Kika Syafii

Terus Merasa Bodoh dan Menolak Tua

Stop Minta Gratisan Produk Temanmu, Stop Mental Miskin

Siang ini, didukung perasaan yang sangat bahagia dan gembira mendapat kabar bahwa Mastering Album BIP sudah selesai dan sudah siap digandakan serta bisa segera memproduksi merchandise dalam satu paket Album. Atas perasaan ini, maka foto hasil mastering Album pun saya bagikan di status fesbuk. Lengkapnya seperti ini:

“Akhirnya Album Bandku jadi juga. 3 tahun sudah proses produksi.” [Disertai skrinsut foto CD Master]

3 tahun produksi Album, dengan tenaga – pikiran – biaya yang sudah keluar begitu banyak. Seorang teman dengan tiba-tiba bilang: “Slamat ya.. Sukses buat kdepannya. amiin.. Tiket gratis buat konsermu, aku tunggu ya :)”.

Bagaimana mungkin, awalnya mendoakan sukses untuk masa depan kemudian minta tiket konser gratis? Dari mana kami akan sukses kalau setiap teman meminta gratis untuk setiap tiket konser yang ada nantinya? Dari mana kami bisa makan dan terus berkarya kalau tidak ada uang masuk dari konser? Sementara lagu sudah dengan mudahnya dibajak dengan bangga pula.

Saya teringat apa yang dikatakan Jack Ma (CEO AliBaba.com), โ€œKetika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapapun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir, Anda sedang mencari untung dari uang mereka. Dan semurah apapun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak menghargainya.โ€

Iya, selalu ada orang-orang yang tidak peduli dengan tenaga, waktu dan biaya yang sudah kita keluarkan. Ironisnya, itu justru biasa dilakukan oleh orang-orang yang mengenal kita. Saudara, keluarga dan teman yang ada disekeliling kita, (sering) akan menjadi orang pertama yang menjatuhkan kita. Dalam pikiran mereka (kebanyakan) meminta gratis, gratis dan maksimal murah.

Ini bukan teman yang baik, bukanlah ciri saudara yang baik dan bukanlah pula sebuah keluarga yang baik dengan tidak menghargai sedikitpun jerih payah yang sudah dihasilkan. Seorang teman yang baik adalah yang selalu membeli, membeli dengan harga lebih dan memberi lebih. Sebagai bentuk dukungan atas apa yang sudah dicapai oleh teman lainnya. Bukan dengan seakan mendoakan namun kemudian menjatuhkannya.

Mari kita sedikit melihat cerita dibawah ini:

Seorang petugas cucian mobil menganggap bahwa sehari ini banyak mobil yang keluar masuk mencuci ditempatnya, namun saat tiba waktu pulang dan dapat gaji hariannya ternyata dia tidak mendapatkan apapun. Dia terbengong-bengong karena pengunjungnya ramai namun kok dia tidak mendapatkan apapun.

Usut punya usut, ternyata semua yang datang mencuci mobil hari ini adalah teman, saudara dan keluarga dari pemilik outlet cucian mobil. Mereka semua datang dan pergi seenaknya dengan tidak membayar alias gratis.

Bayangkan bila kejadian itu berhari-hari terjadi, atau bayangkanlah apabila itu terjadi dengan usahamu? Bayangkan pula berapa banyak orang bekerja tidak akan mendapatkan hasil untuk keringat yang sudah dikeluarkannya. Berapa anak yang akan kesulitan mendapatkan uang untuk makan, bagaimana dengan sekolahnya, bagaimana dengan kebutuhan lainnya?

Mari berhenti memiliki sikap seperti ini. Berhenti memelihara mental miskin, selalu merasa harus gratis atas nama pertemanan, atas nama persaudaraan dan lainnya. Mental miskin ini menjadi salah satu penyebab tidak majunya bisnis-bisnis (terutama yang) kecil, karena orang-orang yang mengaku teman, saudara dan keluarga justru mengajak agar usahanya tidak terhasil alias tetap miskin dengan mental miskinnya.

Saya sangat yakin, mayoritas orang tidak kenal dengan pemilik perusahaan sabun yang tiap waktu dibeli untuk kebutuhan mandi, dan tetap beli meski tidak kenal. Namun mengapa justru dengan orang yang Anda kenal Anda meminta gratis?

Sungguh mental miskin yang seperti ini tidak layak dipelihara, mental miskin seperti ini tidak hanya akan membuat diri sendiri terus miskin, namun juga orang-orang sekitar. Mental miskin akan selalu menghalangi kemajuan, baik diri sendiri maupun orang lain, siapapun itu :). Pikirkan tentang bahwa semua pelaku usaha atau pemilik produk butuh untuk menjalankan bisnisnya hingga ke masa depan.

Stop minta gratisan produk temanmu, tidak hanya untuk bidang musik. Ini bisa berlaku untuk semua hal, semua bidang bisnis dan semua produk. Berhentilah menyakiti perasaan dengan meminta gratis.

Stop minta gratisan produk temanmu.

Salam kreatif.

Pencarian yang datang:

  • selalu meminta makanan teman
  • berhenti lah mental meminta
  • penyebab mental miskin
  • teman mental gratisan#spf=1
12 Discussions on
“Stop Minta Gratisan Produk Temanmu, Stop Mental Miskin”
  • Sayangnya ini jadi hal yg “biasa” di Indonesia. “Harga teman” , minta bonus berlebihan, dan yg paling maksimal kayak Si Mbak diatas. Minta gratis an. Mindset nya harus dirubah. Justru harusnya beli dengan harga wajar. Kalaupun yg jualnya mau kasi diskon atau bonus ya sah-sah saja, selama tidak terpaksa. Terima kasih sudah berbagi pikiran bersama khalayak

  • HOLY MOLY THIS. THIS. THIS APPLIES TO ART.
    “masa gitu doang 50 ribu?!?!” “kita temen kan, jadi gpp gratis :D”
    no. screw you. i don’t care about you. i have things to buy. this is my JOB

  • Terkait mental miskin, ada juga mental ngompas atau malak. Saat ulang tahun, banyak teman yang minta ditraktir. Bukannya teman yang berulang tahun yang diberi kebahagiaan, atau minimal ucapan selamat tok, justru malah ada tambahan pesan “ngompas” yang dibumbui dengan nada canda biar kesan malaknya gak kelihatan. Diatas semua mental buruk itu, mungkin bisa disebut mental “tidak peduli” bangsa kita yang tinggi. Gak peduli karya orang, gak peduli orang lain tersinggung atau tidak, gak peduli orang lain sengsara, yang penting keinginan saya terpenuhi.

  • kalau ada teman yang punya uisaha, insya ALLAH beli kalau emang produknya sesuai dengan yang dibutuhkan ๐Ÿ˜€ nggak pakai harga teman, kalau dikasih diskon ya terimakasih ๐Ÿ˜€

  • Paling Parah klo urusan gini mah orang yg bisa Potoshop atau Sofwere desain

    Bro Editin Foto gw dong Besok jadi bisa kan ?

    Oke

    ( Udah jadi )
    Terimakasih yah bro
    Duitnya mana bro

    Ya elah lo gitu doang aja gampang tinggal otak atik di komputer, sama Temen Perhitungan , lagi pula ini Foto buat lucu lucuan bukan di jual

  • Ada sih alternatif solusi, bikin manajemen & sistem pembelian tiket ‘satu pintu’. Jadi tunjuk satu kasir atau portal buat beli tiket legal, di luar itu nggak legal. Jadi mau tiket? beli. Nggak beli? nggak dapet tiket. Ada tiket gratis? nggak ada. Ada tiket harga miring? nggak ada. Artis diminta temennya tiket gratis? Artis nggak punya kuasa, arahkan ke kasir. Nggak terima? arahkan ke manajemen. Logika selalu mudah. wkwk

Leave A Comment

Your email address will not be published.