Artinya apapun yang terjadi atau yang dilakukan oleh orang lain akan selalu terlihat indah. Banyak orang juga lupa bahwa semua yang orang lain lakukan terlihat lebih indah karena kita tidak dalam posisi mereka, kita tidak dalam kondisi seperti mereka, bisa jadi kalau kita ditimpakan masalah yang sama dengan orang lain tersebut maka kita tidak akan mampu.

Saya menjalankan bisnis dengan melewati berbagai masalah dari mulai kecil hingga besar, bahkan tidak hanya sekali saya harus menopang bisnis dengan hutang. Komitmen untuk terus yakin dengan produk sendiri, konsisten untuk terus semangat belajar mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pengembangan bisnis harus dimiliki. Membuka diri serta tidak takut menghadapi halangannya.

Sangat penting untuk tahu bahwa diri kita sendiri memiliki kelebihan yang orang lain tidak miliki, kalimat iri atas pencapaian orang lain tidak membantu bisnis sama sekali. Kalimat putus asa tidak layak untuk terus diucap atau dituliskan dimana saja. Bahkan saat bertemu dengan orang yang kita anggap lebih besar dibandingkan diri kita. Karena apa yang kita pikir seringkali akan menjadi kenyataan.

Semua bisnis tidak ada yang mudah, bahkan saya berani mengatakan bahwa semua kehidupan yang harus dilalui oleh manusia tidak ada yang mudah. Meskipun Tuhan sudah mengukur seberapa besar kemampuan masing-masing kita, namun saat berjalan untuk melewati masalah bukanlah hal yang mudah. Mereka nampak hijau dimata kita karena berhasil menyembunyikan kesakitannya, kepedihan bahkan mungkin tangisan manakala melalui kehidupannya.

Dan juga, tidak penting untuk melihat keberhasilan orang lain. Fokus dengan keberhasilan diri sendiri merupakan hal penting. Roda pasti berputar, dan perputaran roda tersebut akan menyesuaikan seberapa keras usaha yang dilakukan.

“Tapi Mas Kika, bagaimana agar tetap bisa fokus dan konsisten membangun bisnis?”, ujar yang lain.

Pertanyaan ini pun sudah berkali-kali saya dengar, meski tidak semua saya jawab. Mari kita tengok dan belajar dari perkembangan seorang anak. Saat lahir di dunia dulu, anak adalah bayi. Kita sebagai orang tua akan memberikan asupan makanan agar tumbuh besar dan tetap sehat dengan gizi yang dipilih.

Begitu pula dengan bisnis atau pun karir. Kita perlu untuk memberikan asupan bergizi dalam membangun bisnis. Salah satu asupan yang baik adalah memiliki teman berdiskusi maupun konsultan bisnis. Tidak semua asupan boleh dilahap, perlu menakar diri apakah bayi kita (= bisnis kita) sudah cukup untuk melakukannya atau belum. Persis seperti bayi yang tidak bisa langsung diberi makan daging meskipun sangat bergizi.

Ketika seorang bayi mulai bisa merangkak maka dia akan mencari jalan untuk terus merangkak dan bahkan kita mulai mencari atau mengenalkan teman, begitu juga dengan bisnis. Ketika sudah mulai merangkak, carilah teman atau pun relasi sebanyak-banyaknya. Buatlah kelompok kecil agar permainan dalam bisnis semakin menyenangkan untuk dijalani. Dan semakin beranjak besar maka semakin besar pula tuntutan dalam perjalanannya.

Berhenti memperhatikan orang lain, fokuskan dengan diri sendiri untuk kemajuan yang lebih berarti. Karena bukan tidak mungkin anak istri dan keluarga sudah terus menerus berdoa agar semakin berkembang bisnis yang kita lakukan. Juga bukan tidak mungkin orang-orang yang memberikan kita hutang turut berdoa agar secepatnya bisa menggapai sukses, karena berharap hutangnya dikembalikan. 🙂

Salam kreatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *